puisi | UNTUK PARA PAHLAWAN

Nih postingan udah telat yaaa? Tapi ya sudahlah… Hahahaha…..

Gue bingung, sebenarnya ini puisi apa surat yaa? Ah, bodo amat deh! Yang jelas, waktu itu bedug subuh hari Kamis tanggal 18 Agustus 2011. Gue lagi galau, Sob. Galau sama negara ini yang bolak-balik bin mondar-mandir diterpa masalah disana-sini. Daripada gue loksun (capek hati) mikirin nih negara sementara yang ‘dapet kursi’ adem ayem sambil ngerem(?) duit ‘ehem-ehem’, mendingan gue tuangkan aja deh kegalauan gue itu kedalam sebuah… puisi apa surat sih nih? Hehehe.. Galau lagi deh gue! #PLAK! 😀

Dan yang bikin lebay, waktu itu gue sambil nangis ga jelas gitu nulisnya. Hahaha.. Tapi ya udah lah yaa.. Yang jelas post ini gue buat untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November tahun ini. Biar orang-orang ga terlalu eneg juga gara-gara gue kebanyakan bikin FF tentang Super Junior (padahal gue War Movie Junkie). So, inilah dia hasil dari kegalauan gue pada tahun lalu.. XD

=UNTUK PARA PAHLAWAN=
oleh : Silvia Indriani (Shin Hyoseul/Lady Modrus Grande Dame)

Pahlawanku,
berpuluh tahun sejak jatuh peluhmu,
banyak hal yang kau tak tahu.
Tentang semua yang kau perjuangkan,
dan tentang mereka yang dulu berjuang bersamamu.

Pahlawanku,
berpuluh tahun sejak tetes airmatamu
yang mewarnai perjalanan menuju merdekanya negeri ini,
banyak hal yang terjadi:
Ironi dan Tragedi.

Pahlawanku,
berpuluh tahun sejak tumpah darahmu,
banyak hati mulai rapuh.
Tembok persatuan mulai runtuh.
Tembok yang kau bangun dengan nyawamu.

Hari-hari yang kami lewati, berpuluh tahun sejak kepergianmu
tidaklah seperti hari-harimu dulu.
Kau mungkin hidup dalam kubangan tirani,
namun kau hidup dengan kemurnian hati, semangat berapi-api
dan ketulusan cinta kasih.

Betapa di setiap langkah yang kau pijak
tertinggal sebuah kebanggaan atas jerih payahmu.
Sebuah harapan besar darimu
untuk kami yang seharusnya melanjutkan perjuanganmu.

Kini,
warisan semangatmu hanya tinggal hari, tanggal dan bulan.
Tidak lebih dari sebuah peringatan.
Tidak lebih dari sekedar semboyan-semboyan.

Bung Karno pernah berkata:
“Beri aku sepuluh pemuda, maka akan ku guncang dunia.”
Sekalipun kini kau beri kami seribu pemuda,
yang akan terlahir hanyalah teriakan-teriakan semata
dan keluhan-keluhan pilu tiada akhir.

Ma’afkan aku, Pahlawanku.
Ma’afkan jika aku telah mengganggu damainya tidurmu.
Ma’afkan jika aku hanya bisa mengeluh.
Ma’afkan jika aku tak mampu melanjutkan tugasmu.
Ma’afkan jika aku tak mampu menjaga warisanmu.

Setidaknya kau beruntung, Pahlawanku.
Setidaknya kau tak seperti kawan seperjuanganmu,
para pejuang tangguh yang harus menyaksikan goyahnya fondasi negeri
dalam tubuh renta dimakan usia.
Menyaksikan negeri ini harus jatuh ke tangan mereka yang tak bertanggung jawab dan serakah.
Mereka yang membayar jerih payahmu dengan ketidakpedulian.

Aku terlalu rindu, Pahlawanku.
Aku rindu sosok besar sepertimu.
Aku rindu kobaran semangat seperti semangatmu.
Aku rindu hari bermakna seperti hari itu.

Karena saat ini, Pahlawanku..
Hanya kau yang dapat lami banggakan
dan hanya Tuhan saja yang dapat kami percaya.
Banyak kebanggaan indah di negeri ini harus ternoda oleh ulah manusia setengah iblis
yang hanya bisa memanfaatkan apa yang dulu kau perjuangkan demi kepentingan mereka sendiri.

Aku malu, Pahlawanku.
Aku malu negeri ini tak seperti harapanmu dulu.
Aku malu jika hanya ini yang bisa kami lakukan
untuk menghormati perjuanganmu dulu.

Oh, Tuhan..
Jika aku boleh memohon,
tolong dekap mereka, para pahlawan kami dalam cinta-Mu.
Mereka adalah orang-orang berhati tulus
yang tak pernah meminta imbalan apapun atas pengorbanan mereka.
Berikanlah mereka tempat yang terindah di sisi-Mu,
dan berikanlah mereka kedamaian yang tak pernah bisa mereka miliki dulu.

Dan, Tuhan..
Berikanlah kami kekuatan dan ketulusan hati
seperti yang mereka miliki.
Terangilah jalan kami dengan cahaya-Mu,
agar kami bisa melanjutkan tugas mereka.
Dan agar kami dapat membuat mereka bangga.

Tuhan..
Lindungilah negeri ini dari mara bahaya,
baik dari alam maupun dari diri kami sendiri.
Jadikanlah kami orang-orang yang taat kepada-Mu.
Dan jadikanlah kami orang-orang yang mensyukuri apa yang telah kau berikan pada negeri ini.
Hanya Kau lah harapan kami
dan hanya Kau lah pelindung kami.

Kami yang sedang mencoba untuk kembali berdiri.

Yaah.. Itulah tadi buah dari kegalauan gue tahun lalu (sampai sekarangpun masih). Ma’af banget kalo EYD-nya parah. Gue kan amatiran! #modus. Pokoknya, share/copas ga masalah, asalkan full credit. Tolong jangan tambah lagi daftar plagiator di negara ini. Hahaha.. XD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s