fanfiction | IN MORNING

Ini adalah salah satu FF karya seorang teman, namanya Dwi Maharani Aprilia. Enjoyy… 😀

 

 

siwon-ngopi

Title                 : In Morning

Cast                :

–           Choi Siwon

–           Shin Hyoseul

 

Aku menggeliat saat mencium aroma kopi dan tah hijau menjadi satu menelusup kedalam indera penciumanku. Dengan malas aku membuka mata dan menemukan seseorang tengah menumpukan dagunya diatas tangannya yang terlipat dipinggir ranjang.

 

“Morning nyonya Choi,” sapanya dengan sebuah senyum manis terukir dibibir seksinya dan sebuah lesung terpatri indah dikedua pipinya, sangat tampan.

 

Aku menyukai dia saat tersenyum kepadaku tapi aku benci saat dia harus membagi senyumannya dengan wanita lain karena itu akan membuat para wanita meleleh dan ingin memlikinya. Tapi itu adalah resiko istri seorang idola yang harus membagi senyuman, suara bahkan tubuhnya kepada para fans. Tubuh? Ya, aku harus rela membagi tubuh atasnya dengan para fansnya untuk fans service diatas panggung. Sebenarnya aku tak terlalu suka dengan aksinya yang satu itu karena menurutku senyumannya saja sudah merupakan fans service.

 

“Morning tuan Choi,” ucapku seraya mencium bibirnya sekilas membuat senyumnya semakin melebar. Aku bangun dan duduk bersila ditangah ranjang.

 

“Sayang hari ini aku ada jadwal,” sesalnya. Dia bangun dari posisinya lalu mengambil cangkir dari atas nakas lalu memberikannya padaku. Harum khas teh hijau langsung menyerbu indera penciumanku saat aku mulai menyesapnya. Aku sangat suka minum teh hijau dipagi hari mungkin karena dulu eomma selalu menyediakannya setiap pagi untukku.

 

“Terima kasih untuk tehnya, sangat nikmat,” ucapku seraya mengangkat keatascangkir teh yang sudah setengah kosong ditanganku.

 

Dia tersenyum dibalik cangkir kopi yang sedang disesapnya. Berbanding terbalik denganku yang menyukai minum teh hijau dipagi hari, dia sangat menyukai minum espresso dipagi hari dengan ditemani sepotong waffle cokelat. Semenjak kami menikah aku jadi terbawa oleh kebiasaan paginya memakan waffle dengan ditemani secangkir teh hijau.

 

“Jangan sungkan nyonya Choi. Kau patut diberi penghargaan untuk usaha keras mu tadi malam,” ucapnya setelah selesai menyesap kopinya. Dia mengerlingkan sebelah matanya padaku.

 

“Aku hanya melakukan apa yang seharusnya seorang istri lakukan.” Aku merenggangkan otot-otot ku yang terasa kaku akibat aktivitas kami semalam.

 

“Mandilah. Aku akan membuatkan waffle untuk sarapan kita.” Aku mengangguk seraya menguap. Dia mengambil cangkir yang ada ditanganku lalu berjalan meninggalkan kamar.

 

***

 

Setelah selesai membersihkan diri aku turun untuk menikmati waffle-ku. Ku lihat dia sedang menuangkan teh kedalam cangkir. Walaupun dia seorang idola tapi dia tidak malu saat mengenakan celemek karena menurutnya dia terlihat lebih seksi saat memakai celemek dan memasak didapur.

 

“Kau selalu saja berhasil membangkitkan selera makanku. Walau hanya dengan sepotong waffle.”

 

Dia menoleh kearahku, “Itulah keahlianku,” sahutnya bangga diikuti sebuah kekehan darinya.

 

Aku mengitari meja makan lalu duduk disalah satu kursi, “Ini sangat lezat,” ucapku sesaat setelah aku menggigit waffle yang ada diatas piringku. Ini salah satu keahliannya yang membuatku semakin jatuh cinta kepadanya. Walaupun waffle-nya tak selezat buatan cafe tapi waffle-nya selalu berhasil membuatku ingin lagi, lagi dan lagi.

 

“Tapi kau lebih lezat,” godanya membuat pipiku merona. Dia selalu saja berhasil membuatku merona dengan rayuannya.

 

“Berhentilah terus menggoda ku tuan Choi atau aku akan memastikan kau melewatkan jadwalmu itu.”

 

Dia terkekeh seraya menyuap potongan terakhir waffle-nya kedalam mulut. “Baiklah jika itu keiginanmu, aku akan membatalkan jadwal ku dan menggoda mu sepanjang hari.” Dia menekan beberapa digit angka diatas layar ponselnya.

 

“Andwae. Kau tak boleh melakukan itu Choi Siwon lagi pula hari ini aku ada janji dengan Chan Rin ke toko buku,” larangku. Sebenarnya ke toko buku hanya alasanku semata karena kalau tidak seperti itu dia akan nekat untuk batalkan jadwalnya hari ini.

 

Dia tertawa, “Baiklah nyonya Choi. Aku hanya perlu menghubungi manager hyung untuk menanyakan jadwal ku hari ini. Siapa tahu aku bisa pulang cepat untuk menggodamu.” Dia mengerlingkan sebelah matanya pada ku sebelum berbicara dengan manager hyung lewat telepon.

 

Aku bernajak dari tempat dudukku seraya membawa piring kosong punya ku dan punya Siwon oppa dan mencucinya. Saat aku selesainya aku mendengar dia sudah selesai bicara dengan manager hyung ditelepon.

 

Dia berjalan kearahku lalu memeluk ku, “Aku akan makan malam dirumah jadi kau harus menyiapkan makanan yang lezat untuk ku dan jangan lupa makanan penutupnya.” Dia merenggangkan membuat ku mendongak dan menemukan senyumannya yang begitu lebar lalu mengerlingkan sebelah matanya kemudian mendekap ku dalam pelukan hangatnya.

 

Eomma.” Aku melepaskan pelukan ku dan tersenyum saat melihat seorang anak perempuan lari kearahku dengan senyuman polos dan sebuah lesung dikedua pipinya. Dia adalah duplikat kecil dari ayahnya, bukan hanya wajah, alis dan rambut hitam ayahnya. Gyuri juga mempunyai senyuman dan lesung pipi milik ayahnya. Aku berjongkok untuk memeluknya lalu menggendongnya.

 

“Kau selalu saja mengganggu kesenangan Appa,” ucap Siwon oppa pura-pura kesal karena Gyuri pulang lebih awal dari jadwalnya.

 

“Apa waktu seminggu belum cukup untuk bulan madu kedua kalian?” celetuk Eommonim yang baru saja masuk. Aku sedikit membungkuk seraya tersenyum mendengar pertanyaannya itu.

 

Siwon oppa langsung berjalan kearah Eommonim lalu memeluknya sebentar kemudian menghelanya untuk masuk. “Mana mungkin cukup. Aku hanya menikmati eberapa malam saja dirumah dan sisanya aku harus memenuhi jadwalku,” ucap Siwon oppa dengan sedikit kecewa.

 

Ini baru seminggu setelah aku dan Siwon oppa meninggalkan Gyuri dirumah Eommonim dan itu merusak rencana kami berdua yang ingin menghabiskan waktu berdua seperti sebelum kami memiliki Gyuri, mungkin dia bosan disana.

 

“Jangan mengeluh. Itu jalan yang kau pilih dan kau harus profesional,” nasehat Eommonim yang dimengerti Siwon oppa hanya dengan anggukan. Ternyata sifat manjanya kepada Eomma-nya tak pernah hilang malah semakin menjadi menurutku.

 

Eomma, aku lapar.” Gyuri mengelus perutnya dengan wajah sangat menggemaskan. Kakinya menendang-nendang perutku.

 

“Gyuri~ah, jangan menendang perut Eomma, nanti adiknya kesakitan.” Siwon oppa langsung mengambil alih Gyuri dari gendonganku.

 

“Kau hamil?” tanya Eommonim dengan nada tidak percaya. Gurat kebahagian terpatri diwajahnya yang mulai menua dan senyuman tak lepas dari bibirnya. Aku menggangguk dengan malu.

 

Hal yang paling berharga didunia ini bukanlah uang maupun emas tapi senyum dari oang yang terkasihlah yang membuat hidupmu berharga.

 

-END-

Iklan

4 responses to “fanfiction | IN MORNING

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s