fanfiction | THE DAMAGE

Author : Shin Hyoseul (@ladymodrus).
Genre : Thriller, Fantasy (dua-duanya ga yakin banget).
Cast : Andrew (Siwon) & Scarlett (OC).
Lenght : Drabble.
Rate : T, PG-15.

Annyeong-onyong-onyong… 😀 Kali ini Author bawa Drabble yang merupakan debut pertama bagi cast bernama Scarlett Jaqueline Winchester yang tidak lain dan tidak bukan adalah nama Western dari Shin Hyoseul #GUBRAK!! XD Semoga readers suka. Hehehe… #ngarep.com 😀

Desclimer : All cast mutlak milik Allah The Almighty, cuma FF ini yang mutlak milik Author. DILARANG COPAS TANPA SEIZIN AUTHOR APALAGI TANPA CREDIT. Don’t you ever claim it as yours!
WARNING!! Typo(s), OOC, non-EYD, bahasa tidak baku, cerita tidak menarik dan lain sebagainya.

No Bashing!!
^^ HAPPY READING ^^

pizap.com10.34571479912847281372501787562

###

 

 

 

 

Gelap, itulah kesan pertamaku ketika memasuki rumah. Tidak seperti biasanya istriku mematikan lampu ruang tamu pada jam segini. Ini masih terlalu sore.
“Scarlett?” panggilku mencarinya. Tidak ada jawaban. Apa mungkin dia sudah tidur? pikirku.
“Sayang, aku pulang…” kataku lagi. Namun masih tidak ada jawaban. Tanganku meraba-raba tembok di dekat pintu -mencari saklar untuk menyalakan lampu.

KLEK.

Lampu menyala, keadaan yang semula gelap gulita kini berubah menjadi terang oleh cahaya yang berasal dari sebuah lampu besar yang tergantung di tengah langit-langit ruangan. Semula aku berpikir akan menemukan Scarlett sedang tertidur di atas sofa seperti bagaimana biasanya. Ternyata aku salah. Aku justru mendapati ruang tamu rumah kami dalam keadaan hancur berantakan. Pecahan kaca berserakan dimana-mana, sofa tempat aku dan Scarlett biasa menghabiskan waktu bersama berada jauh di dapur -menimpa meja dapur, piring dan gelas yang juga hancur berantakan. Ada apa ini? Apa yang telah terjadi? tanyaku dalam hati. Pasti ada seseorang yang telah masuk ke dalam rumah ini dan mengobrak-abrik semuanya. Scarlett. Dimana dia? Aku harus mencarinya! Aku takut telah terjadi sesuatu kepada istriku.

Segera kuberlari menaiki anak tangga yang pegangannya sedikit patah menuju ke lantai atas. Dengan terburu-buru, aku berjalan menuju kamar utama. Jantungku seperti ditabuh dengan sangat keras karena dihinggapi rasa khawatir terhadap keselamatan Scarlett. Tanpa membuang banyak waktu lagi, aku segera masuk ke dalam kamar kami. Namun ketika aku membuka pintu kamar, aku justru mendapati situasi yang jauh lebih parah dengan apa yang kutemui di ruang tamu di lantai bawah tadi. Sebagian besar dinding kamar yang terbuat dari kayu hancur dan tidak ada tanda-tanda keberadaan Scarlett. Aku bergegas masuk ke dalam kamar mandi, tetapi istriku juga tidak berada di dalam sana. Aku hanya menemukan ikat rambut miliknya tergeletak di atas lantai.

Aku tahu aku harus tenang, tapi dengan menghilangnya Scarlett membuatku tak mampu berpikir. Aku sama sekali tidak tahu harus berbuat apa. Dimana dia sekarang? Apa yang sebenarnya telah terjadi? Siapa yang telah melakukan semua ini? Pertanyaan seperti itu bertubi-tubi menghujam kepalaku silih berganti. Aku hanya bisa menjambak rambutku sendiri karena kesal akan kebodohanku. Aku telah gagal melindungi istriku.
“Ya Tuhaan…” ucapku lirih. Aku memungut ikat rambut berwarna hitam itu dari atas lantai dan mengepalnya erat di dalam genggamanku. Aku ingat belakangan ini Scarlett sering berkata aneh. Ia selalu menanyakan apakah aku akan tetap menerima ia apa adanya? Dan apakah aku akan tetap mencintainya apapun yang terjadi? Aku sama sekali tidak mengerti maksud dari perkataannya. Dan kini aku baru menyadari bahwa itu adalah sebuah pertanda dari semua ini.

“Scarlett…” aku tak sanggup lagi berdiri. Aku tenggelam di antara kebingungan, kesedihan dan penyesalan. Aku hanya bisa duduk bersandar di sisi bathub tempat Scarlett biasa berendam. Wajahku terasa panas, air mataku mengalir dengan begitu saja tanpa diperintah. Aku merasa sangat kacau, bodoh dan tak berguna. Sesuatu yang buruk telah menimpa istriku dan aku tidak bisa berbuat apa-apa.

BRUGHH!!!! BRAKK!!!!

Ratapanku berakhir ketika aku mendengar ada suara gemuruh dari dalam kamar. Dapat kurasakan pula rumah ini sedikit berguncang ketika suara itu muncul. Aku bangun dari lantai dan bergegas keluar dari kamar mandi untuk melihat apa yang terjadi. Dan betapa terkejutnya aku ketika melihat atap rumah kami ambruk dan menimpa tempat tidur. Seorang pria berjas hitam dan berperawakan besar tampak tergeletak tak berdaya di antara reruntuhan. Wajahnya basah dan melepuh seperti habis disiram oleh air keras. Ia sedikit mengerang dan tubuhnya gemetar. Dengan langkah ragu, aku melangkahkan kakiku mendekati pria itu. Namun, ketika aku hampir sampai…

“MENYINGKIR…!!!” sebuah suara memintaku untuk pergi menjauh dari pria asing itu. Aku reflek mundur dan menjauhi tempat tidur. Tak lama kemudian, datanglah seorang wanita muda melompat dari atas atap dan jatuh menindih tubuh pria berbadan besar itu.

BRUGHH!!!

Si pria meronta hebat ketika melihat tangan wanita itu menggenggam sebuah benda. Itu pasak perak! pekikku dalam hati. Kedua mataku membulat ketika melihat benda aneh itu -yang kupikir hanya ada di dalam film. Pria itu menjerit, berteriak lantang dengan bahasa yang tidak aku mengerti. Dan ketika mulutnya terbuka, aku dapat melihat ada sepasang taring di antara jajaran giginya. Taring yang panjang dan runcing. Wanita berpiyama biru itu memukul wajah pria di bawahnya dengan sangat keras menggunakan tanggannya. Dan sesaat kemudian, aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri bagaimana ia menghujamkan pasak perak yang digenggamnya tepat ke dada kiri pria bertaring tersebut.

“AAAAAAAAAAAA………………!!!!!!!!!” pria itu menjerit panjang dengan suara yang begitu memekakan telinga. Aku menutup kedua telingaku karena suara jeritannya membuat telingaku sakit. Wanita itu menusukkan pasaknya semakin dalam menembus jantung sehingga membuat pria yang tergeletak di bawahnya menggelepar kesakitan. Dan tiba-tiba saja, seluruh wajah dan tubuh pria itu dipenuhi oleh banyak luka yang entah dari mana datangnya. Semua luka itu seketika langsung mengering dan menghanguskan tubuh pria itu tanpa ada sisa.

Aku terperanjat melihat apa yang baru saja terjadi di depan mataku. Apakah aku baru saja melihat Vampir? pikirku. Aku hanya bisa terpaku melihat wanita itu. Ia membuang pasak perak yang semula digenggamnya entah kemana. Dan dengan napas terengah, wanita itu turun dari atas tempat tidur dan berjalan dengan langkah gontai ke arahku. Ia berhenti tepat satu meter di depanku. Aku tidak bisa mempercayai semua yang telah kulihat, namun ini memang nyata dan aku juga sedang tidak bermimpi.
“Andrew.., kau sudah pulang rupanya.” ucapnya seraya melemparkan senyum seadanya ke arahku. Aku sama sekali tidak tahu harus berkata apa. Aku hanya menghampirinya dan memeluk erat tubuhnya yang lemah…

“Scarlett… Syukurlah kau tidak apa-apa.”

 

 

 

 

~THE END~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s