puisi | BALADA ES CAMPUR

[Tangerang, 9 Februari 2011]

 

 

=BALADA ES CAMPUR=
{by : Silvia Indriani/Shin Hyoseul/Lady Modrus Grande Dame}

Habis kata, mulut membusa
lalu apa?
Menenteng toak dan melatahi orang?
Tak puas, lantas bikin api unggun dimana-mana

Esok atau setahun lagi,
atau seabad lagi, apa bedanya?
Baik jadi hantu saja!
Toh, Tuan lebih suka tokek bernyanyi
ketimbang tawa anak sendiri,
apalagi suara tangis

Es campur di pinggir jalan
satu sendok pun Tuan tak habis
Sisanya meleleh, disemuti
mana peduli?

Ah, nasib!

 

 

 

 

ps : copas wajib mencantumkan credit/source.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s