fanfiction | THE VILLAGE Chapter-2

Author : Shin Hyoseul a.k.a Lady Modrus Grande Dame.
Genre : Drama, Romance, Mystery.
Rate : T.
Lenght : Chaptered-udah-pasti-panjang.
Cast :
– Cho Kyuhyun
– Shin Seungjung (OC)
– Kim Jongwoon (Yesung)
– Choi Hyori (OC)
– Kim Ryeowook
– Kim Myuri (OC)
– Lee Donghae
– Park Chanra (OC)
– Choi Siwon
– Shin Hyoseul (Author ketagihan nampang)
– Lee Sungmin
– Hwang Rin Ah (OC)
– Kim Sungri (OC)
– Kim Ryeo Eun (OC)
– Kim Sunwook (OC)
– Choi Hyunsoo (OC)
– Choi Hyowon (OC)
Desclimer : Semua cast (member Super Junior, OC & termasuk author) adalah mutlak milik Allah The Almighty kecuali Kim Sungri (milik Hyori), Kim Ryeo Eun & Kim Sunwook (milik Myuri), sedangkan Choi Hyunsoo & Choi Hyowon beserta FF ini mutlak milik author.Warning : OOC, typo(s), ga nyambung, kata-kata yg monoton, ga tau lagi lah..

NO BASHING
^^HAPPY READING^^

 

*Author’s POV*
Kyuhyun membuka matanya. Ia mencoba untuk menyesuaikan diri ketika ada cahaya terang masuk menusuk matanya.
“Silau sekali..” Kyuhyun menghalangi kedua belah matanya dengan tangan. Mata namja itu belum siap untuk menerima jatuhan cahaya seterang itu. Beberapa saat kemudian, barulah Kyuhyun mulai bisa melihat keadaan disekitarnya dengan jelas. Ia melihat hari sudah siang. Dan betapa terkejutnya Kyuhyun ketika ia menyadari air bag di mobilnya mengembang sebagai pertanda bahwa ia baru saja mengalami kecelakaan. Kyuhyun mencoba menyingkirkan air bag yang ada dihadapannya. Tampaklah sebuah pohon besar berhadapan dengan bagian depan mobilnya. Mungkin mobil Kyuhyun menabrak pohon di pinggir jalan ketika berusaha menghindari sebuah mobil yang hampir saja menabraknya. Kepala Kyuhyun sedikit terasa pusing dan tubuhnya pun agak terasa sakit. Mungkin itu karena benturan saat mobilnya menabrak pohon itu semalam. Tapi syukurlah, dirinya tak mengalami luka serius.

Kyuhyun bersandar di kursi kemudi dan mencoba mengingat-ingat kejadian tadi malam. Mobil Kyuhyun hampir saja ditabrak kendaraan lain dari arah berlawanan. Saat itu Kyuhyun tak fokus pada jalan yang ada didepannya. Itu dikarenakan dirinya sedang bertengkar dengan Seungjung. Ya, Shin Seungjung. Kyuhyun tersentak ketika mengingat yeoja itu. Semalam ia berkendara pulang bersama Seungjung. Namun dimana dia sekarang?

Kyuhyun menoleh kearah kanannya. Dan tampaklah tubuh seorang gadis terkapar tak sadarkan diri disamping kursi kemudi.
“Ya Tuhan.. Seungjung-ah..” Kyuhyun menjadi panik ketika melihat sahabatnya itu terkulai lemah tak berdaya. Ia takut telah terjadi sesuatu pada Seungjung. Kyuhyun menempelkan jari telunjuknya diatas pilthrum Seungjung. Ada hembusan udara hangat keluar dari lubang hidungnya. Dia masih bernapas. Kyuhyun pun lalu mencari cara untuk menyadarkan Seungjung. Ia menyingkirkan airbag yang masih mengembang kemudian mulai menepuk-nepuk pipi yeoja itu perlahan.
“Seungjung-ah.. Seungjung-ah..”
*Author’s POV ends*

*Seungjung’s POV*
“Seungjung-ah..” suara itu sayup-sayup terdengar di telingaku. Suara seorang namja. Aku sepertinya sudah tak asing lagi dengan suara itu. Hanya saja aku masih belum bisa mengenali dengan benar sang pemilik suara karena indera-ku belum sepenuhnya terjaga. Kurasakan pula kedua pipiku disentuh sesuatu yang hangat. Seperti ada sesuatu yang menepuk-nepuk pipiku. Dan lagi, aku tidak tahu apa itu.

“Seungjung-ah..” suara itu terdengar lagi. Kali ini aku benar-benar mencoba untuk bisa menggunakan kelima panca inderaku. Kupaksakan mataku untuk terbuka. Aku hanya melihat cahaya terang dan sebuah siluet yang terlihat samar-samar. Aku rasa itu wajah seseorang. Sesaat kemudian, kurasakan ada tangan yang mengguncang-guncang kedua pundakku.
“Seungjung-ah, sadarlah.. Kumohon.” suara namja itu terdengar sedikit panik. Aku semakin berusaha untuk menggunakan penglihatanku yang mulai normal kembali. Tampak ada seseorang dihadapanku. Aku mengenali siapa orang itu.

“Kyu..?” tanyaku pelan. Aku masih belum yakin apakah dia benar-benar Kyuhyun atau bukan.
“Ne. Ini aku Kyuhyun.” jawabnya. Kini aku baru bisa melihat wajahnya dengan jelas. Namja itu memandangku dengan raut wajah penuh kekhawatiran. Dia terlihat begitu cemas.
“Kau tak apa-apa?” tanya Kyuhyun. Aku hanya mengangguk kecil. Kurasakan kepalaku agak pening. Tubuhku juga terasa agak sakit. Aku bahkan tak sanggup mengangkat kepalaku. Rasanya seperti rohku belum sepenuhnya kembali kedalam tubuhku.
“Kepalaku..” keluhku sedikit tak tahan. Kepalaku benar-benar terasa berat.
“Kepalamu kenapa? Apa kau terbentur?” Kyuhyun kembali bertanya. Dia sibuk memperhatikan kepalaku, seperti mencari tahu apakah kepalaku terluka atau tidak. Wajahnya masih terlihat cemas.
“Apa yang telah terjadi, Kyu?” tanyaku bingung ketika melihat mobil Kyuhyun agak berantakan.
“Aku rasa kita baru saja mengalami kecelakaan. Apa kau tidak ingat kejadian semalam?”
“Entahlah, Kyu. Kepalaku sakit..” aku mengeluh lagi. Sepertinya kepalaku memang terbentur. Tapi aku tak merasakan ada luka sedikitpun di tubuhku.

“Aku rasa kita harus menghubungi seseorang.” ujar Kyuhyun seraya mencari-cari dimana ponselnya. Dia terlihat begitu kebingungan. Sampai kemudian Kyuhyun menemukan ponselnya ada di lantai mobil. Kyu segera meraih ponselnya lalu mencoba untuk menghubungi seseorang.

“Ah, sial!” umpatnya.
“Wae?” tanyaku pada Kyuhyun.
“Tidak ada sinyal sama sekali.” jawabnya sedikit frustrasi.
“Mungkin kau bisa menggunakan ponsel milikku. Aku menaruhnya didalam tasku di kursi belakang.” aku mencoba menawarkan sedikit bantuan kecil. Tanpa menunggu waktu lagi, Kyuhyun segera meraih tasku yang ada di kursi belakang. Setelah menemukan ponselku, dirinya kembali mencoba untuk menghubungi seseorang. Namun kelihatannya sama saja.
“Bagaimana?” tanyaku. Kyuhyun hanya menggeleng.
“Kau tetaplah disini. Aku akan keluar sebentar untuk mencari sinyal. Siapa tahu kita juga bisa dapat bantuan.” ujarnya padaku. Aku hanya mengangguk kecil. Lantas, Kyuhyun pun keluar dari mobil dan pergi mencari bantuan.
*Seungjung’s POV ends*

*Kyuhyun’s POV*
Kulangkahkan kakiku disepanjang jalan raya ini. Namun tak ada satupun kendaraan yang lewat. Aneh. Seingatku tadi malam jalanan ini dilewati oleh banyak kendaraan. Tapi kenapa sekarang jadi sepi seperti ini? Bukankah seharusnya jalan raya lebih ramai disaat siang hari? Ah, aku benar-benar bingung. Kulihat cuaca begitu cerah. Hanya saja birunya langit tak dapat kulihat dikarenakan awan yang menutupinya. Aku bahkan tak bisa melihat matahari yang bersinar diatasku. Selama beberapa menit aku berusaha mencari sinyal telepon, tapi hasilnya nihil. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke mobil.
“Bagaimana, Kyu?” tanya Seungjung ketika aku sampai. Aku hanya bisa menggelengkan kepala.
“Lalu kita harus bagaimana?” tanyanya lagi. Seungjung terlihat agak bingung. Aku pun segera memaksa otakku untuk berpikir cepat. Aku harus menemukan jalan keluar. Tapi aku benar-benar sedang tak bisa berkompromi dengan pikiranku. Entah bagaimana bisa aku jadi berubah bodoh seperti ini? Hingga kemudian kulihat kunci mobilku yang masih tergantung. Mengapa sampai tak terpikirkan olehku sebelumnya? Aku seharusnya menyalakan mesin mobilku agar kami bisa pulang. Cho Kyuhyun, kau ini bodoh sekali!

***

Sudah hampir 1 jam aku mengutak-atik mesin mobilku yang tak kunjung menyala. Rasanya aku mau menyerah saja! Mobil ini benar-benar sudah tak bisa berfungsi lagi. Padahal aku tak melihat adanya kerusakan serius pada mobilku. Aneh.
“Sepertinya kecelakaan yang kita alami tidak parah, bentuk mobilmu juga masih utuh. Tapi kenapa mesinnya tidak dapat berfungsi?” tanya Seungjung yang sudah mulai baikan. Kepalanya sudah tidak terlalu sakit seperti tadi. Kini dia sedang membantuku menyalakan mesin mobil.
“Tidak tahu.” jawabku apa adanya. Sungguh menyebalkan. Hari ini sungguh menyebalkan. Selama aku memperbaiki mesin mobilku, tak ada satupun kendaraan yang lewat. Sinyal telepon juga masih kosong. Apalagi internet. Tempat ini seperti negeri antah berantah yang tidak tercatat didalam peta. Aku juga tidak mendengar adanya kicauan burung, suara serangga atau apapun itu. Disini sunyi sekali. Sebenarnya kami ini sedang berada dimana?

“Ya! Cho Kyuhyun, kenapa kau melamun?” suara Seungjung menyadarkan aku dari lamunan sesaatku. Yeoja itu memanggilku dengan suara yang tidak terlalu keras. Namun karena suasana di tempat ini yang begitu sepi, suara Seungjung jadi terdengar 2 kali lebih kencang. Aku menutup kap mesin mobilku dan lalu berjalan menghampiri Seungjung yang duduk dibalik kemudi.
“Apa kau sudah merasa baikan?” tanyaku perihal kondisi fisiknya.
“Aku rasa aku baik-baik saja. Wae?” jawab Seungjung.
“Menurutku, apakah tidak sebaiknya kita pergi mencari bantuan bersama-sama?” aku memberikan usul.
“Lalu bagaimana dengan mobilmu? Kita tidak mungkin meninggalkannya disini, kan?” Seungjung sedikit tak setuju dengan usul yang kuberikan. Aku mengerti, kalau kami pergi, mungkin saja mobilku dipereteli oleh perampok. Tapi anehnya aku sama sekali tidak peduli dengan hal tersebut. Merasakan aura kesunyian yang mencekam di tempat ini membuatku berpikir kalau keselamatan jiwa jauh lebih penting.
“Biarkan saja. Kalau kita sudah menemukan bantuan, kita bisa kembali lagi ke tempat ini.” ujarku mencoba meyakinkan Seungjung. Aku melihat kesekelilingku. Tempat ini sangat asing. Aku merasakan ada sesuatu yang ganjil di tempat ini.
*Kyuhyun’s POV ends*

*Author’s POV*
Seungjung merasa heran ketika melihat Kyuhyun menoleh ke kiri dan kanan, mengamati ke sekeliling mereka seperti orang yang sedang dimata-matai. Kyuhyun menjadi jauh lebih waspada dari biasanya.
“Kyu, apa kau baik-baik saja? Kau kelihatan seperti orang paranoid.” tanya Seungjung yang agak bingung sekaligus cemas melihat sikap Kyuhyun.
“Eh, mwo? Tadi kau bilang apa?” Kyuhyun balik bertanya pada Seungjung seperti tak fokus pada apa yang diucapkan oleh yeoja itu.
“Apa kau baik-baik saja? Sedari tadi kau mengamati tempat ini seperti orang ketakutan.” Seungjung mengulang pertanyaannya.
“Ah, ani. Aku hanya merasakan ada sesuatu yang aneh disini. Coba kau perhatikan, tak ada satupun orang dan kendaraan yang lewat dijalan ini. Bukankah semalam jalan ini lalu lintasnya sangat ramai? Seharusnya akan lebih banyak lagi kendaraan yang lewat disini pada siang hari seperti ini kan?” jawab Kyuhyun sekaligus menjelaskan mengapa dirinya terlihat begitu waspada. “Di kanan dan kiri jalan ini adalah hutan. Tapi aku tak mendengar adanya suara hewan atau serangga. Bukankah ini aneh?” ujar Kyuhyun lagi. Seungjung turun dari mobil dan ikut mengamati keadaan disekitar mereka. Apa yang dikatakan oleh Kyuhyun memang benar adanya. Tempat itu sangat sunyi, malah bisa dibilang mencekam. Tak ada orang lain kecuali mereka berdua yang berada di tempat itu. Tak terdengar suara sedikitpun, bahkan tidak ada angin yang berhembus sama sekali kearah mereka. Cuaca bisa dibilang cerah, tapi matahari tak terlihat karena seluruh langit tertutup awan putih.
“Disini sunyi sekali..” gumam Seungjung. Begitu sunyinya tempat itu, Seungjung bahkan sampai dapat mendengar hembusan napas Kyuhyun yang berdiri disebelahnya. Membuat yeoja itu bergidik ketika mencoba menebak-nebak di tempat apakah mereka sekarang.

“Aku rasa kau benar. Lebih baik sekarang kita pergi mencari bantuan.” ujar Seungjung yang kemudian langsung meraih tas-nya yang berada didalam mobil Kyuhyun. Ia sendiri sudah mulai merasa takut berlama-lama di tempat itu.
“Baiklah, kalau begitu lebih baik kita pergi sekarang.” ajak Kyuhyun setelah sebelumnya mencabut kunci mobilnya. Tanpa banyak berpikir lagi. Mereka berdua pun segera meninggalkan tempat itu untuk mencari bantuan.

***

“Tempat macam apa ini? Sepertinya kemarin kita dapat dengan mudahnya menjumpai perkampungan kecil disekitar jalan ini. Kenapa sekarang cuma tinggal pepohonan saja?” Seungjung tak henti-hentinya mengamati kiri dan kanan jalan yang sedang ditelusurinya bersama Kyuhyun. Mereka telah berjalan sejauh beberapa ratus meter, tapi tak ada satupun orang, kendaraan atau perkampungan yang mereka temui. Sementara Kyuhyun, namja itu hanya terdiam meskipun matanya tak pernah lepas dari fokusnya untuk mencari tahu dimanakah dirinya berada sekarang. Keadaan di tempat itu masih sama. Hanya ada jalan raya kosong diantara rimbun pepohonan, langit masih tertutup awan dan tentunya saja kesunyian yang begitu mencekam.

Keadaan semakin terasa aneh ketika secara tanpa diduga, muncul kabut tebal menyelimuti tempat itu. Kyuhyun dan Seungjung masih terus berjalan menelusuri jalan hingga pada suatu ketika, Kyuhyun menyadari sesuatu.
“Ada apa, Kyu?” tanya Seungjung ketika Kyuhyun menghentikan langkah kakinya. Kyuhyun menoleh tak tentu arah seperti sedang mencari sesuatu.
“Aku rasa.. Sepertinya kita tersesat.” jawab Kyuhyun.
“Kau yakin?” Seungjung ingin memastikan. Kyuhyun tidak memberi jawaban atau pun respon lainnya kecuali matanya yang tak henti mengamati tempat mereka berada. Seungjung mulai merasa takut ketika dirinya melihat pohon besar yang ditabrak oleh mobil Kyuhyun berada di sisi jalan. Itu tandanya mereka telah kembali ke tempat yang sama, hanya saja mobil Kyuhyun tidak ada disana. Kemana perginya mobil itu pun mereka tidak tahu.

“Tempat ini benar-benar aneh.” ucap Seungjung pelan. Bulu kuduknya merinding merasakan aura yang tak biasa di tempat itu. Karena takut, tanpa disadarinya, Seungjung sudah memeluk lengan kiri Kyuhyun dengan erat. Namja itu tak ubahnya Seungjung. Rasa takut sudah mulai menghinggapi dirinya. Hanya saja Kyuhyun tidak mau menunjukkannya didepan Seungjung. Ia harus berani. Ia harus melindungi sahabatnya itu.
“Lebih baik kita lanjutkan perjalanan. Aku yakin kita akan menemukan jalan keluar.” ujar Kyuhyun seraya menggenggam tangan Seungjung yang melingkar di lengannya dan mencoba untuk meyakinkan yeoja itu. Seungjung hanya mengangguk. Dan merekapun kembali melangkah menelusuri jalanan itu.

***

“Kyu, apa kau mendengar sesuatu?” tanya Seungjung yang tiba-tiba saja menghentikan langkah kakinya. Ia merasa mendengar sesuatu, tapi ia tidak yakin suara apa itu. Kyuhyun mencoba mendengarkan, namun..
“Aku tidak mendengar apa-apa.” jawabnya.
“Coba kau dengarkan sekali lagi. Sepertinya aku mendengar ada suara anak-anak.” ujar Seungjung meminta Kyuhyun agar mendengarkan dengan baik-baik ke sekeliling mereka. Kyuhyun mencoba untuk mempertajam indera pendengarannya. Tapi tetap saja Kyuhyun merasa tak mendengar suara apapun.
“Sepertinya memang tidak ada orang lain di tempat ini selain kita berdua. Mungkin kau hanya berhalusinasi.” Kyuhyun mencoba meyakinkan Seungjung kalau dirinya memang tak mendengar adanya suara anak-anak di tempat itu.
‘Apa mungkin aku berhalusinasi?’ tanya Seungjung dalam hati. Sementara Seungjung memikirkan suara apa yang didengarnya tadi, Kyuhyun mengajaknya untuk kembali melanjutkan perjalanan.

“Ya! Kelinci!” belum ada beberapa langkah mereka berjalan, tiba-tiba saja Seungjung kembali mendengar suara anak-anak.
“Kau dengar itu?” tanya Seungjung secara spontan.
“Ne.” jawab Kyuhyun singkat. Kali ini ia juga turut mendengar suara itu.
“Kelinci, jangan lari!” suara itu terdengar lagi. Bersamaan dengan itu, terdengar pula suara derap langkah seperti orang yang sedang berlari. Seungjung dan Kyuhyun mencari-cari dimana sumber suara itu. Seungjung mulai sedikit melupakan rasa takutnya. Ia justru menghampiri sumber suara tersebut.
“Seungjung-ah, kau mau kemana?” panggil Kyuhyun ketika Seungjung melangkah pergi menjauh dari jalan raya. Seungjung sangat yakin disana ada anak-anak. Dan ia juga yakin di dekat tempat itu ada sebuah perkampungan. Apabila dugaannya benar, kemungkinan mereka untuk bisa keluar dari tempat aneh itu semakin besar.

“Ya! Ryeo Eun-ah, tunggu aku!” suara itu kembali terdengar. Tak lama berselang, muncullah seorang anak perempuan yang sedang berlari mengejar seekor kelinci kecil berwarna putih melewati Seungjung. Tak lama kemudian, datang seorang anak laki-laki berlari mengikuti anak perempuan tadi.
“Kyu, kita selamat!” pekik Seungjung senang karena ternyata suara-suara yang ia dengar bukanlah khayalan. Gadis itu pun langsung berlari mengejar kedua anak kecil yang tadi melewatinya.

“Adik kecil, tunggu!” serunya pada anak-anak itu. Seungjung berlari memasuki hutan, mengikuti langkah kaki-kaki kecil tersebut. Kyuhyun yang masih berdiri di tengah jalan segera menyusul dari belakang.
“Seungjung-ah, tunggu aku!!” teriaknya. Kyuhyun takut Seungjung tersesat di hutan karena terlalu antusias mengikuti kedua anak tadi.

“Shin Seungjung!” panggil Kyuhyun lagi sambil berlari.
“Cepat, Kyu!” sahut Seungjung sambil menoleh kearah Kyuhyun. Seungjung tidak memperhatikan jalan yang ada didepannya. Kyuhyun melihat ada sebuah lubang didepan Seungjung.
“Shin Seungjung, awas!!” Kyuhyun memberi peringatan. Namun terlambat, kaki kanan Seungjung lebih dulu masuk kedalam lubang berdiameter 50 centimeter itu.
“Aaaghh!!!” Seungjung berteriak kesakitan ketika tubuhnya jatuh keatas tanah akibat dari kakinya yang secara tak sengaja masuk ke sebuah lubang.
“Seungjung-ah!!” Kyuhyun yang panik segera menghampiri gadis malang itu.
*Author’s POV ends*

*Seungjung’s POV*
“Kau tidak apa-apa? Ayolah, aku akan membantumu berdiri.” Kyuhyun memegangiku seraya membantuku untuk berdiri, tapi..
“A~aku tidak bisa, Kyu. Sa~kiitt..” keluhku ketika merasakan sakit yang teramat sangat di pergelangan kaki kananku. Aku kembali terduduk diatas tanah setelah Kyuhyun mencoba untuk membantuku berdiri tapi tidak bisa. Kakiku terlalu sakit untuk diajak berjalan.
“Boleh aku lihat kakimu?” Kyuhyun meminta izin. Aku mengiyakannya dengan menganggukkan kepalaku. Tapi belum sempat Kyuhyun melihat separah apa cedera di pergelangan kakiku, aku kembali meringis kesakitan ketika tangan Kyuhyun baru menyentuhnya sedikit.
“Ma~ma’af..” ujarnya. Kyuhyun tidak jadi melihat bagaimana keadaan kakiku karena melihatku begitu kesakitan. Namun dari yang aku rasakan, sepertinya kakiku terkilir meskipun aku sedikit khawatir ada tulang yang patah. Kyuhyun tampak begitu khawatir. Tak pernah kulihat dia secemas itu. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, Kyuhyun manis juga. Kalau sedang serius dia terlihat sangat tampan. Eh? Shin Seungjung, apa yang sedang kau pikirkan?!

“Nona, apa kau baik-baik saja?” sebuah suara mengalihkan perhatianku dari Kyuhyun. Aku menoleh kearah sumber suara, dan tampaklah 2 orang anak kecil sedang berdiri dihadapan kami. Seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan -sedang memegang seekor kelinci. Umur mereka sepertinya sekitar 6 atau 7 tahun. Mereka berdua memandang kami dengan tatapan heran -mungkin sedikit takut. Aku bisa memaklumi, kami adalah orang asing. Jadi, aku berusaha untuk bersikap seramah mungkin agar tidak membuat mereka takut.

“Ka~kakiku terkilir. Aku baru saja terjatuh.” jawabku. Aku jadi agak canggung karena mereka memperhatikan kami dengan tatapan waspada.
“Tidak usah takut, Nona ini tidak menggigit kok..” canda Kyuhyun sambil tersenyum kepada mereka.
“Kau ini apa-apaan sih..?” bisikku seraya menyenggol lengan Kyuhyun pelan. Aku langsung menatapnya tajam. Apa maksudnya dengan mengatakan kalau aku ini tidak menggigit? Memangnya aku hewan buas? batinku. Kyuhyun hanya tertawa kecil melihatku. Membuat kedua anak kecil yang tadinya terlihat takut jadi ikut tertawa.
“Nona terlihat lucu. Hehehe..” kata si anak perempuan yang sedang memegang kelinci putih itu dengan senyum yang begitu manis.
“Eh, apa benar aku ini terlihat lucu?” tanyaku bingung. Astaga.. Kenapa aku jadi salah tingkah begini.
“Eung..” jawab si anak laki-laki sambil mengangguk dengan ekspresi wajah yang begitu imut. Aku semakin salah tingkah dibuatnya.
“Seungjung-ah, pipimu memerah.” kata Kyuhyun sambil menunjuk kearah wajahku. Sedetik kemudian, kedua anak itu kembali tertawa. Aku semakin malu. Cho Kyuhyun, kenapa kau ini senang sekali membuatku merasa terpojok?! umpatku dalam hati.

***

“Ya! Kim Ryeo Eun! Kim Sunwook!” tiba-tiba saja terdengar suara seseorang. Kedua anak kecil itu menoleh kebelakang mereka secara bersamaan. Lalu datanglah seorang anak perempuan yang kira-kira berusia 12 tahun menghampiri mereka.
“Kalian kemana saja? Myuri ahjumma khawatir mencari kalian.” tanya anak itu dengan agak kesal.
“Ma’afkan kami, Sungri noona. Kelinci kami terlepas dan lari. Kami hanya ingin menangkapnya kembali.” jawab anak laki-laki yang bernama Kim Sunwook itu dengan kepala tertunduk.
“Kenapa kalian tidak minta tolong carikan pada Ryeowook ahjussi?” tanya gadis kecil bernama Sungri itu -masih dengan nada kesal.
“Appa sedang sibuk di ladang.” kini anak yang bernama Kim Ryeo Eun yang menjawab. Tak ubahnya Sunwook, Ryeo Eun juga hanya bisa tertunduk ketakutan. Aku dan Kyuhyun hanya terdiam. Hingga kemudian Sungri menyadari keberadaan kami.
“Nona, apa kau baik-baik saja?” tanyanya begitu melihat ku. Aku berniat menjawab, tapi Kyuhyun sudah terlebih dulu bersuara.
“Kakinya terkilir karena jatuh. Apakah di dekat sini ada perkampungan? Kami butuh bantuan.” kata Kyuhyun tanpa basa-basi lagi. Tampak gadis kecil itu terlihat agak bingung.
“Ne.” jawabnya singkat.
“Bisa tolong antarkan kami?” pinta Kyuhyun. Gadis itu mengangguk. Aku menjadi sedikit tenang karena pada akhirnya kami bisa keluar dari tempat aneh itu. Tapi aku masih belum bisa bernapas lega karena kakiku tak bisa berjalan karena sakit.
“Cepat naik.” kata Kyuhyun.
“Mwo?” aku mengerutkan dahi ketika Kyuhyun memintaku untuk naik keatas punggung-nya.
“Kau kan tidak bisa berjalan, aku akan menggendongmu.” katanya lagi.
“Ya! Yang benar saja kau!” protesku. Aku menolak untuk naik keatas punggungnya.
“Kau ini kenapa susah sekali diajak kompromi?!” omelnya sambil menyentil dahiku.
“Ya! Cho Kyuhyun!” protesku lagi -merasa tak terima disentil olehnya.
“Kau mau keluar dari sini atau tidak, huh?” Kyuhyun mulai terlihat kesal. Dan dengan sangat terpaksa, akupun menuruti perintahnya.
“Kau ini kenapa berat sekali?!” keluhnya ketika mengangkat tubuhku dengan punggungnya.
“Ini idemu, kenapa kau protes?” aku jadi sedikit kesal kepadanya. Terus terang, aku malu sekali. Pasalnya Ryeo Eun dan Sunwook tak henti-hentinya mentertawaiku yang digendong oleh Kyuhyun. Sedangkan Sungri, dia hanya tersenyum geli. Aissh.. Memalukan sekali!!!

bersambung…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s