puisi | BIRU

[Tangerang, 2 November 2013]

 

 

=BIRU=
{by Silvia Indriani/Lady Modrus/Shin Hyoseul}

Membisu dalam bising api
dan menapaki kosongnya hari

Ah, tak sekosong itu, Cintaku
Bukankah kuterperas hingga runtuh?
Bukankah ku hanya setetes keringat hampa?
Hampa dalam gelap yang dipeluk terangnya cinta

Mampukah kupecahkan kegelapan itu,
yang telah lama membelenggu?
Akankah cintamu cukup bagiku?
Cukupkah ia tuk redam cintaku
yang terhunus tajam,
menyayat cinta lain yang datang
dan menghempas kilauannya di matamu?

Biru tak seburuk itu, Cintaku
Bukankah naungan Biru di langit-Nya
dan dalam kubangan dunia
telah memelukmu seerat yang ia mampu?

Jika dekap itu belenggu bagimu,
maka biarkanlah aku…
Biarkanku sekali lagi mendekapmu
Bila tiba saat kaulepas
ku telah menyatu dalam bayangmu
Kan kukecup indahnya Biru
hingga tiba saatku berlalu.

ps : copas wjib credit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s