fanfiction | THE VILLAGE Chapter-1

Author : Shin Hyoseul a.k.a Lady Modrus Grande Dame.
Genre : Drama, Romance, Mystery.
Rate : T.
Lenght : Chaptered-udah-pasti-panjang.
Cast :
– Cho Kyuhyun
– Shin Seungjung (OC)
– Kim Jongwoon (Yesung)
– Choi Hyori (OC)
– Kim Ryeowook
– Kim Myuri (OC)
– Lee Donghae
– Park Chanra (OC)
– Choi Siwon
– Shin Hyoseul (Author ketagihan nampang)
– Lee Sungmin
– Hwang Rin Ah (OC)
– Kim Sungri (OC)
– Kim Ryeo Eun (OC)
– Kim Sunwook (OC)
– Choi Hyunsoo (OC)
– Choi Hyowon (OC)
Desclimer : Semua cast (member Super Junior, OC & termasuk author) adalah mutlak milik Allah The Almighty kecuali Kim Sungri (milik Hyori), Kim Ryeo Eun & Kim Sunwook (milik Myuri), sedangkan Choi Hyunsoo & Choi Hyowon beserta FF ini mutlak milik author.
Warning : OOC, typo(s), ga nyambung, kata-kata yg monoton, ga tau lagi lah..

NO BASHING
^^HAPPY READING^^

 

*Author’s POV*

Hari sudah lewat tengah malam, Kyuhyun masih terjaga di kamarnya. Ia sedang serius berkutat dengan laptop kesayangannya diatas meja belajar. Bukan untuk bermain game seperti biasa, tapi kali ini namja itu sedang mengerjakan tugas kuliahnya yang harus dikumpulkan 2 hari lagi. Tangan Kyuhyun mengetik semakin cepat. Matanya secara bergantian melihat kearah laptop dan buku yang menjadi salah satu referensinya untuk mengerjakan tugasnya tentang kehidupan warga disebuah desa terpencil diluar kota Seoul. Untuk mengerjakan tugas itu Kyuhyun sampai harus mendatangi desa itu bersama seorang temannya yang bertugas memotret kegiatan warga di desa tersebut.
“Akhirnya..” Kyuhyun menghela napas lega ketika jemarinya berhasil mengetik satu kata terakhir dari artikel yang merupakan tugas kuliahnya itu. Kyuhyun menyandarkan tubuhnya sejenak di kursi tempatnya duduk sekarang sambil mencoba meregangkan persendian disekitar punggungnya yang terasa sangat pegal akibat duduk terlalu lama. Beberapa saat kemudian, Kyuhyun kembali memeriksa layar laptopnya. Ia menyadari bahwa tugas itu belum sepenuhnya selesai. Ia belum memasukkan satu gambarpun kedalam artikel-nya. Seungjung, teman-nya yang bertugas untuk memotret sama sekali belum mengiriminya satu gambar pun. Tadi siang Seungjung tidak masuk kuliah. Ponselnya pun tidak aktif. Padahal Kyuhyun sudah berkali-kali menghubunginya, tapi selalu saja masuk kotak suara. Ia bahkan sudah mengiriminya e-mail tapi tak ada balasan. Karena sudah lelah mengerjakan tugas, Kyuhyun pun akhirnya memutuskan untuk tidur.

***

Gadis itu berdiri lesu di koridor kampus sambil memegang kamera digital-nya. Ditatapnya berkali-kali layar kamera itu dengan raut wajah cemas. Ia seperti tak tahu lagi harus berbuat apa.
“Shin Seungjung!” dari kejauhan terdengar ada suara seseorang yang memanggil namanya. Gadis itu menoleh kearah sumber suara. Tampak ada seorang namja sedang melambaikan tangan kearahnya. Itu Kyuhyun. Seungjung hanya bisa menghembuskan napas dengan pasrah. Kyuhyun pasti akan sangat marah, pikirnya.

Kyuhyun berjalan menghampiri Seungjung yang berdiri mematung di pojok koridor dengan langkah yang cepat.
“Kemana saja kau? Aku mencarimu kemana-mana. Aku juga sudah menelpon dan mengirimu e-mail, tapi ponselmu tak aktif dan e-mail-ku juga tidak kau balas.” kata Kyuhyun sejenak setelah sampai dihadapan Seungjung. Yeoja itu tak berucap.
“Aku sudah menyelesaikan artikelnya, tinggal memasukkan gambar saja. Kau bawa hasil jepretan-mu kan?” tanya Kyuhyun. Seungjung cuma tertunduk lesu menatap kameranya.
“Kita punya masalah, Kyu.” tuturnya pelan. Kyuhyun mengerutkan dahinya.
“Masalah? Maksudmu?” tanya Kyuhyun tak mengerti. Seungjung terdiam. Ia seperti tak tahu harus memberi jawaban apa kepada Kyuhyun. Namja itu mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Perasaannya mulai tak enak.
“Sebenarnya ada masalah apa?” tanya Kyuhyun lagi, agak khawatir. Seungjung menatap Kyuhyun sejenak, lalu berkata.
“Laptopku terkena virus, gambar yang kuambil untuk tugas kita semuanya hilang.” jawab Seungjung dengan nada sangat lesu.
“MWO??” Kyuhyun terperanjat.
“Bagaimana bisa itu terjadi? Tugas ini harus diserahkan lusa. Bagaimana kita bisa menyelesaikan tugas kalau gambar itu tidak ada?” Kyuhyun terlihat kesal. Seungjung cuma bisa tertunduk penuh penyesalan.
“Aku tahu. Ma’afkan aku.” ucap Seungjung dengan suara sedikit tertahan.
“Kenapa kau bisa ceroboh seperti ini? Aku sudah begadang semalaman untuk mengerjakan artikel itu dan kau malah mengacaukannya. Dasar bodoh!” omel Kyuhyun.
“Ya! Kenapa kau terus memarahiku? Aku kan sudah minta ma’af padamu.” Seungjung tak terima atas perlakuan temannya itu.
“Permintaan ma’af saja tidak cukup. Itu tidak akan membantu kita menyelesaikan tugas itu.” Kyuhyun semakin menjadi. Ia seperti tak peduli bahwa sekarang ia sedang berbicara dengan seorang yeoja. Tak seharusnya Kyuhyun meninggikan nada bicaranya dihadapan seorang gadis.

Seungjung hanya diam. Berdebat dengan Kyuhyun tidak akan ada habisnya. Lagipula, ia sudah pasti kalah menghadapi kata-kata tajam yang keluar dari mulut namja itu. Mata Seungjung berkaca-kaca. Ia mencoba untuk menahan airmata-nya. Kyuhyun sendiri membuang muka seperti tak peduli.
“Baiklah..” ujar Seungjung.
“Hari ini juga aku akan pergi ke desa itu untuk mengambil gambar. Sekembalinya aku dari sana, akan kuserahkan semua hasilnya padamu.” kata Seungjung lagi lalu angkat kaki dari hadapan Kyuhyun sambil bersimbah air mata.
*Author’s POV ends*

*Seungjung’s POV*
Anak itu benar-benar tak punya perasaan! Seenaknya saja dia memanggilku ‘bodoh’. Aku sudah meminta ma’af padanya, tapi dia tak peduli. Dia bahkan memalingkan wajahnya dariku dan memperlakukanku seolah aku ini orang tak berguna. Teman macam apa itu? Setiap ada masalah, selalu saja aku yang jadi pelampiasan amarahnya. Mungkin dalam hal ini aku memang salah, tapi itu bukan berarti dia bisa berkata seenak perutnya seperti itu. Cho Kyuhyun, aku lelah berteman denganmu!

***

Kulangkahkan kakiku keluar gerbang kampus menuju jalan raya. Aku akan menunggu taksi. Aku harus pergi ke desa itu hari ini juga. Aku harus mendapatkan beberapa gambar untuk menyelesaikan tugas kuliah. Aku tak mau si Iblis itu memarahiku lagi seperti tadi. Ah, sudahlah.. Dia memang seperti itu. Mungkin sudah sifat alaminya. Tapi aku sendiri sering merasa bingung, sebenarnya Kyuhyun itu mirip dengan siapa? Kedua orangtua-nya sangat baik dan ramah. Begitu juga dengan noona-nya, Ahra eonni sangat lembut. Bagaimana bisa dia tahan mempunyai dongsaeng seperti Kyuhyun? Aku benar-benar tak habis pikir.

“Mengapa tak ada satu pun taksi yang lewat? Bagaimana ini?” gumamku cemas ketika belum ada satu pun taksi yang kutemui dijalan. Aku harus sampai disana sebelum sore. Lagipula tempat itu juga cukup jauh dan terpencil. Aku harus mendapatkan taksi dengan segera, pikirku. Sementara aku sedang menunggu taksi, tiba-tiba saja ada sebuah mobil berhenti didepanku. Aku rasa aku mengenali mobil itu. Itu mobil Kyuhyun.
“Cepat masuk.” kata Kyuhyun dari balik kursi kemudi. Mwo? Untuk apa dia menyuruhku masuk kedalam mobil?
“Ya! Kenapa kau diam saja? Cepat masuk. Kau mau pergi ke desa itu kan? Aku akan mengantarmu.” teriaknya. Apa dia bilang tadi? Dia mau mengantarku? Bukankah tadi dia baru saja memarahiku habis-habisan? Dasar aneh!
“Ya! Shin Seungjung! Cepatlah! Hari sudah mulai sore.” teriaknya lagi. Apa boleh buat, terpakasa aku pun menuruti kemauan lelaki Iblis itu.
*Seunjung’s POV ends*

*Kyuhyun’s POV*
“Kau sudah membawa kameramu kan? Coba kau periksa baterainya. Kalau habis, kau boleh pakai punyaku.” ah.. Kata-kata bodoh macam apa itu, Cho Kyuhyun? Bagaimana bisa kata-kata yang tak bermutu seperti itu bisa menghibur seseorang yang baru saja kau singgung perasaannya? Oh Tuhan.. Bagaimana bisa aku melakukan hal seperti itu lagi padanya? Mengapa aku selalu menyakitinya? Mengapa aku hanya bisa melakukan hal-hal kasar padanya? Bukankah selama ini dia selalu bersikap baik dan selalu menganggapku sebagai sahabatnya? Aku rasa aku tidak akan bisa mema’afkan diriku sendiri kalau sampai terjadi sesuatu pada persahabatan kami.

Sahabat? Ya. Sahabat. Baginya, aku adalah sahabatnya. Sekalipun aku terlalu sering membuatnya merasa jengkel, perasaan itu takkan berubah. Aku akan selalu menjadi sahabatnya. Lalu bagaimana jika aku menunjukkan sisi lain dari diriku yang selama ini dia tidak tahu? Apakah itu akan merubah perasaannya menjadi cinta? Atau mungkin karena itu persahabatan kami bisa berakhir? Entahlah.
“Aku membawa laptopku. Nanti setelah kau selesai memotret, aku akan memasukkan semua foto hasil bidikanmu kedalam artikel.” ini sudah yang kedua kalinya aku bicara, tapi dia hanya diam. Seungjung sama sekali tak merespon. Dia hanya duduk bersandar sambil melemparkan pandangan keluar jendela dengan tatapan kosong. Matanya agak sedikit sembab. Apakah dia menangis tadi? Apakah aku telah membuatnya menangis? Ah, Cho Kyuhyun! Namja macam apa kau?!

“Ma’afkan aku.” ujarku padanya.
“Ne?” tanyanya bingung, seperti melewatkan apa yang baru saja aku katakan. Kali ini dia sedikit menoleh kearahku.
“Aku minta ma’af atas kata-kataku tadi. Aku sama sekali tak bermaksud untuk menganggapmu bodoh atau..”
“Sudahlah..” belum selesai aku bicara, Seungjung sudah memotong ucapanku.
“Aku sudah mema’afkanmu.” katanya lagi. Semudah itukah? Bagaimana bisa dia mema’afkanku dengan begitu cepat? Isi hati seorang yeoja memang susah ditebak. Aku tidak bicara apa-apa lagi. Meskipun sudah mema’afkanku, tapi wajahnya masih terlihat kesal. Seungjung kembali mengalihkan pandangannya keluar jendela. Dan akupun memutuskan untuk fokus menyetir. Kami berdua menghabiskan sisa perjalanan dengan saling berdiam diri.
***

Kami sudah sampai di desa itu. Tanpa membuang waktu, Seungjung segera menyibukkan dirinya dengan memotret kegiatan warga desa disana. Beruntung, beberapa orang masih melakukan kegiatan seperti mengurus ladang, membereskan rumah dan lain-lain. Aku pun tak mau menyia-nyiakan waktu dengan hanya berdiam diri. Aku ikut memotret. Hanya saja, objek yang kuabadikan sedikit berbeda.

Lensa kameraku menangkap sesosok makhluk paling indah yang pernah kulihat di muka Bumi ini. Shin Seungjung. Entahlah.. Aku telah berteman dengannya sejak kecil. Tetapi 3 tahun lalu aku merasakan ada sesuatu yang aneh didalam diriku. Entah mengapa setiap dia bersamaku, aku merasa detak jantungku sedikit mengalami peningkatan. Setiap tutur kata yang diucapkannya dan setiap tatapan matanya seperti membuatku melihat dunia lain yang bahkan jauh lebih indah dari surga sekalipun. Mungkin ini terlalu berlebihan, tapi itulah yang aku rasakan. Butuh waktu bagiku untuk bisa menerima kenyataan ini. Aku tidak mungkin jatuh cinta pada sahabatku sendiri. Namun aku tak sanggup menyangkal kalau ini memang cinta.

Selama ini aku selalu memendamnya. Aku tak pernah mengungkapkan apapun mengenai perasaanku ini kepada Seungjung ataupun bahkan orang lain. Aku takut persahabatan kami berakhir. Aku tidak mau kehilangan dia. Walaupun hanya dalam hati, aku merasa bahagia bisa mencintainya. Meski terkadang pula aku sering merasa sakit ketika harus melihatnya bersama namja lain. Terkadang, aku juga merasa sangat terluka saat melihatnya disakiti namja yang dicintainya. Mengapa orang itu begitu bodoh? pikirku. Dia menyakiti hati seseorang yang sangat mencintainya. Atau mungkin justru akulah yang bodoh karena aku mencintai orang yang tidak mencintaiku? Yaah.. Tetapi itulah cinta. Sekalipun harus mati menanggung rasa sakit yang tak ada habisnya, semuanya tetap terasa indah.
*Kyuhyun’s POV ends*

*Author’s POV*
“Sudah selesai.” ujar Kyuhyun sesaat setelah ia berhasil merampungkan artikel-nya. Kyuhyun duduk diatas tanah sambil memangku laptop-nya. Disebelah kiri namja itu ada Seungjung. Yeoja itu hanya diam. Ekspresi wajahnya datar. Kedua bola matanya menatap jauh ke langit, seperti menerawang sesuatu yang tak kasat mata. Sinar matahari sore bersimbah di wajahnya yang bersih tanpa noda. Semilir angin menerbangkan helaian rambut panjangnya yang hitam berkilau. Membuat mata Kyuhyun tak sanggup berkedip sedetik pun ketika namja itu menoleh kearah gadis disampingnya.

“Kau kenapa?” Seungjung bertanya heran ketika menyadari Kyuhyun sedang memperhatikannya sedari tadi.
“Ah, ani.. Aku hanya ingin mengembalikan kameramu.” tukas namja berambut cokelat terang itu seraya menyodorkan tangannya yang sedang menggenggam sebuah kamera digital. Seungjung mengambil kamera itu tanpa sepatah kata pun dan kembali pada kegiatannya semula, menatap langit sore yang dipenuhi oleh lembayung jingga. Sesekali pula ia memotret pemandangan indah itu.

Kyuhyun hanya bisa terdiam melihat sikap dingin Seungjung. Ia mencoba mengalihkan pikirannya dengan bermain game di laptop miliknya. Namun entah mungkin karena memang konsentrasinya sedang terbelah dua, belum sampai level 3 Kyuhyun sudah kalah. Ia mendadak payah bermain game. Yang ada di pikirannya hanyalah sikap datar Seungjung kepadanya.
“Kau masih marah?” tanya Kyuhyun karena sudah tak tahan lagi diperlakukan dingin seperti itu. Seungjung menoleh kearah Kyuhyun dan menatap namja itu dengan penuh pertanyaan.
“Kenapa kau bertanya seperti itu? Bukankah tadi aku sudah mema’afkanmu?” Seungjung balik bertanya.
“Lalu kenapa kau diam saja? Apa kau menganggapku ini seperti hantu? Dasar aneh.” kata Kyuhyun lagi. Sedetik setelah bicara seperti itu, Kyuhyun langsung mengeluh dalam hati. Ia merasa telah melakukan satu kesalahan lagi dengan berbicara seperti tadi. Dan Kyuhyun merasa sangat menyesal.
“Kau yang aneh. Bisa tidak kau bicara dengan sedikit sopan? Kalau ada masalah, kenapa tidak kau ceritakan saja? Aku sudah muak kau suguhi kata-kata seperti itu.” emosi Seungjung mulai tersulut. Suasana yang semula tentram kini mulai berubah.
“Ya! Kenapa kau jadi marah-marah seperti itu?” bentak Kyuhyun. Ia bahkan tak mampu menjelaskan kenapa kata-kata kasar itu harus keluar dari mulutnya. Seungjung yang merasa sangat kesal hanya berkata kepada namja itu sambil menahan emosi..
“Ini sudah hampir malam. Aku mau pulang!” katanya lalu angkat kaki menuju mobil Kyuhyun dengan terburu-buru.
“Ya! Tunggu aku!” Kyuhyun langsung bangkit dan menyusul Seungjung sambil menenteng laptop-nya.

***

Hari sudah gelap. Kyuhyun dan Seungjung kini sedang dalam perjalanan pulang. Disepanjang perjalanan mereka tak bersuara sama sekali. Seungjung rupanya masih merasa kesal terhadap sikap Kyuhyun. Sedangkan namja bermata teduh itu masih memutar otaknya, mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk meminta ma’af. Namun sekeras apapun Kyuhyun berjibaku dengan pikirannya, kata-kata yang keluar dari mulutnya adalah kata-kata yang sama seperti yang sudah pernah diucapkannya.
“Aku minta ma’af. Aku benar-benar minta ma’af.” tuturnya tanpa menoleh. Seungjung sudah lelah dan bosan mendengar permintaan ma’af dari Kyuhyun. Dengan mudahnya namja itu meminta ma’af dan dengan mudah pula ia ulangi kesalahan sama. Sikap monoton Kyuhyun itu kerap membuahkan tanya di kepala Seungjung. Sebenarnya Kyuhyun itu kenapa? Beberapa tahun belakangan ini sikap Kyuhyun kepadanya berubah. Kyuhyun sering kali marah-marah kepadanya hanya karena hal sepele. Terkadang pula Kyuhyun marah-marah kepadanya tanpa sebab yang jelas. Sebelumnya, Kyuhyun adalah teman yang sangat menyenangkan. Sangat baik, humoris dan sangat perhatian. Bahkan dulu Seungjung sempat berpikir untuk bisa memiliki suami seperti Kyuhyun. Atau mungkin menikah dengan Kyuhyun? Yeoja itu segera menggeleng-gelengkan kepalanya ketika terlintas pemikiran seperti itu didalam benaknya.
‘Aku tidak akan mau menikah dengan namja Ibis seperti dirinya.’ Seungjung mencamkan kata-katanya sendiri dalam hati.

“Kau mau mema’afkanku kan?” tanya Kyuhyun setengah memohon. Satu lagi kata “ma’af” keluar dari mulut Kyuhyun. Seungjung mengendus kesal. Sudah cukup baginya kata ma’af itu menyerang telinganya secara terus menerus. Seungjung merasa mungkin sudah saatnya Kyuhyun diberi tindakan yang tegas.
“Aku tidak akan mema’afkanmu.” jawab Seungjung sedikit ketus. Kyuhyun jelas merasa sangat terkejut. Ia bahkan tak menyangka kalau Seungjung akan berkata seperti itu padanya.
“Mwo?” Kyuhyun seperti tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
“Aku tidak akan mema’afkanmu.” Seungjung mengulangi kata-katanya.
“Tidak sampai kau merubah kelakuan Iblismu itu.” tambahnya lagi. Seungjung menatap Kyuhyun dengan tajam tanpa berkedip sedikitpun. Kali ini ia benar-benar serius. Ia ingin memberi namja itu ‘shock teraphy’ agar tak lagi semena-mena berkata kasar kepadanya.

“Aku sungguh-sungguh minta ma’af padamu. Kenapa kau tak mau mema’afkanku?” Kyuhyun ingin penjelasan. Ia menoleh sesekali kearah Seungjung yang masih menatapnya sambil terus berusaha untuk fokus ke jalan raya didepannya.
“Sudah jelas kukatakan padamu, aku tidak akan mema’afkanmu sampai kau merubah sifat Iblismu itu. Aku lelah kau bentak-bentak terus. Kau pikir aku ini apa?” nada bicara Seungjung terdengar sedikit tinggi. Kyuhyun merasa seperti baru saja ditampar ketika mendengar kata-kata Seungjung yang sudah lelah dibentak-bentak olehnya. Namja itu sadar betul dengan apa yang dimaksud oleh Seungjung. Sayangnya, Kyuhyun sendiri tak mampu menjelaskan mengapa selama ini dirinya hanya bisa melakukan hal-hal tak baik pada Seungjung seperti memarahinya, menyalahkannya dan lain-lain. Apakah mungkin itu karena selama ini Kyuhyun tak mampu mengungkapkan perasaan cintanya pada yeoja yang kini sedang berada disebelahnya itu? Ah, lagi-lagi Kyuhyun tak dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan. Yang keluar dari mulutnya hanyalah kata-kata tak bermutu itu.
“Aku tak pernah bermaksud untuk membentakmu, aku hanya~”
“Hanya apa??” Seungjung langsung memotong ucapan Kyuhyun. Tampak jelas di ruang mata yeoja itu ada rasa kecewa yang teramat sangat terhadap Kyuhyun. Sekali lagi, penyesalan hinggap di hati namja itu. Penyesalan karena ia tak mampu menjelaskan mengapa dirinya selalu bersikap menyebalkan dan juga penyesalan karena ia kembali membuat gadis yang dicintainya merasa sedih, bahkan lebih dari itu.

“Kau tak tahu yang sebenarnya terjadi, Shin Seungjung. Kau tak tahu..” ujar Kyuhyun pasrah Seungjung mau percaya kepadanya atau tidak.
“Mwoya? Apa yang sebenarnya terjadi, Kyu? Kau bahkan tak pernah menceritakan apapun padaku. Bagaimana aku bisa tahu apa yang terjadi?” ucap Seungjung lirih. Ia sudah tak mampu lagi menahan airmatanya. Biar Kyuhyun tahu kalau ia merasa sangat kecewa padanya. Ia ingin Kyuhyun sedikit menerka isi hatinya, mengapa ia menangis dan mengapa ia begitu kecewa. Kyuhyun tak sanggup berkata-kata. Entah kutukan apa yang telah membuat lidahnya kelu setiap kali ingin berkata jujur pada Seungjung. Gadis itu tertunduk menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Kyuhyun benar-benar tak tega apabila harus melihat ‘sahabat’nya itu begitu rapuh. Tapi ia juga tak tahu harus bagaimana.

“Seungjung-ah..” Kyuhyun menyentuh pundak kiri Seungjung perlahan, mencoba untuk menenangkannya. Seungjung masih terisak. Ia bahkan seperti tak mempedulikan Kyuhyun.
“Sebenarnya, a~aku..” Kyuhyun ingin berucap, namun sangat sulit. Tenggorokannya terasa seperti dicekik oleh sesuatu. Pada akhirnya, Kyuhyun tak sanggup mengeluarkan sepatah katapun. Ia hanya bisa memandang Seungjung yang menangis dalam kubangan kekecewaan terhadapnya. Seungjung benar-benar menyita perhatian namja itu. Hingga tanpa Kyuhyun sadari, dari arah yang berlawanan muncul sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menuju kearah mereka. Kyuhyun yang terlambat menyadari hal itu langsung banting stir dan..
BRAKK!!!

bersambung….

Iklan

2 responses to “fanfiction | THE VILLAGE Chapter-1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s