fanfiction | PINKY HELL

Author : @ladymodrus.
Genre : Comedy alay.
Cast :
– Lee Sungmin.
– Shin Hyoseul (OC).
– Cho Kyuhyun.
– Lee Hyukjae.
– Lee Donghae.
Lenght : Oneshot.
Rate : T.

Yeah… Setelah beberapa minggu berhibenasi (?), akhirnya Author publish FF juga. Lumayan deh, nge-refresh otak bentaran tapi ada hasilnya meskipun kurang bagus. Ceritanya agak-agak ga nyambung sama kisah awalnya. Tapi ya udah… Yang penting ada FF baru #PLAK! 😀

Desclimer : All cast mutlak milik Allah The Almighty, cuma FF ini aja yang mutlak milik Author. DILARANG COPAS TANPA IZIN APALAGI TANPA CREDIT. Don’t you ever claim it as yours!
Warning : Typo(s), OOC, non-EYD, bahasa tidak baku, cerita dan ending serba ga lucu, serta dapat menyebabkan serangan jantung, hipertensi, stroke dan gangguan kejiwaan. Apabila sakit berlanjut, segera hubungi tempat pemakaman terdekat di kota anda! #author-durhaka. XD

Don’t like, don’t read and NO BASHING!
Happy reading! ^^

lee_sung_min_hyoseul

###

 

 

 

“Ngroook… Ngroook…” sebuah alunan dengkuran yang syahdu dan sangat menghanyutkan terdengar dengan lembut dari kamar Eunhyuk. Sang penguasa kamar sedang beristirahat dalam damai (?) setelah seharian ini sibuk mengurus seorang yeoja sarap bernama Hyoseul yang mengamuk di dorm Super Junior karena DVD Black Hawk Down rusak karena ulah Kyuhyun. Padahal itu cuma DVD bajakan #PLAK! Tapi Alhamdulillah (?) yeoja itu sekarang sudah berasil diamankan dengan cara dipasung di dalam kamar Sungmin.

“NERAKAAAA…….!!!! NERAKAAAAAAA…………!!!!!!!!!”

Suara teriakan Hyoseul yang begitu memilukan menggetarkan kaca jendela dorm Super Junior. Bahkan BMKG Korea mencatat telah terjadi guncangan gempa berkekuatan 5,5 skala Richter akibat dari suara teriakan tersebut. Untung saja tidak ada potensi untuk terjadinya tsunami.
“NERAKAAAAAAA…………..!!!!!!!” suara Hyoseul terdengar lagi. Sungmin yang memang sangat mengantuk dibuat stress oleh teriakan Hyoseul yang cetar membahana. Kenapa juga tuh si Eunhyuk mesti masung si Sarap di sini? Ga ada tempat lain apa? Kampret!! umpat Sungmin dalam hati. Berbeda dengannya, Kyuhyun justru terlihat khusyuk dan istiqomah dalam tidurnya. Kedua lubang telinganya rapat disumpal headset, kedua matanya setengah terpejam namun tertidur begitu lelap, ditambah lagi dengan mulutnya yang sedikit terbuka membuat air PDAM versinya sendiri mengalir tanpa hambatan dan menebarkan aroma semerbak yang menusuk hidung. Tidak lupa pula suara dengkurannya yang terdengar begitu sopran membuat Sungmin ingin melempar namja yang sekamar dengannya itu ke kawah Candradimuka. Gara-gara Kyuhyun, Hyoseul dipasung di kamarnya.

“NERAKAAAAA……..!!!!!!!” lagi-lagi Hyoseul meneriakkan hal yang sama, “neraka”. Sudah bukan rahasia lagi kenapa Hyoseul selalu menganggap kamar Sungmin sebagai neraka. Pink. Ya, Hyoseul tidak suka pada warna pink, sedangkan di dalam kamar Sungmin berbagai benda dan pernak-pernik berwarna pink banyak terpajang. Itulah kenapa Eunhyuk memasung Hyoseul di kamar Sungmin.

“NERAKAAAAA……!!!!!!!”

 

***

 

Sungmin berdiri di hadapan Hyoseul -yang terikat di sebuah kursi berwarna pink- dengan tatapan membunuh. Yeoja itu sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi karena mulutnya ditempel lakban berwarna pink. Ujung bibir Sungmin terangkat puas. Lu makan tuh properti pink gue! sorak Sungmin dalam hati. Sejenak, Sungmin melihat ke arah Kyuhyun yang sudah lupa daratan di atas tempat tidur. Mungkin tuh bocah lagi tanding Starcraft dalam mimpinya kali, pikir Sungmin. Ia mengembalikan pandangannya ke arah Hyoseul yang mulai lelah berontak untuk melepaskan ikatan yang membelenggu tubuhnya. Yeoja itu memamerkan ekspresi BT-nya di depan Sungmin seolah berkata awas-lo-gue-bakal-balas-tujuh-kali-lipat-all-hail-avenged-sevenfold. Sungmin sama sekali tidak gentar dengan ancaman tersembunyi yang dilayangkan oleh Hyoseul melalui tatapan matanya. Ia malah memamerkan seringai iblisnya yang ia copas dari dongsaeng-nya yang paling durhaka (baca: Kyuhyun). Sungmin mencondongkan tubuhnya ke arah Hyoseul tanpa melepaskan tatapan membunuh dan seringai iblis miliknya. Ups… Ralat. Seringai iblis milik Kyuhyun, Sungmin cuma copas #PLAK!

“Lo mau tau gimana neraka yang sesungguhnya?” tanya Sungmin dengan penuh arti. Hyoseul tidak berucap (ya iyalah secara mulutnya ditempel lakban). Ia merasakan ada hal yang tidak beres akan terjadi.

 

***

 

“Kyu, bangun lu!” Sungmin mengguncang-guncang tubuh Kyuhyun yang masih terbaring eksis di atas tempat tidur.
“Jangan ganggu aku, Hyung. Aku ngantuuk…” pinta Kyuhyun dengan suara parau seraya menutupi kepalanya sendiri dengan bantal. Sungmin merebut bantal Kyuhyun dengan kasar dan meleparnya tepat ke kepala Hyoseul.
“Kalo ga bangun, PSP lo bakal gue serahin ke KPK!” ancam Sungmin tidak main-main. Kyuhyun tersentak kaget dan langsung melompat dari atas tempat tidur.
“Andwae!”
“Makanya, sekarang juga lo bangun dan keluar dari kamar ini.” titah Sungmin.
“Tapi kenapa?” Kyuhyun ingin penjelasan sejelas-jelasnya.
“Lo ga perlu tau. Pokoknya sekarang lo keluar! Keluar! Keluar!” perintah Sungmin lagi seraya mendorong tubuh Kyuhyun ke arah pintu yang sudah terbuka agar segera meninggalkan kamarnya. Tidak lupa ia juga melemparkan bantal, guling, beserta selimut milik Kyuhyun ketika namja itu sudah berada di luar kamar.
“Malam ini lo tidur di luar!”
“Tapi Hyung~”

BRAKK!! CKREK..

 

***

 

Sungmin sudah menutup dan mengunci rapat pintu kamarnya. Kunci yang semula mengggantung di tempatnya ia cabut dan dimasukkannya kunci itu ke dalam saku yang terdapat pada bagian sebelah kanan celana boxer pink yang dikenakannya. Sungmin berjalan perlahan menghampiri Hyoseul yang sudah kelelahan karena mulai mengantuk. Namja itu melepaskan lakban yang menempel di mulut Hyoseul secara perlahan dan kemudian melepaskan tali tambang jemuran tetangga yang mengikat tubuhnya. Sejenak, Hyoseul merasa sedikit lega karena bisa terlepas dari belenggu kekejaman seorang Lee Hyukjae yang sudah dengan teramat sangat tega memasung dan mengurungnya di dalam kamar yang penuh dengan warna pink. Awas lu, Nyuk! Gue bakal buang semua koleksi film yadong lo! ancam Hyoseul dalam hati. Namun di sisi lain, Hyoseul merasakan ada sesuatu yang aneh. Sama anehnya seperti dirinya sendiri. Kenapa Sungmin menyuruh Kyuhyun keluar dan mengunci pintu kamar? Belum lagi Hyoseul mendapatkan jawaban dari apa yang menjadi pertanyaannya saat ini, ia dikejutkan oleh tindakan Sungmin yang tiba-tiba saja mengangkat tubuhnya.

“Yak! Lo mau ngapain??” teriak Hyoseul panik ketika Sungmin memanggulnya di atas pundak.
“Mau ngapain aja suka-suka gue!” timpal Sungmin seenaknya.
“Lepasin gue!” teriak Hyoseul lagi seraya memukul-mukul punggung Sungmin. Namja itu menjadi sedikit kewalahan karena Hyoseul mencoba berontak.
“Lo berat amat sih? Kebanyakan dosa lo ya?” ledek Sungmin sembari cekikikan sedikit. Hyoseul merasa tidak terima dan sedikit membentak..
“Lo yang kebanyakan dosa!” #PLAK!

 

***

 

Kyuhyun berdiri di depan pintu kamar Sungmin dengan raut wajah khawatir. Berkali-kali ia menempelkan telinganya ke daun pintu. Suara teriakan protes dari Hyoseul terdengar begitu mendominasi. Sungmin Hyung mau ngapain sih? tanya Kyuhyun dalam hati. Ia yang semula senang melihat Hyoseul dipasung dan disekap berubah menjadi begitu cemas. Apa yang akan dilakukan oleh Sungmin? Apakah ia akan memutilasi Hyoseul? Kyuhyun tidak tahu.

“Eh, ada apaan sih kok rame banget? ” tanya Eunhyuk yang keluar dari kamarnya setelah mendengar suara ribut-ribut. Tampak Donghae juga ikut keluar dari kamar.
“Itu, Hyung.. Su~Sungmin Hyung lagi sama Hyoseul di dalam.” jawab Kyuhyun takut-takut seperti layaknya maling jemuran yang sedang diinterogasi oleh hansip di kantor kelurahan. Eunhyuk dan Donghae saling menatap satu sama lain.
“Ngapain?” tanya mereka berbarengan seraya melemparkan tatapan bingung sekaligus penasaran ke arah Kyuhyun.
“Aku ga tau, Hyung. Dengerin aja deh sendiri.”

 

***

 

“Lepas! Lepas! Lepas!”
“Ga bakal! Ga bakal! Ga bakal!”

Adu mulut antara Hyoseul dan Sungmin membuat suasana dorm semakin gaduh. Hyoseul berteriak seraya memukul-mukul punggung Sungmin dengan keras. BUK!! BUK!! BUK!!
“Eh, Kampret! Jangan dipukul beneran. Sakit tau!” protes Sungmin ketika Hyoseul mengamuk semakin ganas. Bahkan kedua kaki yeoja itu menendang-nendang tak karuan sehingga lututnya membentur-bentur dada Sungmin dengan keras.
“Woy, sakit!!”

Merasa sudah tidak tahan lagi atas tindak kekerasan yang dilakukan oleh Hyoseul kepadanya, Sungmin dengan cepat membawa Hyoseul ke atas tempat tidur dan menghempaskan tubuh yeoja itu dengan keras.
BRUK!!
“Lo mau ngapain sih??” pertanyaan itu kembali dilayangkan Hyoseul kepada namja yang ada di hadapannya.
“Kan udah gue bilang, mau ngapain aja suka-suka gue.” jawab Sungmin asal. Ia sedikit meregangkan persendian di sekitar pundaknya yang agak pegal karena memanggul Hyoseul tadi. Namja itu tersenyum puas ketika melihat mimik wajah Hyoseul. Yeoja itu terlihat sangat paranoid. Hampir bisa dibilang kalau tampang Hyoseul sekarang mirip dengan Dorman dan Bokir saat sedang dikejar-kejar Suketi.

“Lo kenapa? Mana muka gahar lo?” ledek Sungmin dengan seringai yang begitu lebar. Hyoseul terdiam, kali ini yeoja itu benar-benar takut bukan kepalang. Ini ga seperti Lee Sungmin yang biasanya, pikir Hyoseul. Pikiran aneh sudah mulai memenuhi kepala yeoja itu.

 

***

 

Tok tok tok tok tok tok tok…

Eunhyuk mengetuk-ngetuk pintu kamar Sungmin dengan bertubi-tubi. Seandainya bisa, mungkin Eunhyuk juga akan menggunakan Jurus Gebrak Bumi milik Arya Wiguna untuk mendobrak pintu itu. Apa daya, ia memang tidak bisa.
“Gimana nih, cuuy…? Malah Siwon ga ada, Zhou Mi lagi di Beijing, gue ga punya power buat nolongin Hyoseul.” keluh Eunhyuk dengan nada galau mengingat saudara sepenangkarannya yang tergabung dalam The Aries Team tidak ada di dorm.
“Lo mau power? Minta ke B.A.P aja gih sono.” kata Donghae tanpa berpikir panjang.

PLETAK!!

Sebuah jitakan dengan mantap mendarat di atas ubun-ubun Donghae. Namja itu meringis kesakitan seraya mengusap-usap kepalanya yang kini berhiaskan sebuah benjol tinggi menjulang seperti tanduk unicorn.
“Ini ceritanya lagi gawat, Hae. Lo bisa ciyus dikit ga sih?” Eunhyuk melihat ke arah Donghae dengan tatapan yang begitu merendahkan sehingga membuat namja julung-julung itu juga ikut melayangkan sebuah jitakan sadis ke batok kepala Eunhyuk.

PLETAK!!

“Sakit, dodol!” omel Eunhyuk tak terima. Donghae hanya tersenyum bangga penuh kemenangan. Sementara Kyuhyun…
“Kayaknya ga lama lagi Hyoseul bakal tamat beneran kalo begini caranya.”

 

***

 

Sungmin mendengar suara ketukan di pintu kamarnya, namun ia tidak peduli. Saat ini ia hanya terfokus pada yeoja yang tengah berada di atas tempat tidurnya. Hyoseul, yeoja itu menjuruskan sebuah tatapan ngeri ke arah Sungmin. Mit-amit jabang bayi, ting-bating salalana dah kenapa suasananya jadi ga nyante begini? gumam Hyoseul dalam hati.

“Enaknya lo gue apain ya?” mata Sungmin mengerling ke atas seraya menggaruk-garuk dagunya sendiri yang tidak gatal dengan jari telunjuk. Ia tengah memikirkan hukuman apa yang akan ia berikan kepada Hyoseul karena sudah menghina warna pink kesayangannya.
“Aha! Gue tau!” kata Sungmin kemudian. Dahi Hyoseul mengerut ketika melihat namja itu mengambil tambang jemuran yang semula digunakan untuk mengikat dirinya di kursi. Ia juga melihat Sungmin mengambil lakban berwarna pink seperti yang tadi digunakan untuk membungkam mulutnya.

“Mau ngapain lo?!” Hyoseul yang sudah teramat sangat parno membentak Sungmin yang mendekatinya dengan tambang dan lakban.
“Ya ampyuun…” Sungmin memutar bola matanya.
“Eh, lo udah 3 kali ngasih pertanyaan kayak gitu ke gue. Gue kan udah bilang, mau ngapain aja suka-suka gue. Belum puas juga lo?” Sungmin tampak BT. Tidak mau terjadi sesuatu, Hyoseul segera mengeluarkan ancaman…
“Kalo lo berani ngapa-ngapain gue, gue bakal~”
“Bakalan apa? Hah? Lo bakal ngaduin gue ke si Kuda Sumbawa itu? Gue ga takut!” Sungmin memotong ucapan Hyoseul.
“Siwon ga ada, Zhou Mi ga ada, Eunhyuk ga bisa ngapa-ngapain. Teman-teman Aries lo ga ada yang becusan bantuin lo. Apalagi teman koalisi lo tuh, yang ngakunya Pink Hater tapi di teaser Mr.Simple malah pake baju pink (baca: Donghae). Cemen. Ga punya nyali.” Sungmin membabat habis semua bala bantuan yang selama ini Hyoseul andalkan jika terjadi sesuatu.
“Apalagi si Bontot Demit, dia udah takluk sama gue.” katanya lagi seraya membusungkan dada.

“Lee Sungmin, lo kampret!” umpat Hyoseul kesal. Tak terpengaruh, Sungmin hanya menimpali umpatan Hyoseul dengan santai..
“Sumpeh lo? Berarti gue kampret ter-unyu yang pernah ada di dunia donk ya? Hahahahahahahahaha…….” tawa Bonamana (?) Sungmin menggelegar. Sama menggelegarnya seperti saat Gatotkaca membelah langit di arena Kuruserta. Hyoseul menatap Sungmin il-feel. Buset dah nih orang masih punya waktu juga buat narsis-narsisan, keluhnya. (==”)

“Udah, mendingan kita mulai aja sekarang.” kata Sungmin dengan tidak sabaran.
“Mu~mulain apaan nih?” tanya Hyoseul yang kembali dilanda parno tingkat Dewa Bujana (?).
“Dari tadi lo kan neriakin kata ‘neraka’ terus. Sekarang, gue mau tunjukin sama lo kayak apa neraka yang sesungguhnya.” jawab Sungmin santai seraya membentangkan seutas tambang jemuran tetangga dengan kedua belah tangannya. Hyoseul mendadak kena stroke (?), ia gemetaran melihat seringai Iblis milik Kyuhyun tertampang dengan WOW di wajah Sungmin.
“Welcome to the HELL!” kata Sungmin yang kemudian langsung melompat ke atas tempat tidur.
“ANDWAEEEEEE…………!!!!!!!!!” #PLAK!

 

***

 

“Hyung, buka pintunyaa….! Sungmin Hyuuung……!!” Donghae berteriak seraya menggedor-gedor pintu kamar Sungmin dengan sangat panik ketika mendengar suara jeritan Hyoseul. Tidak hanya Donghae saja, Kyuhyun dan Eunhyuk juga jadi kalang-kabut dibuatnya.
“Hyung, jangan, Hyung…! Bukan muhriim…!” #PLAK! Tidak ada respon sama sekali dari Sungmin. Walaupun Kyuhyun dan Donghae sudah menggedor-gedor pintu kamar dengan gaya Densus 88 saat akan menggrebek sarang teroris, semuanya tidak membuahkan hasil.

BRAK! BRAK! BRAK!

Riuh suara pukulan di pintu menambah suasana di dorm semakin menegangkan. Hingga kemudian..
“Eh, denger deh..” kata Eunhyuk seraya meminta Donghae dan Kyuhyun menghentikan Jurus Gebrak Pintu (?) yang sedang mereka praktekan.
“Kunaon, Hyung?” tanya Kyuhyun heran.
“Kok suara Hyoseul ga kedengaran lagi ya?” Eunhyuk malah balik bertanya. Kyuhyun dan Donghae segera menempelkan telinga mereka ke daun pintu dan mendengarkan dengan seksama apa yang terjadi di dalam kamar.
“Ga ada suara sama sekali, Hyung.” lapor Kyuhyun seraya mundur menjauh dari pintu.

“…Lo nikmatin deh tuh neraka…”

Suara Sungmin tiba-tiba saja terdengar. Kyuhyun kembali menempelkan telinganya ke daun pintu, tapi suara Hyoseul masih belum terdengar.
“Kok sepi?” Eunhyuk mengerutkan dahinya. Keadaan di dalam sana sudah benar-benar sunyi. Tidak ada suara sama sekali. Donghae pun jadi bergidik ngeri dibuatnya..
“Hyuk, gimana gimana nih? Jangan-jangan..”

Merasa ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi di dalam sana, Eunhyuk pun kembali menggedor-gedor pintu kamar Sungmin dengan membabi buta. BRAK! BRAK! BRAK!
“Miiin, bukaaaa….!!” teriak Eunhyuk. Kyuhyun dan Donghae juga tidak mau kalah..
“Hyuuung, buka, Hyuuuung……!!!”
“Sungmin hyuung, bukaaaaaa……!!!”

“Miiin, buka pintunyaaaa……!!! BAGI-BAGI GUE DIKIT NAPAAAAAA………!!!!!” #PLAK!

 

***

 

KIKUK! KIKUK! KIKUK! KIKUK!

Suara kicauan burung yang terdengar begitu annoying -yang bersemayam di dalam sebuah jam weker- membuat kedua mata Hyoseul terbuka. Tampak ada seberkas cahaya putih yang sangat terang menusuk matanya.
“Hadooh.. Berisiik!!” #PLAK! Hyoseul meraih weker pink yang terpajang di atas meja kecil di samping tempat tidur lalu melemparnya jauh hingga hancur berantakan.

PRANG!!

“Ganggu tidur gue aja lu. Kampret!!” Hyoseul yang masih dikuasai rasa kantuk mengumpat kesal. Ia ingin melanjutkan mimpi indahnya yang sempat tertunda. Yeoja itu menarik selimut tebal yang menutupi tubuhnya dan memeluk erat sebuah boneka beruang besar berbulu halus yang berada di sampingnya. Hyoseul diselimuti kehangatan dan kenyamanan yang membuatnya kembali memejamkan mata. Namun beberapa detik kemudian..
“Eh?”

Mata Hyoseul terbuka lebar. Ia mengamati kedua belah tangannya. Nampaknya yeoja itu baru menyadari kalau ikatan di tangannya sudah terlepas. Kemudian Hyoseul meraba bibirnya sendiri, sudah tidak ada lakban yang menempel dan menutupi mulutnya. Yeoja itu terdiam dan mencoba mengingat apa yang telah terjadi kepada dirinya semalam.
“Sungmin.” ia mengucapakan nama Lee Sungmin ketika berhasil mengingat semuanya. Semalam Sungmin memang mengikat dirinya di atas tempat tidur dan menempel rapat mulutnya dengan lakban. Setelah itu, dengan nyenyaknya Sungmin tidur di sofa dan membiarkan Hyoseul terikat sampai akhirnya yeoja itu ketiduran akibat terlalu lelah memberontak -mencoba melepaskan ikatan di tangannya. Awas deh lo, Min, kalo ketemu ketemu bakal gue gatak lo! dendam di dalam hati Hyoseul kembali menyala. Ia mendengus kesal lalu memukul-mukul boneka besar yang semenjak tadi dipeluknya.
“SEBEL!! SEBEL!! SEBEEEEEEL!!”

Namun, ketika Hyoseul sedang khusyuk melampiaskan kekesalannya terhadap Sungmin melalui boneka beruang itu, Hyoseul menyadari sesuatu..
“Eh?” wajah Hyoseul yang semula gahar berubah menjadi cengo. Ia memperhatikan ke sekelilingnya dengan seksama. Wajah Hyoseul akhirnya berubah warna (?) menjadi merah padam ketika dirinya menyadari bahwa boneka yang dipeluknya dan selimut yang menemani tidurnya semuanya berwarna pink! #WHAT???

“ANDWAEEEEEEEEEE………………!!!!!!!!!!” #PLAK!

Hyoseul kalap. Terlebih lagi karena tidak hanya satu atau dua benda saja yang berada di sana, tetapi juga ada sekitar 3 lapis selimut dan 10 boneka dalam berbagai ukuran. Semuanya berwarna pink. Hyoseul dibuat semakin kesal dan marah sehingga dengan membabi buta, yeoja itu melempar dan menendang-nendang semua benda-benda itu ke segala arah.
“Aaaaaaaaaarrrrrrggghhh…..!” #lebay.

“Gue harus bikin perhitungan, gue bakal presto tuh si Sungmin!” dendam (?) Hyoseul semakin menjadi. Yeoja itu melihat ke kiri, ke kanan dan ke semua penjuru arah mencari keberadaan Sungmin. Namun ia tidak melihat makhluk (?) itu di sana. Ia justru mendapati secarik kertas berwarna pink tergeletak di atas meja di samping tempat tidur.
“Kertas apaan nih?” Hyoseul segera meraih kertas pink itu dan membaca isinya…

“Udah bangun lo? Bagus deh kalo udah. Soalnya kalo ga bangun berarti lo udah almarhum donk ya? Hahaha… Gue tau lo pasti lagi ngamuk di dalam kamar gue kan? Silakan aja, gratis kok :p”

“Apa-apaan sih nih orang? Gaje banget!” komentar Hyoseul ketika membaca bagian awal dari surat yang ditinggalkan oleh Sungmin.

“Kalo lo lapar, lo ga usah khawatir, gue udah siapin persediaan makanan kok buat lo. Makanan favorit lo, mie instant cup. Semuanya gue simpan di lemari. Kalo mau makan, lo tinggal seduh aja pake air panas dari dispenser. Ga usah takut kelaparan, mie-nya cukup kok untuk makan 3 hari.”

“Buat 3 hari? Ga salah nih orang? Banyak amat?”

“Soalnya sampai lusa Super Junior bakalan ada di Jepang buat konser. Kita semua berangkat hari ini. Pesawatnya take-off jam 6 pagi. Jaga dorm baik-baik yaa… :D”

“MWO???” #PLAK!

Mata Hyoseul terbelalak ketika membaca bagian penutup dari surat itu. Jepang? 3 hari? Jam 6 pagi? pertanyaan-pertanyaan seperti itu bergantian menyerang kepala Hyoseul. Tapi yang paling mengganggu adalah pertanyaan yang terakhir. Hyoseul segera turun dari tempat tidur dan meraih jam weker yang sedang tergeletak merana di atas lantai -yang ia banting hingga hancur berkeping-keping. Beruntung, jam itu masih berfungsi walaupun sudah tak berbentuk lagi.
“Jam 6… Jam 6… Jam 6…” ulangnya secara tak sadar. Yeoja itu berharap ini belum jam 6, tapi TER-NYA-TA…

“JAM 8???” #PLAK!

Hyoseul panik, yeoja itu segera berlari menuju pintu -hendak keluar dari kamar. Namun malang bagi Hyoseul karena pintu kamar Sungmin sudah dikunci dari luar.
“BUKAAAAAAAA…………!!!!!!!!” BRAK! BRAK! BRAK! Hyoseul memukul-mukul daun pintu dengan keras -berharap ada seseorang yang dapat mendengarnya dan akan mengeluarkannya dari dalam sana.
“BUKAAAAAAAA……….!!!!!!!!” Tapi hasilnya nihil, kendati sudah mengeluarkan scream pamungkas ala M-Shadows, tidak ada satupun orang yang mendengar. Dorm Super Junior benar-benar sepi tak berpenghuni.

Lelah berteriak, Hyoseul akhirnya menyerah. Yeoja itu kini hanya bisa bersandar pada pintu dan pasrah menerima nasib yang harus dijalaninya -terkurung selama 3 hari di dalam kamar yang dipenuhi dengan warna pink. Mungkin inilah yang dimaksud Sungmin dengan “neraka yang sesungguhnya”. Dan ya, bagi Hyoseul ini benar-benar neraka.
“Ooohh…. Ya nasib, ya nasiiib… mengapa begini..?” dendangnya menyanyikan sebuah lagu dangdut karya Bang Haji Rhoma Irama (?) untuk mengusir kegalauan (?).

Kedua mata Hyoseul menjelajah ke seluruh penjuru kamar. Semuanya hanya ada warna pink. Ia merasa heran, kenapa Kyuhyun bisa tahan tidur sekamar dengan Sungmin? Andai dirinya yang jadi Kyuhyun, mungkin ia akan memilih tidur di ruang tengah daripada harus ditemani Sungmin dan benda-benda pink miliknya. Kenapa Sungmin harus menyukai warna pink? Kenapa tidak warna lain saja? Ah, tapi kalau dipikir-pikir lagi, apa haknya untuk melarang seseorang menyukai sesuatu? Seperti orang yang baru diberi petuah oleh Ki Semar (?), Hyoseul akhirnya sadar kalau selama ini dirinya salah. Ia tak seharusnya mencela hak orang lain. Bukankah semua orang memiliki hak? Ia juga pastinya tidak mau ada orang yang mencela haknya hanya karena asas tidak suka. Ma’afin gue, Min, gue emang salah, sesalnya.

Sejenak, hati Hyoseul merasa sedikit tenang oleh introspeksi kecil-kecilan yang dilakukannya. Rasa dendamnya terhadap Sungmin berangsur-angsur mulai berkurang. Ia juga tidak akan marah kepada Sungmin sekembalinya Super Junior dari Jepang nanti. Toh ia tetap mendapatkan haknya sebagai seorang pink hater.
“Mendingan gue mandi aja dulu deh.” kata Hyoseul seraya berjalan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar Sungmin. Ia mendekati sebuah westafel untuk mencuci muka dan menggosok gigi, akan tetapi…

“Eh?” mata Hyoseul membulat ketika melihat bayangannya sendiri di depan cermin.
“Apa-apaan nih..?” Hyoseul merasa tak percaya dengan apa yang baru dilihatnya. Seketika semua ketenangan hati yang baru saja didapatkannya langsung musnah dan kembali berubah menjadi amarah. Sebuah deathglare yang begitu menggelora (?) tercipta dan menyelimuti seluruh tubuh yeoja itu. Entah memang karena ia bodoh atau apa, Hyoseul baru menyadari kalau rambut panjangnya yang semula berwarna hitam berkilau kini berubah menjadi merah muda.

“LEE SUNGMIIIIIIIIIIIIIIIIIIN……………..!!!!!!!!!!!!!” #PLAK!

 

 

 

 

 

~ THE END ~

Iklan

8 responses to “fanfiction | PINKY HELL

  1. hahahaha
    Thor kamu beneran gak suka warna pink
    Kalo bener berarti kamu masuk kamar aku sama aja masuk neraka kayak dicerita yang kamu buat,soalnya kamarku pink semua,lemari,seperai,selimut,cat dinding,kotak pensil,bolpoin,baju tidur,handback,gantungan hp dan banyak deh.Pokoknya aku pinky lover kekeke

    Suka

  2. aq baru baca yg inihh… Lg2 bikin aq gemezzz >_< aq kira ming mau yadongin (?) hyoseul, ngga twnya cm mau diikat ajjahhh…… aq jd suka sama MinSeul kopel nih kayanya, unn. ngga ada nc seulwon, nc minseul jg ngga papa xexexe /damai, unn, damai/ 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s