Fiksi Non-FF | LAST EMBRACE

Author : @ladymodrus.

***

battle-stalingrad-ww2-second-world-war-illustrated-history-pictures-photos-pictures

— Stalingrad, 1943 —

Suara itu mengiang-ngiang di telinganya, “Ayah bangga padamu, Nak.” Sesosok bayangan pria renta berambut putih dengan guratan usia di wajahnya datang dan pergi secepat kilat di antara riuhnya suara senapan mesin dan lesatan peluru.

Pemuda berseragam militer Pasukan Merah Uni Soviet dengan rambut ebony dan beberapa luka gores di wajahnya itu tetap berjalan. Dengan gontai dan lamban, ia melangkahi mayat-mayat segar yang terkulai hampir di sepanjang jalan. Tanpa mempedulikan timah panas yang bisa saja mengenainya, pemuda itu tetap menggerakkan kakinya menuju seseorang di ujung jalan sana.

Rasa sakit di perut yang ia rasakan sedikit menghambat laju langkahnya. Sejenak tubuhnya membungkuk ketika rasa nyeri dan panas itu datang menyiksa. Membuat napasnya tersengal, seolah ada suatu benda mengganjal yang menghalangi jalan masuk udara menuju ke paru-parunya. Tangan kanannya—yang semenjak tadi menekan titik rasa sakit tersebut—menjadi kotor dan basah oleh cairan merah pekat berbau anyir. Pandangannya mulai buyar, dan pemuda itu pun terjatuh menyentuh tanah yang basah oleh salju yang mulai mencair.

Ini hanya beberapa meter saja sebelum ia sampai ke sana—tempat pria itu berada. Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, pemuda itu merangkak, meraih langkah dengan kedua tangannya. Luka yang ia derita sama sekali bukan penghalang berarti yang bisa menghentikannya untuk sampai ke sana; tempat dimana seorang pria tua tengah terbaring tak bernyawa dengan isi perut terburai akibat tembakan mortir.

“Ayah…” pemuda itu berhasil sampai dan meraih kaki ayahnya, memeluk pria tua itu dengan segala cinta dan kasih sayang yang ia miliki. Tetesan airmata sudah tak berarti lagi, ayahnya telah pergi.

Bising senapan yang begitu memekakkan telinga, serta rasa sakit yang menderanya berangsur-angsur menghilang hanya dengan memeluk sang ayah. Dan seiring dengan berlalunya hari yang kejam, berlalu pula satu hebusan napas terakhirnya menuju keabadian.

THE END

Iklan

4 responses to “Fiksi Non-FF | LAST EMBRACE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s