puisi | MATI

[TANGERANG. Minggu, 9 Maret 2014]

black-hawk-down-original

=MATI=
by : Lady Modrus

Menghentakku dalam samar hari
melompati garis tipis;
jeda antara Kau dan aku
Meresap dalam pilu,
menanam ikhlas di hati;

aku sudah mati

Tertatih mengikis waktu,
rapat terbelenggu kelam harap
Retak kalbu mata melekat
cumbui sayap-sayap patah
mendamai dikalam gersang bumi

Di ujung cahaya-Mu aku memupuk
kepingan asa dan
berinya bentuk
Namun andaipun sepekat darah,
tetaplah menunduk dan rebah
di dasar palung
temani suram sehingga
masa bertiup dan menghitam

Hitam…

Dalam hitam ia mengalun, menghambur
tenang bersahaja di pelukan-Mu
Memecah lagi kepingan dan
kian merapuh,
terenyuh,
jatuh,
remuk tak berbentuk

Dan di akhir gelap-Mu, kumengapit
jiwa dan hati berserakan,
berdesau lirih mengemis
menanti kepastian

Bila tiba cahaya sang pagi,
aku tahu, Tuhanku,
aku sudah mati

MATI

Mati dari rapuhku
meremas jiwa sepenuh kemarin
Mati dari jatuhku
menyayat diri semalam sungguh

Maka menghentakku dalam samar hari
melompati garis tipis
dari hidup menuju mati

Mati rasa untuk berhenti.

Iklan

2 responses to “puisi | MATI

  1. apakah ini tentang risalah hati seorang prajurit? hanya mencoba menebak dari gambar dan isi puisinya saja 🙂

    nice poetry

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s