fanfiction | ALL THE DREAMS ABOUT YOU Chapter-2

allthedreamsaboutyou3

 

 

Author : @ladymodrus
Genre : Romance, Friendship, Fantasy
Cast (in this part) : Choi Siwon, Lee Hyukjae, Park Daejia (OC)
Length : Chaptered
Rate : PG-17
Cover : Bbon Art

***

CHAPTER 2 – Way Back Into Love

“…All I wanna do is find a way back into love
I can’t make it through without a way back into love…”

Hugh Grant & Haley Bennett – Way Back Into Love

 

 

— Author’s POV —

Sudah hampir jam satu malam, Siwon masih terjaga di atas tempat tidurnya. Ia masih memikirkan pembicaraannya dengan Hyukjae tadi. Bukan tentang mengambil cuti dan rehat sejenak dari urusan perusahaan, tetapi tentang mimpi sadar. Mungkinkah itu benar-benar bisa dilakukan? Jika memang benar, lantas bisakah dirinya bertemu dengan Daejia di dalam mimpi?

Siwon tidak akan mendapatkan jawabannya apabila ia hanya berbaring memikirkan itu tanpa adanya usaha untuk mencari tahu. Oleh karenanya, Siwon bangun dari atas pembaringan dan mengambil laptopnya. Tanpa ragu lagi, Siwon segera mengetikkan kata “Lucid Dream” di sebuah situs pencari. Ia ingin memastikan apakah benar mimpi sadar itu ada atau hanya sekedar gurauan Hyukjae saja. Hasilnya cukup mengejutkan. Artikel tentang mimpi sadar ternyata cukup banyak. Bahkan ada pula situs khusus untuk menulis jurnal mimpi. Tetapi mata Siwon hanya terfokus pada satu artikel berjudul “Cara Mendapatkan Lucid Dream“. Itulah yang sedang dicarinya.
Bingo!” Siwon tersenyum senang ketika melihat judul artikel itu. Ia segera mengklik dan masuk ke sebuah blog komunitas yang diperuntukkan khusus bagi mereka yang senang melakukan atau tertarik pada mimpi sadar. Namun karena tiba-tiba saja kantuk datang, Siwon melewati penjelasan panjang tentang apa itu mimpi sadar dan langsung mencari tahu bagaimana caranya melakukan mimpi sadar.

“…rebahkan diri Anda dalam posisi yang nyaman dan rileks di atas tempat tidur. Lalu mulailah menanamkan sugesti kepada diri Anda sendiri dengan berkata, ‘Saya akan melakukan mimpi sadar malam ini’…” Siwon bergumam membaca tutorial tersebut. Ternyata caranya sederhana, cukup dengan menanamkan sugesti dan tidur dengan tenang saja. “Mudah sekali,” gumamnya lagi, kemudian menyudahi perselancarannya di internet.

Siwon kembali ke tempat tidurnya, merebahkan diri di sana. Ia melakukan persis seperti apa yang dibacanya di internet tadi, “Aku akan melakukan mimpi sadar malam ini,” ucapnya dalam hati, kemudian memejamkan mata. “Aku akan melakukan mimpi sadar malam ini…”

Tak lama kemudian, Siwon pun tertidur pulas.

 

 

***

— Hyukjae’s POV —

Hari ini Siwon bilang dia ingin menemuiku di kedai ramen milik Tuan Kang. Aneh sekali, bukankah setiap hari kami memang selalu makan siang di sana? Kenapa sekarang dia memintaku datang dengan cara khusus seperti itu? Biasanya dia hanya meneleponku dan berkata, “Hei, Lee Hyukjae. Ayo kita makan siang.” Tetapi kali ini, Siwon meneleponku dengan berkata, “Lee Hyukjae, bisakah kau datang ke kedai Tuan Kang pada jam makan siang nanti? Aku ingin bertemu denganmu. Jangan sampai tidak datang, aku akan sangat kecewa.”

Baiklah, sebenarnya dia ini ingin makan siang atau ingin mengajakku berkencan?

“Syukurlah kau datang.”

Aku dapat melihat ekspresi penuh kelegaan di wajah Siwon. “Biasanya setiap aku datang ke sini kau tidak pernah terlihat sangat bersyukur seperti itu. Ada apa?” tanyaku tanpa berbasa-basi lagi.

Siwon tersenyum lebar. Wajahnya terlihat lebih cerah dari kemarin. “Aku sudah memesankan menu ramen favoritmu. Hari ini aku yang menraktirmu,” ujar Siwon dengan menunjukkan senyuman terbaiknya. Dan benar saja, tidak lama kemudian, Minyoo Noona—anak dari Tuan Kang—datang membawakan kami dua porsi ramen yang masih hangat.

Aku tidak mau berprasangka buruk tentang Siwon, tapi kalau boleh menebak, dia terlihat seperti orang yang sedang ada maunya. “Sudah, tidak usah bersikap manis padaku. Katakan saja ada apa?” tanyaku lagi dan mulai menyantap ramenku.

“Apakah kau bisa mengajariku bagaimana caranya mendapatkan mimpi sadar?”

Sudah kuduga, dia memang sedang ada maunya. “Bukankah semalam aku sudah mengatakannya padamu? Aku tidak bisa memberitahumu,” tolakku dengan masih menyantap ramen di dalam mangkuk berukuran cukup besar itu. Aku masih kesal atas sikapnya malam tadi. Siwon menganggap apa yang kulakukan sebagai sesuatu yang konyol, dan sekarang dia malah berubah pikiran. “Lagipula, untuk apa kau melakukan mimpi sadar?”

“Anggaplah aku sedang ingin bertemu dengan Maria Ozawa.”

“Oh, Maria Ozawa ya?” aku menirukan gaya bicaranya semalam. “Bukankah semalam kaubilang padaku kalau kau ini tidak tertarik pada Maria Ozawa?”

“Aku berubah pikiran,” jawab Siwon dengan wajah sangat meyakinkan. Tapi ma’af, Choi Siwon, wajahmu masih kurang mesum untuk seukuran penggemar Maria Ozawa.

“Park Daejia kan?”

Wajah sumringah Siwon mendadak lenyap entah kemana ketika aku menyebut nama wanita itu. Aku tidak membenci Daejia. Aku juga sudah mengenal Daejia cukup lama dan tahu persis dia itu seorang wanita baik-baik. Hanya saja rasa cinta Siwon yang begitu berlebihan pada Daejia membuatku enggan mendengarkan ocehannya tentang wanita itu. Siwon tidak pernah bisa belajar untuk menerima kenyataan bahwa mereka sudah putus dua tahun yang lalu dan Daejia sudah bersama Taekwoon sekarang.

“Apakah salah jika ini memang tentang Daejia?” tanya Siwon yang kini telah berganti wajah menjadi sangat serius.

Ah, Choi Siwon… Andai saja kau tahu apa yang membuatku menolak membantumu. “Tidak, hanya saja…”

“Hanya saja kenapa?” tanya Siwon lagi, kini wajah seriusnya telah berganti dengan wajah penasaran.

“Kemungkinan untuk orang-orang sepertimu efek sampingnya tidak akan menyenangkan. Suasana hatimu bukannya bertambah baik, tapi malah bertambah buruk,” aku mencoba menjelaskan sebisaku. Dan seperti yang sudah kuduga sebelumnya, cara itu tidak berhasil untuknya.

“Satu-satunya hal yang dapat membuat perasaanku menjadi lebih baik adalah dengan kembali bersama Daejia.”

“Kau yakin?”

“Ya.”

“Lalu bagaimana dengan Maria Ozawa?”

Siwon mendengus, “Bisakah kita berhenti menyebut nama Maria Ozawa? Orang-orang di sini mulai memandang kita berdua dengan tatapan aneh setiap kali kau menyebutkan namanya.”

Kuedarkan penglihatanku ke sekitar. Dan benar, para pengunjung kedai sedang melihat ke arah kami dengan tatapan aneh—mungkin juga jijik. Ya tentu saja, mereka pasti berpikir kalau kami sedang membicarakan aktris film dewasa asal Jepang tersebut. Ini membuatku jadi merasa sedikit tidak enak.

Aku mencoba mengabaikan mereka dengan kembali menyantap ramenku. Tidak hanya mereka, aku juga turut mengabaikan Siwon. Aku tidak peduli dia akan menganggapku jahat atau apa. Semua ini demi kebaikannya. Jika aku memberitahunya tentang bagaimana cara mendapatkan mimpi sadar, dia tidak akan pernah bisa merasakan hidup bahagia lagi. Siwon akan lebih memilih bermimpi daripada menerima kenyataan. Ketika kau berada di alam mimpi dengan orang yang kaucintai sementara di dunia nyata dia sudah milik orang lain, menurutmu sakitnya di sebelah mana? Di sini—di dalam hati. Menurutmu kenapa aku bisa berkata seperti itu? Karena aku sedang merasakannya. Saat ini. Sekarang.

Apakah kauingat nama wanita yang ada di dalam jurnal mimpiku? Namanya Cha Heejoo. Siwon mungkin menganggapnya hanya khayalanku saja; sebuah proyeksi yang kuhadirkan dalam mimpi menggunakan daya imajinasi. Heejoo itu sebenarnya nyata. Beberapa bulan terakhir ini aku menyadari bahwa gadis itu telah banyak menyita perhatianku. Bisa dibilang, aku suka padanya. Atau lebih tepatnya, aku jatuh cinta padanya. Tetapi sayang, dia sudah memiliki pacar. Dan itulah yang mendasariku untuk menghadirkannya di dalam mimpiku; agar aku bisa berperan sebagai seorang pria yang beruntung bisa dicintai oleh seorang Cha Heejoo.

“Lee Hyukjae, tolonglah… Semalam aku sudah mencobanya tapi gagal,” Siwon memohon dengan nada frustrasi, tetapi aku masih diam.

Biar aku saja yang mengalami hal menyakitkan seperti ini, kau terlalu baik untuk merasakan lebih banyak lagi patah hati. Apa kau pikir aku senang melihatmu terpuruk seperti ini?

“Lee Hyukjae,” panggilnya lagi, kali ini suaranya terdengar lebih lembut. “Anggaplah ini terakhir kalinya aku meminta bantuanmu untuk urusan cinta. Sisanya akan kutangani sendiri.”

Jujur saja, aku sendiri juga sudah lelah meladenimu, Choi Siwon. Ya, Tuhan… Ma’afkan aku. Aku terpaksa mengatakannya. “Ada banyak metode induksi yang bisa kaupergunakan untuk mendapatkan mimpi sadar. Aku akan memberitahu beberapa di antaranya,” ujarku yang kemudian disambut oleh senyum merekah di wajah Siwon. “Tapi kau harus mengetahui satu syarat utama untuk melakukan mimpi sadar.”

“Apa itu?” tanya Siwon dengan penuh semangat.

“Saat kau sedang mengendalikan mimpimu, ingatlah selalu bahwa semua yang sedang terjadi hanyalah sebuah mimpi belaka. Semua itu… tidak nyata.”

 

 

***

 

 

— Siwon’s POV —

Hyukjae berkata kepadaku siang tadi, ada dua macam metode induksi yang paling sering digunakan para Dreambenders—sebutan untuk mereka yang bisa mengendalikan mimpi dengan melakukan mimpi sadar—yaitu WILD dan DILD.

WILD—Wake Induced Lucid Dream—adalah metode induksi yang membutuhkan kesadaran penuh untuk melakukannya. Saat kau menggunakan WILD, bisa dibilang kau sepenuhnya dalam kondisi sadar sejak kau masih terjaga hingga kau masuk ke alam mimpi. Kau juga akan mengetahui seperti apa awal mimpimu jika menggunakan metode ini. Namun sebelum benar-benar memasuki alam mimpi, kau harus melewati sebuah fase yang disebut dengan Sleep Paralysis, yaitu dimana kau akan merasakan tubuhmu seperti lumpuh—tidak dapat digerakkan—atau tertindih oleh suatu benda—atau mungkin seseorang—dan kau akan merasa seperti sedang meluncur di dalam sebuah lorong gelap dengan suara-suara aneh terdengar di telingamu. Setelah itu, kau akan memasuki sebuah lubang hitam dan segalanya akan berubah menjadi semakin gelap. Dan ketika membuka mata, kau sudah berada di alam mimpi. Namun untuk memastikannya, kau harus melakukan apa yang disebut dengan Reality Check—RC.

Menurut Hyukjae, aku bisa melakukan reality check dengan cara melihat keganjilan di sekitarku—Hyukjae berkata ketika aku membuka mata nanti segalanya akan terlihat sama seperti di dunia nyata—atau dengan mencubit lengan dan menutup lubang hidung. Jika lenganku tidak terasa sakit dan aku masih bisa merasakan adanya aliran oksigen yang masuk melalui hidungku, maka aku sudah berada di alam mimpi.

Metode lainnya adalah DILD—Dream Induced Lucid Dream. DILD adalah metode induksi dimana kau sudah berada di alam mimpi—tanpa melewati Sleep Paralysis—dan tiba-tiba saja kau menyadari ada sesuatu yang aneh dan mulai mempertanyakan kepada dirimu sendiri apakah kau sedang bermimpi. Saat muncul pemikiran seperti itu di kepalamu, segeralah melakukan reality check untuk memastikan apakah kau sedang bermimpi atau tidak. Jika RC-mu berhasil, maka benar kau sudah berada di alam mimpi. Dan karena kau menyadari bahwa dirimu sedang bermimpi, maka itulah yang disebut dengan Lucid Dream atau mimpi sadar.

Aku tidak tahu apakah malam ini aku akan berhasil atau tidak. Ketika mendengar penjelasan panjang Hyukjae tadi siang, kurasa mendapatkan mimpi sadar itu tidak sesederhana yang kupikirkan sebelumnya. Apakah aku mendadak pesimis? Mungkin. Hyukjae mengingatkanku bahwa sugesti sangat penting untuk mendapatkan mimpi sadar, tetapi sebesar apa pun sugesti yang kuberikan kepada diriku sendiri itu tidak akan berhasil jika aku tidak bisa mengontrol emosiku—tidak boleh terlalu senang, terlalu sedih, terlalu marah atau pun terlalu takut—dan jika itu terjadi, maka semua usahaku akan sia-sia. Sepertinya aku harus belajar mengendalikan diri sendiri sebelum belajar mengendalikan mimpi.

Park Daejia… Kenapa kau membuatku menjadi seperti ini…?
 

 

***

 

 

— Author’s POV —

Siwon mencoba merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Ia berusaha untuk membuat dirinya sesantai mungkin. Apa yang Hyukjae jelaskan kepadanya tadi siang bukannya membuat ia bersemangat, tetapi malah sebaliknya. Ia jadi tidak yakin akan mampu mendapatkan mimpi sadar karena metode yang awalnya terdengar begitu sederhana ternyata lumayan rumit. Bahkan Hyukjae baru berhasil mendapatkan mimpi sadarnya setelah dua bulan mencoba. Apalagi dari beberapa artikel yang dibacanya, menurut para pengendali mimpi, fase Sleep Paralysis terkadang begitu menyeramkan. Sleep Paralysis tidak hanya gerbang menuju mimpi sadar, tetapi juga gerbang menuju proyeksi astral—Astral Projection—yang konon katanya dapat membuat roh seseorang keluar dari jasadnya dan berkeliaran seperti hantu yang sedang bergentayangan. Apakah itu dapat menyebabkan kematian?

“Buang semua pikiran negatif itu, Choi Siwon. Kau hanya ingin bertemu Daejia, bukan menjadi hantu,” gumamnya, kepada dirinya sendiri. Siwon memejamkan mata, menarik napas dan mengembuskannya perlahan, lalu menanamkan sugesti ke dalam dirinya sendiri, “Aku akan melakukan mimpi sadar malam ini,” ucapnya perlahan. “Aku akan melakukan mimpi sadar malam ini…”

Siwon terus mencoba untuk menanamkan sugesti ke dalam dirinya sampai akhirnya ia mengantuk, tetapi konsentrasinya terpecah ketika ia mendengar suara seseorang berbicara, persis di dekat telinganya, “Hei, bodoh! Hahaha…”

Siwon tersentak dan segera mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar, tetapi ia tidak menemukan apa-apa. “Suara siapa tadi?” tanya Siwon entah kepada siapa. Ia mencoba mengabaikan hal itu. Siwon sudah sangat mengantuk. Tidak ada waktu untuk memikirkan hal lain. Yang ingin dilakukannya saat ini hanyalah tidur.

Siwon kembali memejamkan mata, pikirannya kosong. Ia mulai larut dalam rasa kantuknya. Namun ia kembali terusik ketika merasakan ada sesuatu yang aneh terjadi kepada dirinya; seluruh tubuhnya kesemutan dan berguncang tanpa sebab. Ia juga menjadi sedikit kesulitan untuk bernapas. Suara gemuruh yang begitu menyeramkan tiba-tiba saja terdengar di telinganya. Siwon mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya, tetapi tidak bisa. Tubuhnya seperti terkunci.

Ya, Tuhan… Ada apa ini? Apa yang sedang terjadi padaku? Siwon bertanya-tanya dalam hati. Ia mencoba berontak tapi tak berdaya. Segala yang dilihatnya seperti berputar-putar. Siwon tidak tahu apa yang terjadi kepadanya hingga tiba-tiba saja semuanya berubah menjadi sangat gelap.

 

 

***

 

 

“Di mana aku?”

Siwon mendapati dirinya berada di sebuah padang rumput yang begitu luas dengan penuh bunga-bunga kecil berwarna-warni di sekitarnya. Langit terlihat agak kelabu dan ia dapat merasakan dinginnya angin yang bertiup dengan lembut membelai pipinya. Kenapa dirinya bisa berada di tempat seperti ini? Bukankah tadi ia sedang berada di dalam kamarnya dan mencoba untuk tidur?

“Ya Tuhan, mungkinkah ini…?” Siwon teringat akan sesuatu. Ia segera mencubit lengan kirinya, tetapi dirinya tidak dapat merasakan apa pun. Kemudian Siwon mencoba menutup kedua lubang hidungnya dan… ia masih bisa bernapas. “Ini mimpi? Aku sedang berada di alam mimpi…?”

Siwon merasa takjub ketika melihat ke sekelilingnya. Ternyata Hyukjae benar. Segalanya terasa begitu nyata. Ia bahkan dapat menyentuh bunga-bunga di sana dan merasakan tekstur dan bahkan mencium aroma harumnya.

“Alam mimpi ini ternyata indah sekali,” gumamnya kagum menikmati semua keindahan yang tersaji di dalam mimpinya. Sepoian angin kembali bertiup membuai. Membuat Siwon ingin pergi ke arah angin itu berasal dan mengetahui seperti apa suasana di sana.

Siwon melangkahkan kakinya perlahan membelah padang rumput yang luas itu dengan penuh rasa takjub. Ia masih tak menyangka dirinya berhasil mendapatkan mimpi sadar karena sebelumnya ia sempat merasa pesimis. Tapi sungguh di luar dugaan, Siwon mampu melakukannya.

Setelah beberapa lama berjalan, langkah Siwon terhenti. Ia baru saja menyadari lingkungan di sekitarnya telah berubah; yang semula berupa padang rumput luas kini menjadi sebuah pantai berpasir putih dengan lautan yang berwarna biru. Siwon bahkan bisa merasakan kakinya yang basah terkena air laut.

“Mengagumkan,” gumamnya secara tak sadar. Ia mundur beberapa langkah ke belakang—menghindari air laut yang membuatnya sedikit kedinginan—kemudian mulai menelusuri pantai itu dengan berjalan kaki. Namun ketika baru beberapa langkah Siwon berjalan, ia melihat sesuatu.

Kedua mata Siwon menangkap sebuah benda yang berada beberapa meter di depannya; sebuah kursi panjang terbuat dari kayu dengan seorang gadis sedang duduk tertunduk membaca buku di atasnya.

Dan ya, Siwon mengenali siapa gadis itu.

“Park Daejia…?”

 

 

“I found a place so safe, not a single tear
The first time in my life and now it’s so clear
Feel calm I belong, I’m so happy here
It’s so strong and now I let my self be sincere
I wouldn’t change a thing about it
This is the best feeling…”

Avril Lavigne – Innocence

TBC

Hehehe… Ma’af banget kalo alurnya kecepetan dan masih banyak kekurangan. 😀 Btw, WILD dan DILD itu emang 2—dari sekian banyak—cara untuk mendapatkan mimpi sadar. Kalo ada yang mo nyoba boleh aja sih, tapi harus siapin mental buat fase Sleep Paralysis-nya. Soalnya kadang-kadang emang agak serem bagi yang belum terbiasa. Hehehe… 😀 Minta kritik dan sarannya ya… 🙂

 

allthedreamsaboutyou2

Iklan

2 responses to “fanfiction | ALL THE DREAMS ABOUT YOU Chapter-2

  1. Aigoo… Siwon maksa banget.
    Bdw, aku suka sama ceritanya beb. Musti dilanjut yang ini… XD

    ngomong2,
    aku jadi pengen kayak siwon juga, emang bisa beneran ya? 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s