fanfiction | GUNDAE BLUES : Me vs Song Joongki


mevssongjoongki

 

Author : Lady Modrus
Genre : Silakan cari sendiri, Author juga ga yakin sama genre-nya…
Cast : Lee Hyukjae, Kim Heechul, Jung Yeohae, Lee Donghae
Length : Oneshot
Rate : T (PG-13)

Cast bukan milik saya, tapi FF ini mutlak milik saya. Kkk… Ini efek dari euforia DOTS.

***

Hati seorang Lee Hyukjae kerap pilu apabila mengingat nama Jung Yeohae, kekasihnya. Sebelumnya, tidak ada yang salah dengan Yeohae ataupun hubungan mereka. Hyukjae adalah seorang wirausahawan muda yang tekun dan gigih—yang berkat kegigihannya, dia berhasil memiliki dua buah kafe kecil—sedangkan Yeohae adalah seorang mahasiswi kedokteran. Mereka mulai menjalin kasih sejak dua tahun yang lalu dan semuanya berjalan baik-baik saja. Namun segalanya berubah setelah Yeohae keranjingan menonton sebuah drama berjudul Descendants of The Sun. Baca lebih lanjut

Iklan

fanfiction | FREAKS: Breakaway


Author : Lady Modrus.
Genre : Friendship, Comedy, Fantasy, Romance.
Cast :
– Lee Donghae.
– Cho Kyuhyun.
– Choi Siwon.
– Shin Hyoseul (OC).
Length : Oneshoot.
Rate : T, PG-13.
Cover : ICFF.

Sebenarnya Author nulis FF ini untuk menghibur teman-teman yang mungkin lagi down. Mudah-mudahan sih terhibur… ^^

Desclimer : All cast mutlak milik Allah The Almighty, cuma FF ini yang mutlak milik Author. DILARANG COPAS TANPA IZIN APALAGI TANPA CREDIT. Don’t you ever claim it as yours!
WARNING!! Typo(s), OOC, non-EYD, bahasa tidak baku, cerita tidak menarik dan lain sebagainya. If you don’t like this fict, don’t read this.

No bashing!
Happy reading ^^

###

freaks breakaway ff cover

“Don’t you ever wish you were someone else
You were meant to be the way you are exactly
Don’t you ever say you don’t like the way you are
When you learn to love yourself, you better off by far…”

— Joey McIntyre —

 

Namaku Lee Donghae. Aku adalah seorang siswa yang beruntung dapat bersekolah di sebuah SMA ternama di Seoul atas bantuan beasiswa. Tapi—tunggu sebentar—apakah tadi kubilang ‘beruntung’? Untuk beasiswa itu mungkin ya, tapi untuk selebihnya? Kurasa tidak. Baca lebih lanjut

fanfiction | THE HOMECOMING


Author : Shin Hyoseul (@ladymodrus)
Genre : Family, Friendship, sedikit Action (tapi ga yakin)
Main Cast :
– Siwon sbg Andrew
Supporting Cast :
– Kangin sbg Jordan
– Shindong sbg Matthew
– Eunhyuk sbg Spencer
– Donghae sbg Aiden
– Ryeowook sbg Nathan
– Kyuhyun sbg Marcus
Length : Oneshot
Rate : PG-17

Eeeaaaaa….. Udah lama banget nih Author kepingin ‘membawa’ Siwon dkk ke Afghanistan(?). Akhirnya terwujud juga dalam FF Comeback saya ini setelah hiatus selama beberapa waktu. Tapi mian ya, kalo FF-nya ga sesuai harapan. Hehehe… 😀

Desclimer : All cast mutlak millik Allah The Almighty, cuma FF ini yang mutlak milik Author. Share boleh, tapi COPAS TIDAK DIPERBOLEHKAN APALAGI TANPA IZIN DAN TANPA CREDIT. Don’t you ever claim it as yours!
WARNING!! Typo(s), OOC, AU, non-EYD, bahasa tidak baku, cerita tak berkualitas dan lain sebagainya.

No bashing!
Happy reading ^^

###

the homecoming ff cover by shin hyoseul

— Kandahar, Agustus 2004 — Baca lebih lanjut

fanfiction | HUMOR GAJE SUPER JUNIOR (Spesial Agustusan)


Author : @ladymodrus.
Genre : Comedy.
Cast : Super Junior.
Rate : T.
Lenght : Drabble, Ficlet, Oneshot? #author-galau.
Note : Anggap aja SJ juga ikut ngerayain Agustusan. Mian kalo kependekan ^^
Desclimer : Super Junior mutlak milik Allah The Almighty, FF ini mutlak milik author. Share boleh, yang penting full credit. Copas? Untuk sekarang udah GA BOLEH. Berani klaim, aing baledog modar sia!
Warning : Typo(s), OOC, non-EYD, bahasa tidak baku, humor gatot dan dapat menyebabkan serangan jantung, hipertesi, stroke serta gangguan kejiwaan. Apabila sakit berlanjut, segera hubungi tempat pemakaman terdekat di kota anda #author-durhaka! XD

No Bashing!
Happy Reading ^_^

 

 

###

 

 

LT : “Agustusan nanti kalian mau ikut lomba apa?”
SW : “Lomba tarik tambang, hyung. Sekalian olahraga.”
EH : “Lomba panjat pinang. Aku satu tim sama si Donghae.”
RW : “Aku mau ikut balap karung aja. Soalnya bagi yang menang bisa dapet hadiah rice cooker.”
LT : “Kalo lo mau ikut lomba apa, Kyu?”
KH : “Aku mau ikut lomba yang bisa mengasah kecerdasan otak aja, hyung.”
EH : “Pasti lo mau ikut lomba catur, ya?”
KH : “Bukan, hyung. Aku mau ikut lomba prediksi. Aku mau coba-coba nebak, kira-kira siapa aja member Super Junior yang bakalan kalah lomba. Hahaha…” #kyu-dikeroyok.

 

 

***

 

 

SD : “Aku mau ikut lomba makan kerupuk nih, hyung. Tapi saingannya berat. Aku bakal melawan si Eunhyuk.”
HC : “Ah, lo sih masih mending. Lawan gue jauh lebih berat. Gue bakalan bersaing dengan ibu-ibu PKK.”
SD : “Ibu-ibu PKK? Emangnya hyung ikut lomba apaan?”
HC : “Lomba kebaya.”
SD : *pingsan*

 

 

***

 

 

SW : *cemberut*
KB : “Hyung kenapa?”
SW : “Gue nyesel ikut lomba tarik tambang.”
KB : “Kenapa nyesel? Hyung kan menang.”
SW : “Gimana gue ga ngerasa nyesel? Orang tali kolor gue ikutan ditarik!”
XD

 

 

***

 

 

KI : “Eh, waktu upacara bendera 17-an tadi aku kebagian jadi pemimpin upacara loh, hyung.” #kangin-bangga.
YS : “Kalo gue gabung sama paduan suara.”
SM : “Kalo aku tadi disuruh jadi protokol, hyung.”
HC : “Kalo gue jadi pengibar bendera. Kalo lo gimana, Hae? Lo kebagian jadi apaan?”
DH : “Aku kebagian jagain parkiran motor didepan kelurahan, hyung..” T.T

 

 

***

 

 

KB : “Hyung kelihatannya girang banget. Abis menang lomba, yaa?”
HG : “Iya donk.. Gue menang lomba Barongsai. Gue dapet hadiah skuter matic.”
KB : “Aku juga abis menang lomba, hyung.”
HG : “Lo menang lomba apa?”
KB : “Aku menang lomba senyuman paling menawan. Lumayanlah, hyung.. Aku dapet hati anaknya Pak Lurah. Kekeke…” #geng-mupeng. 😀

 

 

***

 

 

DH : “Hyuk, kita ikut lomba nangkep itik, yuuk..”
EH : “Ogah ah. Males..”
DH : “Emangnya kenapa lo ga mau ikut lomba nangkep itik?”
EH : “Soalnya gue cuma mau nangkep cinta yang ada didalam hati lo, Hae.” #hae-kena-muntaber.

 

 

 

 

~ THE END ~

fanfiction | PINKY HELL


Author : @ladymodrus.
Genre : Comedy alay.
Cast :
– Lee Sungmin.
– Shin Hyoseul (OC).
– Cho Kyuhyun.
– Lee Hyukjae.
– Lee Donghae.
Lenght : Oneshot.
Rate : T.

Yeah… Setelah beberapa minggu berhibenasi (?), akhirnya Author publish FF juga. Lumayan deh, nge-refresh otak bentaran tapi ada hasilnya meskipun kurang bagus. Ceritanya agak-agak ga nyambung sama kisah awalnya. Tapi ya udah… Yang penting ada FF baru #PLAK! 😀

Desclimer : All cast mutlak milik Allah The Almighty, cuma FF ini aja yang mutlak milik Author. DILARANG COPAS TANPA IZIN APALAGI TANPA CREDIT. Don’t you ever claim it as yours!
Warning : Typo(s), OOC, non-EYD, bahasa tidak baku, cerita dan ending serba ga lucu, serta dapat menyebabkan serangan jantung, hipertensi, stroke dan gangguan kejiwaan. Apabila sakit berlanjut, segera hubungi tempat pemakaman terdekat di kota anda! #author-durhaka. XD

Don’t like, don’t read and NO BASHING!
Happy reading! ^^

lee_sung_min_hyoseul

###

 

 

 

“Ngroook… Ngroook…” sebuah alunan dengkuran yang syahdu dan sangat menghanyutkan terdengar dengan lembut dari kamar Eunhyuk. Sang penguasa kamar sedang beristirahat dalam damai (?) setelah seharian ini sibuk mengurus seorang yeoja sarap bernama Hyoseul yang mengamuk di dorm Super Junior karena DVD Black Hawk Down rusak karena ulah Kyuhyun. Padahal itu cuma DVD bajakan #PLAK! Tapi Alhamdulillah (?) yeoja itu sekarang sudah berasil diamankan dengan cara dipasung di dalam kamar Sungmin.

“NERAKAAAA…….!!!! NERAKAAAAAAA…………!!!!!!!!!”

Suara teriakan Hyoseul yang begitu memilukan menggetarkan kaca jendela dorm Super Junior. Bahkan BMKG Korea mencatat telah terjadi guncangan gempa berkekuatan 5,5 skala Richter akibat dari suara teriakan tersebut. Untung saja tidak ada potensi untuk terjadinya tsunami.
“NERAKAAAAAAA…………..!!!!!!!” suara Hyoseul terdengar lagi. Sungmin yang memang sangat mengantuk dibuat stress oleh teriakan Hyoseul yang cetar membahana. Kenapa juga tuh si Eunhyuk mesti masung si Sarap di sini? Ga ada tempat lain apa? Kampret!! umpat Sungmin dalam hati. Berbeda dengannya, Kyuhyun justru terlihat khusyuk dan istiqomah dalam tidurnya. Kedua lubang telinganya rapat disumpal headset, kedua matanya setengah terpejam namun tertidur begitu lelap, ditambah lagi dengan mulutnya yang sedikit terbuka membuat air PDAM versinya sendiri mengalir tanpa hambatan dan menebarkan aroma semerbak yang menusuk hidung. Tidak lupa pula suara dengkurannya yang terdengar begitu sopran membuat Sungmin ingin melempar namja yang sekamar dengannya itu ke kawah Candradimuka. Gara-gara Kyuhyun, Hyoseul dipasung di kamarnya.

“NERAKAAAAA……..!!!!!!!” lagi-lagi Hyoseul meneriakkan hal yang sama, “neraka”. Sudah bukan rahasia lagi kenapa Hyoseul selalu menganggap kamar Sungmin sebagai neraka. Pink. Ya, Hyoseul tidak suka pada warna pink, sedangkan di dalam kamar Sungmin berbagai benda dan pernak-pernik berwarna pink banyak terpajang. Itulah kenapa Eunhyuk memasung Hyoseul di kamar Sungmin.

“NERAKAAAAA……!!!!!!!”

 

***

 

Sungmin berdiri di hadapan Hyoseul -yang terikat di sebuah kursi berwarna pink- dengan tatapan membunuh. Yeoja itu sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi karena mulutnya ditempel lakban berwarna pink. Ujung bibir Sungmin terangkat puas. Lu makan tuh properti pink gue! sorak Sungmin dalam hati. Sejenak, Sungmin melihat ke arah Kyuhyun yang sudah lupa daratan di atas tempat tidur. Mungkin tuh bocah lagi tanding Starcraft dalam mimpinya kali, pikir Sungmin. Ia mengembalikan pandangannya ke arah Hyoseul yang mulai lelah berontak untuk melepaskan ikatan yang membelenggu tubuhnya. Yeoja itu memamerkan ekspresi BT-nya di depan Sungmin seolah berkata awas-lo-gue-bakal-balas-tujuh-kali-lipat-all-hail-avenged-sevenfold. Sungmin sama sekali tidak gentar dengan ancaman tersembunyi yang dilayangkan oleh Hyoseul melalui tatapan matanya. Ia malah memamerkan seringai iblisnya yang ia copas dari dongsaeng-nya yang paling durhaka (baca: Kyuhyun). Sungmin mencondongkan tubuhnya ke arah Hyoseul tanpa melepaskan tatapan membunuh dan seringai iblis miliknya. Ups… Ralat. Seringai iblis milik Kyuhyun, Sungmin cuma copas #PLAK!

“Lo mau tau gimana neraka yang sesungguhnya?” tanya Sungmin dengan penuh arti. Hyoseul tidak berucap (ya iyalah secara mulutnya ditempel lakban). Ia merasakan ada hal yang tidak beres akan terjadi.

 

***

 

“Kyu, bangun lu!” Sungmin mengguncang-guncang tubuh Kyuhyun yang masih terbaring eksis di atas tempat tidur.
“Jangan ganggu aku, Hyung. Aku ngantuuk…” pinta Kyuhyun dengan suara parau seraya menutupi kepalanya sendiri dengan bantal. Sungmin merebut bantal Kyuhyun dengan kasar dan meleparnya tepat ke kepala Hyoseul.
“Kalo ga bangun, PSP lo bakal gue serahin ke KPK!” ancam Sungmin tidak main-main. Kyuhyun tersentak kaget dan langsung melompat dari atas tempat tidur.
“Andwae!”
“Makanya, sekarang juga lo bangun dan keluar dari kamar ini.” titah Sungmin.
“Tapi kenapa?” Kyuhyun ingin penjelasan sejelas-jelasnya.
“Lo ga perlu tau. Pokoknya sekarang lo keluar! Keluar! Keluar!” perintah Sungmin lagi seraya mendorong tubuh Kyuhyun ke arah pintu yang sudah terbuka agar segera meninggalkan kamarnya. Tidak lupa ia juga melemparkan bantal, guling, beserta selimut milik Kyuhyun ketika namja itu sudah berada di luar kamar.
“Malam ini lo tidur di luar!”
“Tapi Hyung~”

BRAKK!! CKREK..

 

***

 

Sungmin sudah menutup dan mengunci rapat pintu kamarnya. Kunci yang semula mengggantung di tempatnya ia cabut dan dimasukkannya kunci itu ke dalam saku yang terdapat pada bagian sebelah kanan celana boxer pink yang dikenakannya. Sungmin berjalan perlahan menghampiri Hyoseul yang sudah kelelahan karena mulai mengantuk. Namja itu melepaskan lakban yang menempel di mulut Hyoseul secara perlahan dan kemudian melepaskan tali tambang jemuran tetangga yang mengikat tubuhnya. Sejenak, Hyoseul merasa sedikit lega karena bisa terlepas dari belenggu kekejaman seorang Lee Hyukjae yang sudah dengan teramat sangat tega memasung dan mengurungnya di dalam kamar yang penuh dengan warna pink. Awas lu, Nyuk! Gue bakal buang semua koleksi film yadong lo! ancam Hyoseul dalam hati. Namun di sisi lain, Hyoseul merasakan ada sesuatu yang aneh. Sama anehnya seperti dirinya sendiri. Kenapa Sungmin menyuruh Kyuhyun keluar dan mengunci pintu kamar? Belum lagi Hyoseul mendapatkan jawaban dari apa yang menjadi pertanyaannya saat ini, ia dikejutkan oleh tindakan Sungmin yang tiba-tiba saja mengangkat tubuhnya.

“Yak! Lo mau ngapain??” teriak Hyoseul panik ketika Sungmin memanggulnya di atas pundak.
“Mau ngapain aja suka-suka gue!” timpal Sungmin seenaknya.
“Lepasin gue!” teriak Hyoseul lagi seraya memukul-mukul punggung Sungmin. Namja itu menjadi sedikit kewalahan karena Hyoseul mencoba berontak.
“Lo berat amat sih? Kebanyakan dosa lo ya?” ledek Sungmin sembari cekikikan sedikit. Hyoseul merasa tidak terima dan sedikit membentak..
“Lo yang kebanyakan dosa!” #PLAK!

 

***

 

Kyuhyun berdiri di depan pintu kamar Sungmin dengan raut wajah khawatir. Berkali-kali ia menempelkan telinganya ke daun pintu. Suara teriakan protes dari Hyoseul terdengar begitu mendominasi. Sungmin Hyung mau ngapain sih? tanya Kyuhyun dalam hati. Ia yang semula senang melihat Hyoseul dipasung dan disekap berubah menjadi begitu cemas. Apa yang akan dilakukan oleh Sungmin? Apakah ia akan memutilasi Hyoseul? Kyuhyun tidak tahu.

“Eh, ada apaan sih kok rame banget? ” tanya Eunhyuk yang keluar dari kamarnya setelah mendengar suara ribut-ribut. Tampak Donghae juga ikut keluar dari kamar.
“Itu, Hyung.. Su~Sungmin Hyung lagi sama Hyoseul di dalam.” jawab Kyuhyun takut-takut seperti layaknya maling jemuran yang sedang diinterogasi oleh hansip di kantor kelurahan. Eunhyuk dan Donghae saling menatap satu sama lain.
“Ngapain?” tanya mereka berbarengan seraya melemparkan tatapan bingung sekaligus penasaran ke arah Kyuhyun.
“Aku ga tau, Hyung. Dengerin aja deh sendiri.”

 

***

 

“Lepas! Lepas! Lepas!”
“Ga bakal! Ga bakal! Ga bakal!”

Adu mulut antara Hyoseul dan Sungmin membuat suasana dorm semakin gaduh. Hyoseul berteriak seraya memukul-mukul punggung Sungmin dengan keras. BUK!! BUK!! BUK!!
“Eh, Kampret! Jangan dipukul beneran. Sakit tau!” protes Sungmin ketika Hyoseul mengamuk semakin ganas. Bahkan kedua kaki yeoja itu menendang-nendang tak karuan sehingga lututnya membentur-bentur dada Sungmin dengan keras.
“Woy, sakit!!”

Merasa sudah tidak tahan lagi atas tindak kekerasan yang dilakukan oleh Hyoseul kepadanya, Sungmin dengan cepat membawa Hyoseul ke atas tempat tidur dan menghempaskan tubuh yeoja itu dengan keras.
BRUK!!
“Lo mau ngapain sih??” pertanyaan itu kembali dilayangkan Hyoseul kepada namja yang ada di hadapannya.
“Kan udah gue bilang, mau ngapain aja suka-suka gue.” jawab Sungmin asal. Ia sedikit meregangkan persendian di sekitar pundaknya yang agak pegal karena memanggul Hyoseul tadi. Namja itu tersenyum puas ketika melihat mimik wajah Hyoseul. Yeoja itu terlihat sangat paranoid. Hampir bisa dibilang kalau tampang Hyoseul sekarang mirip dengan Dorman dan Bokir saat sedang dikejar-kejar Suketi.

“Lo kenapa? Mana muka gahar lo?” ledek Sungmin dengan seringai yang begitu lebar. Hyoseul terdiam, kali ini yeoja itu benar-benar takut bukan kepalang. Ini ga seperti Lee Sungmin yang biasanya, pikir Hyoseul. Pikiran aneh sudah mulai memenuhi kepala yeoja itu.

 

***

 

Tok tok tok tok tok tok tok…

Eunhyuk mengetuk-ngetuk pintu kamar Sungmin dengan bertubi-tubi. Seandainya bisa, mungkin Eunhyuk juga akan menggunakan Jurus Gebrak Bumi milik Arya Wiguna untuk mendobrak pintu itu. Apa daya, ia memang tidak bisa.
“Gimana nih, cuuy…? Malah Siwon ga ada, Zhou Mi lagi di Beijing, gue ga punya power buat nolongin Hyoseul.” keluh Eunhyuk dengan nada galau mengingat saudara sepenangkarannya yang tergabung dalam The Aries Team tidak ada di dorm.
“Lo mau power? Minta ke B.A.P aja gih sono.” kata Donghae tanpa berpikir panjang.

PLETAK!!

Sebuah jitakan dengan mantap mendarat di atas ubun-ubun Donghae. Namja itu meringis kesakitan seraya mengusap-usap kepalanya yang kini berhiaskan sebuah benjol tinggi menjulang seperti tanduk unicorn.
“Ini ceritanya lagi gawat, Hae. Lo bisa ciyus dikit ga sih?” Eunhyuk melihat ke arah Donghae dengan tatapan yang begitu merendahkan sehingga membuat namja julung-julung itu juga ikut melayangkan sebuah jitakan sadis ke batok kepala Eunhyuk.

PLETAK!!

“Sakit, dodol!” omel Eunhyuk tak terima. Donghae hanya tersenyum bangga penuh kemenangan. Sementara Kyuhyun…
“Kayaknya ga lama lagi Hyoseul bakal tamat beneran kalo begini caranya.”

 

***

 

Sungmin mendengar suara ketukan di pintu kamarnya, namun ia tidak peduli. Saat ini ia hanya terfokus pada yeoja yang tengah berada di atas tempat tidurnya. Hyoseul, yeoja itu menjuruskan sebuah tatapan ngeri ke arah Sungmin. Mit-amit jabang bayi, ting-bating salalana dah kenapa suasananya jadi ga nyante begini? gumam Hyoseul dalam hati.

“Enaknya lo gue apain ya?” mata Sungmin mengerling ke atas seraya menggaruk-garuk dagunya sendiri yang tidak gatal dengan jari telunjuk. Ia tengah memikirkan hukuman apa yang akan ia berikan kepada Hyoseul karena sudah menghina warna pink kesayangannya.
“Aha! Gue tau!” kata Sungmin kemudian. Dahi Hyoseul mengerut ketika melihat namja itu mengambil tambang jemuran yang semula digunakan untuk mengikat dirinya di kursi. Ia juga melihat Sungmin mengambil lakban berwarna pink seperti yang tadi digunakan untuk membungkam mulutnya.

“Mau ngapain lo?!” Hyoseul yang sudah teramat sangat parno membentak Sungmin yang mendekatinya dengan tambang dan lakban.
“Ya ampyuun…” Sungmin memutar bola matanya.
“Eh, lo udah 3 kali ngasih pertanyaan kayak gitu ke gue. Gue kan udah bilang, mau ngapain aja suka-suka gue. Belum puas juga lo?” Sungmin tampak BT. Tidak mau terjadi sesuatu, Hyoseul segera mengeluarkan ancaman…
“Kalo lo berani ngapa-ngapain gue, gue bakal~”
“Bakalan apa? Hah? Lo bakal ngaduin gue ke si Kuda Sumbawa itu? Gue ga takut!” Sungmin memotong ucapan Hyoseul.
“Siwon ga ada, Zhou Mi ga ada, Eunhyuk ga bisa ngapa-ngapain. Teman-teman Aries lo ga ada yang becusan bantuin lo. Apalagi teman koalisi lo tuh, yang ngakunya Pink Hater tapi di teaser Mr.Simple malah pake baju pink (baca: Donghae). Cemen. Ga punya nyali.” Sungmin membabat habis semua bala bantuan yang selama ini Hyoseul andalkan jika terjadi sesuatu.
“Apalagi si Bontot Demit, dia udah takluk sama gue.” katanya lagi seraya membusungkan dada.

“Lee Sungmin, lo kampret!” umpat Hyoseul kesal. Tak terpengaruh, Sungmin hanya menimpali umpatan Hyoseul dengan santai..
“Sumpeh lo? Berarti gue kampret ter-unyu yang pernah ada di dunia donk ya? Hahahahahahahahaha…….” tawa Bonamana (?) Sungmin menggelegar. Sama menggelegarnya seperti saat Gatotkaca membelah langit di arena Kuruserta. Hyoseul menatap Sungmin il-feel. Buset dah nih orang masih punya waktu juga buat narsis-narsisan, keluhnya. (==”)

“Udah, mendingan kita mulai aja sekarang.” kata Sungmin dengan tidak sabaran.
“Mu~mulain apaan nih?” tanya Hyoseul yang kembali dilanda parno tingkat Dewa Bujana (?).
“Dari tadi lo kan neriakin kata ‘neraka’ terus. Sekarang, gue mau tunjukin sama lo kayak apa neraka yang sesungguhnya.” jawab Sungmin santai seraya membentangkan seutas tambang jemuran tetangga dengan kedua belah tangannya. Hyoseul mendadak kena stroke (?), ia gemetaran melihat seringai Iblis milik Kyuhyun tertampang dengan WOW di wajah Sungmin.
“Welcome to the HELL!” kata Sungmin yang kemudian langsung melompat ke atas tempat tidur.
“ANDWAEEEEEE…………!!!!!!!!!” #PLAK!

 

***

 

“Hyung, buka pintunyaa….! Sungmin Hyuuung……!!” Donghae berteriak seraya menggedor-gedor pintu kamar Sungmin dengan sangat panik ketika mendengar suara jeritan Hyoseul. Tidak hanya Donghae saja, Kyuhyun dan Eunhyuk juga jadi kalang-kabut dibuatnya.
“Hyung, jangan, Hyung…! Bukan muhriim…!” #PLAK! Tidak ada respon sama sekali dari Sungmin. Walaupun Kyuhyun dan Donghae sudah menggedor-gedor pintu kamar dengan gaya Densus 88 saat akan menggrebek sarang teroris, semuanya tidak membuahkan hasil.

BRAK! BRAK! BRAK!

Riuh suara pukulan di pintu menambah suasana di dorm semakin menegangkan. Hingga kemudian..
“Eh, denger deh..” kata Eunhyuk seraya meminta Donghae dan Kyuhyun menghentikan Jurus Gebrak Pintu (?) yang sedang mereka praktekan.
“Kunaon, Hyung?” tanya Kyuhyun heran.
“Kok suara Hyoseul ga kedengaran lagi ya?” Eunhyuk malah balik bertanya. Kyuhyun dan Donghae segera menempelkan telinga mereka ke daun pintu dan mendengarkan dengan seksama apa yang terjadi di dalam kamar.
“Ga ada suara sama sekali, Hyung.” lapor Kyuhyun seraya mundur menjauh dari pintu.

“…Lo nikmatin deh tuh neraka…”

Suara Sungmin tiba-tiba saja terdengar. Kyuhyun kembali menempelkan telinganya ke daun pintu, tapi suara Hyoseul masih belum terdengar.
“Kok sepi?” Eunhyuk mengerutkan dahinya. Keadaan di dalam sana sudah benar-benar sunyi. Tidak ada suara sama sekali. Donghae pun jadi bergidik ngeri dibuatnya..
“Hyuk, gimana gimana nih? Jangan-jangan..”

Merasa ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi di dalam sana, Eunhyuk pun kembali menggedor-gedor pintu kamar Sungmin dengan membabi buta. BRAK! BRAK! BRAK!
“Miiin, bukaaaa….!!” teriak Eunhyuk. Kyuhyun dan Donghae juga tidak mau kalah..
“Hyuuung, buka, Hyuuuung……!!!”
“Sungmin hyuung, bukaaaaaa……!!!”

“Miiin, buka pintunyaaaa……!!! BAGI-BAGI GUE DIKIT NAPAAAAAA………!!!!!” #PLAK!

 

***

 

KIKUK! KIKUK! KIKUK! KIKUK!

Suara kicauan burung yang terdengar begitu annoying -yang bersemayam di dalam sebuah jam weker- membuat kedua mata Hyoseul terbuka. Tampak ada seberkas cahaya putih yang sangat terang menusuk matanya.
“Hadooh.. Berisiik!!” #PLAK! Hyoseul meraih weker pink yang terpajang di atas meja kecil di samping tempat tidur lalu melemparnya jauh hingga hancur berantakan.

PRANG!!

“Ganggu tidur gue aja lu. Kampret!!” Hyoseul yang masih dikuasai rasa kantuk mengumpat kesal. Ia ingin melanjutkan mimpi indahnya yang sempat tertunda. Yeoja itu menarik selimut tebal yang menutupi tubuhnya dan memeluk erat sebuah boneka beruang besar berbulu halus yang berada di sampingnya. Hyoseul diselimuti kehangatan dan kenyamanan yang membuatnya kembali memejamkan mata. Namun beberapa detik kemudian..
“Eh?”

Mata Hyoseul terbuka lebar. Ia mengamati kedua belah tangannya. Nampaknya yeoja itu baru menyadari kalau ikatan di tangannya sudah terlepas. Kemudian Hyoseul meraba bibirnya sendiri, sudah tidak ada lakban yang menempel dan menutupi mulutnya. Yeoja itu terdiam dan mencoba mengingat apa yang telah terjadi kepada dirinya semalam.
“Sungmin.” ia mengucapakan nama Lee Sungmin ketika berhasil mengingat semuanya. Semalam Sungmin memang mengikat dirinya di atas tempat tidur dan menempel rapat mulutnya dengan lakban. Setelah itu, dengan nyenyaknya Sungmin tidur di sofa dan membiarkan Hyoseul terikat sampai akhirnya yeoja itu ketiduran akibat terlalu lelah memberontak -mencoba melepaskan ikatan di tangannya. Awas deh lo, Min, kalo ketemu ketemu bakal gue gatak lo! dendam di dalam hati Hyoseul kembali menyala. Ia mendengus kesal lalu memukul-mukul boneka besar yang semenjak tadi dipeluknya.
“SEBEL!! SEBEL!! SEBEEEEEEL!!”

Namun, ketika Hyoseul sedang khusyuk melampiaskan kekesalannya terhadap Sungmin melalui boneka beruang itu, Hyoseul menyadari sesuatu..
“Eh?” wajah Hyoseul yang semula gahar berubah menjadi cengo. Ia memperhatikan ke sekelilingnya dengan seksama. Wajah Hyoseul akhirnya berubah warna (?) menjadi merah padam ketika dirinya menyadari bahwa boneka yang dipeluknya dan selimut yang menemani tidurnya semuanya berwarna pink! #WHAT???

“ANDWAEEEEEEEEEE………………!!!!!!!!!!” #PLAK!

Hyoseul kalap. Terlebih lagi karena tidak hanya satu atau dua benda saja yang berada di sana, tetapi juga ada sekitar 3 lapis selimut dan 10 boneka dalam berbagai ukuran. Semuanya berwarna pink. Hyoseul dibuat semakin kesal dan marah sehingga dengan membabi buta, yeoja itu melempar dan menendang-nendang semua benda-benda itu ke segala arah.
“Aaaaaaaaaarrrrrrggghhh…..!” #lebay.

“Gue harus bikin perhitungan, gue bakal presto tuh si Sungmin!” dendam (?) Hyoseul semakin menjadi. Yeoja itu melihat ke kiri, ke kanan dan ke semua penjuru arah mencari keberadaan Sungmin. Namun ia tidak melihat makhluk (?) itu di sana. Ia justru mendapati secarik kertas berwarna pink tergeletak di atas meja di samping tempat tidur.
“Kertas apaan nih?” Hyoseul segera meraih kertas pink itu dan membaca isinya…

“Udah bangun lo? Bagus deh kalo udah. Soalnya kalo ga bangun berarti lo udah almarhum donk ya? Hahaha… Gue tau lo pasti lagi ngamuk di dalam kamar gue kan? Silakan aja, gratis kok :p”

“Apa-apaan sih nih orang? Gaje banget!” komentar Hyoseul ketika membaca bagian awal dari surat yang ditinggalkan oleh Sungmin.

“Kalo lo lapar, lo ga usah khawatir, gue udah siapin persediaan makanan kok buat lo. Makanan favorit lo, mie instant cup. Semuanya gue simpan di lemari. Kalo mau makan, lo tinggal seduh aja pake air panas dari dispenser. Ga usah takut kelaparan, mie-nya cukup kok untuk makan 3 hari.”

“Buat 3 hari? Ga salah nih orang? Banyak amat?”

“Soalnya sampai lusa Super Junior bakalan ada di Jepang buat konser. Kita semua berangkat hari ini. Pesawatnya take-off jam 6 pagi. Jaga dorm baik-baik yaa… :D”

“MWO???” #PLAK!

Mata Hyoseul terbelalak ketika membaca bagian penutup dari surat itu. Jepang? 3 hari? Jam 6 pagi? pertanyaan-pertanyaan seperti itu bergantian menyerang kepala Hyoseul. Tapi yang paling mengganggu adalah pertanyaan yang terakhir. Hyoseul segera turun dari tempat tidur dan meraih jam weker yang sedang tergeletak merana di atas lantai -yang ia banting hingga hancur berkeping-keping. Beruntung, jam itu masih berfungsi walaupun sudah tak berbentuk lagi.
“Jam 6… Jam 6… Jam 6…” ulangnya secara tak sadar. Yeoja itu berharap ini belum jam 6, tapi TER-NYA-TA…

“JAM 8???” #PLAK!

Hyoseul panik, yeoja itu segera berlari menuju pintu -hendak keluar dari kamar. Namun malang bagi Hyoseul karena pintu kamar Sungmin sudah dikunci dari luar.
“BUKAAAAAAAA…………!!!!!!!!” BRAK! BRAK! BRAK! Hyoseul memukul-mukul daun pintu dengan keras -berharap ada seseorang yang dapat mendengarnya dan akan mengeluarkannya dari dalam sana.
“BUKAAAAAAAA……….!!!!!!!!” Tapi hasilnya nihil, kendati sudah mengeluarkan scream pamungkas ala M-Shadows, tidak ada satupun orang yang mendengar. Dorm Super Junior benar-benar sepi tak berpenghuni.

Lelah berteriak, Hyoseul akhirnya menyerah. Yeoja itu kini hanya bisa bersandar pada pintu dan pasrah menerima nasib yang harus dijalaninya -terkurung selama 3 hari di dalam kamar yang dipenuhi dengan warna pink. Mungkin inilah yang dimaksud Sungmin dengan “neraka yang sesungguhnya”. Dan ya, bagi Hyoseul ini benar-benar neraka.
“Ooohh…. Ya nasib, ya nasiiib… mengapa begini..?” dendangnya menyanyikan sebuah lagu dangdut karya Bang Haji Rhoma Irama (?) untuk mengusir kegalauan (?).

Kedua mata Hyoseul menjelajah ke seluruh penjuru kamar. Semuanya hanya ada warna pink. Ia merasa heran, kenapa Kyuhyun bisa tahan tidur sekamar dengan Sungmin? Andai dirinya yang jadi Kyuhyun, mungkin ia akan memilih tidur di ruang tengah daripada harus ditemani Sungmin dan benda-benda pink miliknya. Kenapa Sungmin harus menyukai warna pink? Kenapa tidak warna lain saja? Ah, tapi kalau dipikir-pikir lagi, apa haknya untuk melarang seseorang menyukai sesuatu? Seperti orang yang baru diberi petuah oleh Ki Semar (?), Hyoseul akhirnya sadar kalau selama ini dirinya salah. Ia tak seharusnya mencela hak orang lain. Bukankah semua orang memiliki hak? Ia juga pastinya tidak mau ada orang yang mencela haknya hanya karena asas tidak suka. Ma’afin gue, Min, gue emang salah, sesalnya.

Sejenak, hati Hyoseul merasa sedikit tenang oleh introspeksi kecil-kecilan yang dilakukannya. Rasa dendamnya terhadap Sungmin berangsur-angsur mulai berkurang. Ia juga tidak akan marah kepada Sungmin sekembalinya Super Junior dari Jepang nanti. Toh ia tetap mendapatkan haknya sebagai seorang pink hater.
“Mendingan gue mandi aja dulu deh.” kata Hyoseul seraya berjalan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar Sungmin. Ia mendekati sebuah westafel untuk mencuci muka dan menggosok gigi, akan tetapi…

“Eh?” mata Hyoseul membulat ketika melihat bayangannya sendiri di depan cermin.
“Apa-apaan nih..?” Hyoseul merasa tak percaya dengan apa yang baru dilihatnya. Seketika semua ketenangan hati yang baru saja didapatkannya langsung musnah dan kembali berubah menjadi amarah. Sebuah deathglare yang begitu menggelora (?) tercipta dan menyelimuti seluruh tubuh yeoja itu. Entah memang karena ia bodoh atau apa, Hyoseul baru menyadari kalau rambut panjangnya yang semula berwarna hitam berkilau kini berubah menjadi merah muda.

“LEE SUNGMIIIIIIIIIIIIIIIIIIN……………..!!!!!!!!!!!!!” #PLAK!

 

 

 

 

 

~ THE END ~

fanfiction | THE SCANDAL


Author: Shin Hyoseul a.k.a Lady Modrus Grande Dame (@ladymodrus).
Genre: Comedy.
Cast:
– Choi Siwon.
– Lee Hyukjae.
– Lee Donghae.
– Park Jungsoo.
– Kim Heechul.
– Kim Jongwoon.
Other Cast:
– Shin Hyoseul(?).
– Shin Myung Hee.
– Choi Hyori.
– Kim Myuri.
– Hwang Je Eun.
– Noh Rin Ni.
Rate: T.
Lenght: Oneshoot.
Note: Terinspirasi dari SMS iseng temen fb-nya author. Buat Ranger Shinta (Shinta Lestari), makasih atas SMS ‘ngeres’-nya, sist. Hoo-ah! XD
Desclimer: All cast mutlak milik Allah The Almighty, hanya FF ini yang mutlak milik Author. Share/CoPas yang penting full credit. Berani klaim, aing baledog modar sia!
Warning: Typo(s), OOC, non-EYD, bahasa tidak baku, humor gagal serta dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, hipertensi dan gangguan kejiwaan. Apabila sakit berlanjut, segera hubungi tempat pemakaman terdekat di kota anda *author durhaka*

No Bashing
Happy Reading! ^^

siwon shin hyoseul

###

Eunhyuk terbangun dari tidur siangnya. Namja itu merasa bosan dengan keadaan dorm yang sepi sehingga memutuskan untuk beristirahat sejenak di kamarnya. Setelah terlelap selama kurang lebih satu jam, Eunhyuk pun terbangun. Ia merasa sangat haus dan namja itu melangkah menuju dapur untuk mengambil air dengan langkah yang lunglai.
“Hoooaaaahhmm……. Sepi banget sih nih dorm?” Eunhyuk berkomentar sendirian. Ia hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu karena masih merasa bosan melihat keadaan dorm yang masih sunyi sepi seperti tempat pemakaman umum. Ah, bahkan menurutnya pemakaman saja masih lebih ramai dibandingkan dengan keadaan dorm Super Junior sekarang.

“Aduuh… Oppaa…” Langkah Eunhyuk terhenti ketika mendengar suara seorang yeoja. Lead dancer SuJu itu mulai mencari tahu dari mana suara itu berasal.
“Disini kan sepi, kenapa ada suara orang yaa?” tanya Eunhyuk pada dirinya sendiri.
“Aduuhh…” suara itu terdengar lagi. Eunhyuk semakin mempertajam indera pendengarannya. Hingga kemudian namja itu meyakini kalau suara itu berasal dari kamar Yesung dan Ryeowook. Eunhyuk mulai melangkahkan kakinya secara perlahan menuju depan kamar YeWook. Tak lama kemudian, suara itu terdengar lagi..

“Aku ga mau ah, oppa. Takut sakit..”
“Ga apa-apa. Pelan-pelan aja, ga akan sakit kok..” kali ini Eunhyuk tidak hanya mendengar suara seorang yeoja, tetapi juga suara seorang namja. Tapi sepertinya itu bukan suara Yesung maupun Ryeowook. Karena penasaran, Eunhyuk pun mendekatkan telinganya ke daun pintu kamar.
“Aduuhh… Jangan ditekan keras-keras.. Siwon oppa pelan-pelan donk..”
“Kalau ga ditekan, ga mungkin bisa masuk, Hyoseul-ah. Aku sudah pelan-pelan.”

“OMO!!” pekik Eunhyuk dalam hati. Ternyata orang yang sedang berada didalam kamar YeWook adalah Choi Siwon dan Shin Hyoseul.
“Sedang apa mereka berduaan didalam kamar?” pikir Eunhyuk penuh curiga. Otak yadongnya mulai aktif ketika ia mendengar rintihan Hyoseul dengan suara yang sedikit tertahan..
“Op~paa… Sa~kiiitt…” Eunhyuk menahan napas. Namja itu sungguh penasaran akan apa yang sedang terjadi didalam sana.
“Tenanglah, ini baru masuk setengah. Kalau sudah masuk semua pasti ga akan sakit lagi.” Suara Siwon terdengar lagi. Eunhyuk jadi memikirkan yang tidak-tidak. Dalam benaknya, mungkin saja Siwon dan Hyoseul itu sedang melakukan adegan seperti di film-film biru yang biasa ia tonton. Membayangkan hal itu, Eunhyuk sampai menelan air liurnya sendiri. Lalu muncul ide nakal Eunhyuk untuk merekam suara-suara yang kini tengah didengarkannya.
“Coba kau goyangkan sedikit. Ini agak sempit. Susah masuknya.” kata Siwon pada Hyoseul didalam sana.
“Jelas aja sempit, oppa.. Ini kan yang pertama kali bagiku.” ujar Hyoseul kemudian. Eunhyuk jadi deg-degan mengetahui hal itu. Otak yadongnya semakin bekerja dengan baik.
“Siwon beruntung sekali..” gumamnya pelan sambil berdecak secara tak sadar. Tak lama..

“Aaawh!!!” Hyoseul berteriak. Entah apa yang terjadi pada yeoja itu, yang jelas Eunhyuk semakin antusias dibuatnya.
“Tuh kan.. Kalau udah masuk semua kan lebih enak.” suara Siwon kembali terdengar.
“Aku mau udahan aja ah, oppa. Aku ga mau lagi..” kata Hyoseul yang sepertinya ingin berhenti melakukan ‘sesuatu’.
“Kan tanggung, Hyoseul-ah. Masa udah minta dicabut? Coba digerakin sebentar..” protes Siwon.
“Ga mau. Ini udah sakit banget, oppa..” Hyoseul terdengar bersikeras.
“Ya udah, aku cabut yaa..” Tak lama kemudian, Hyoseul kembali menjerit lalu mengomel tak jelas.
“Aaaww!!! Siwon oppa pelan-pelan donk! Kan sakitnya masih berasa!”
“Kau ini rewel sekali seperti anak kecil!”
“Oppa-nya juga sih kasar banget! Udah ah.. Aku mo pulang ke dorm aja!”

Mendengar kata ‘pulang’, Eunhyuk dengan segera menjauhi pintu kamar YeWook dan lalu bergegas ke ruang tamu. Ia meraih sebuah majalah diatas meja lalu duduk santai di sofa dan bersikap seolah dirinya tak mengetahui apapun.
“Aduuh.. Sakit..” Hyoseul keluar dari kamar sambil mengeluh kesakitan. Selang beberapa detik, Siwon juga keluar dari kamar lalu mengikuti Hyoseul dari belakang.
“Apa kau mau aku antar?” Siwon menawarkan bantuan.
“Yang benar saja. Dorm MY Inc kan ada di lantai atas. Aku bisa pulang sendiri.” tolak Hyoseul yang kemudian tanpa permisi -dan tanpa mempedulikan Eunhyuk- langsung pergi begitu saja.

***

“MWO???” Leeteuk, Heechul dan Donghae tersentak kaget setelah mendengar cerita Eunhyuk tentang apa yang terjadi tadi siang. Mereka bertiga sudah pasti tidak percaya dengan apa yang telah diceritakan oleh Eunhyuk mengingat Siwon adalah seorang namja yang sangat sopan terhadap perempuan dan juga sangat taat beribadah. Begitu pula dengan Shin Hyoseul. Semua member Super Junior mengenal leader Michin Yeoja Incorporated -MY Inc- itu sebagai seorang yeoja yang cuek, terkesan tomboy dan menganggap semua member SuJu seperti keluarganya sendiri. Jadi tidak mungkin mereka berdua bisa berbuat serendah itu.
“Beneran, hyung. Aku ga bohong.” Eunhyuk mencoba meyakinkan ketiga sohib-nya itu.
“Ciuuzz..? Mi’apah..??” Heechul tetap merasa tak percaya.

Siwon dan Hyoseul memang pernah membuat heboh publik dengan adegan kissing mereka dalam sebuah drama. Itu adalah drama pertama dan terakhir yang pernah dibintangi oleh Hyoseul. Karena adegan kissing yang bisa dibilang ga banget itu Hyoseul jadi di-bash oleh banyak fans Siwon dan akhirnya anti-MY Inc semakin bertambah banyak. Dan semenjak itulah Hyoseul tidak mau lagi menjadi cast dalam sebuah drama.
“Mungkin aja mereka beneran cinta lokasi, hyung.” Eunhyuk mencoba menerka-nerka.
“Kalaupun cinta lokasi, mereka ga mungkin sampai melangkah sejauh itu. Apalagi melakukannya didalam dorm.” Leeteuk memberi sanggahan diikuti dengan anggukan dari Donghae sambil berkata.
“Aku setuju sama Jungsoo hyung. Siwon dan Hyoseul ga mungkin melakukan perbuatan mesum seperti itu disini.”
“Tapi aku punya bukti.”

Eunhyuk segera mengambil ponselnya yang berada di saku celana sebelah kanannya lalu memutar rekaman yang dibuatnya tadi siang. Leeteuk, Heechul dan Donghae mendengarkan dengan seksama rekaman itu. Dan benar apa yang dikatakan Eunhyuk, suara yang mereka dengarkan adalah suara Choi Siwon dan Shin Hyoseul. Tapi mereka tetap tidak percaya kalau Siwon dan Hyoseul sedang melakukan hal tercela.
“Siwon ga mungkin kayak gitu. Lagipula, mana mau dia pacaran dengan yeoja sarap seperti Shin Hyoseul.” ujar Donghae pada Eunhyuk.
“Tapi yang namanya manusia kan pasti pernah khilaf(?).” Eunhyuk tidak sependapat dengan si Fishy yang masih tak percaya kalau itu benar Siwon dan Hyoseul.
“Kau berani sumpah demi apa?” Donghae ingin memastikan kalau Eunhyuk tidak berbohong. Dengan tampang innocent, si Anchovy itu langsung menjawab..
“Demi cintaku padamu, Hae.” jiaaaahh….. #PLETAK:eunhyuk-digatak-donghae-pake-linggis(?).

“Aku rasa, lebih baik kita tanyakan langsung sama mereka. Dengan begitu permasalahan ini akan menjadi jelas.” usul Leeteuk pada dongsaeng-dongsaengnya.
“Aku setuju dengan Jungsoo. Kita harus meminta konfirmasi langsung dari Siwon dan Hyoseul. Kalau masalah ini sampai bocor ke publik, dijamin bakalan ada Perang Dunia Ketiga di dunia maya.” Heechul sependapat dengan sang Leader. Eunhyuk dan Donghae cuma bisa manggut-manggut menanggapi kedua hyung mereka itu. Tak lama kemudian, datanglah Siwon yang baru saja selesai menjalani syuting drama terbarunya..

“Nah, tuh dia orangnya datang. Panjang umur banget si Kuda, baru diomongin udah muncul kepermukaan(?)” ucap Donghae begitu melihat Siwon memasuki dorm.
“Eeh.., lagi pada ngumpul..” sapa Siwon pada teman-temannya sambil tersenyum tanpa dosa.
“Lagi pada ngobrolin apa sih? Kelihatannya serius banget?” tanya Siwon lagi sambil duduk diatas sofa seraya mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.
“Siwonnie, kami perlu bicara sesuatu denganmu.” ujar Donghae.
“Nanti dulu, Hae. Kita harus memanggil Shin Hyoseul dulu kemari.” cegah Leeteuk yang kemudian meraih ponselnya yang tergeletak diatas meja lalu menghubungi seseorang.
“Eh, ada masalah apa sih, hyung? Kok Shin Hyoseul dibawa-bawa?” tanya Siwon bingung. Leeteuk, Heechul, Eunhyuk dan Donghae tidak memberi namja itu jawaban apapun selain pandangan penuh selidik kearahnya. Melihat wajah kepo keempat sohibnya itu, Siwon cuma bisa mengerutkan dahi.

***

@MY Inc’s dorm.

“Yeobseyo?” Choi Hyori yang merupakan salah satu dari lead vocal MY Inc itu langsung mengangkat telepon di dorm mereka yang tengah berdering.
“Oh, Leeteuk oppa.. Ada perlu apa menelepon?” tanya Hyori setelah mengetahui siapa orang yang menelepon ke dorm mereka.
“Hyoseul eonni? Hmm.. Dia sedang di kamar. Nanti akan kusampaikan.” kata Hyori pada Leeteuk di seberang sana. Tak lama percakapan mereka berakhir dan yeoja itu pun menutup telepon di dorm tempat ia dan member MY Inc lainnya tinggal.

“Ada telepon dari siapa, eonni?” tanya Kim Myuri -salah satu lead dancer MY Inc.
“Leeteuk oppa. Dia mencari Hyoseul eonni.” jawab Hyori.
“Ada perlu apaan sih? Kok Leeteuk oppa nyariin Hyoseul eonni?” si magnae Noh Rin Ni ikut-ikutan bertanya kepada Hyori tanpa menoleh sedikitpun, matanya sedang fokus ke layar laptop.
“Anak kecil ga usah ikut-ikutan. Sudah kau urus saja Point Blank-mu itu!” timpal Hyori. Rin Ni pun cemberut.
“Kalau sesama leader sudah saling menghubungi, biasanya ada urusan penting.” ujar Hwang Je Eun yang sedang asik bermain dengan hamsternya.
“Mungkin berkaitan tentang konser SMTOWN nanti.” tambah Shin Myung Hee mencoba menebak tujuan Leeteuk menghubungi leader mereka.
“Ah, sudahlah.. Lebih baik aku memberitahu Seul eonni kalau Leeteuk oppa mencarinya.” kata Hyori yang kemudian berjalan menuju kamar Hyoseul dan meninggalkan member lainnya.

“Eonni.. Eonni..” panggil Hyori sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Hyoseul. Tapi tidak ada jawaban. Hyori kembali mengetuk-ngetuk pintu kamar seraya memanggil nama ‘Commander’ mereka itu..
“Eonni.. Ini aku, Choi Hyori. Boleh aku buka pintunya?” Hyori meminta izin untuk masuk. Akan tetapi masih tidak ada jawaban. Oleh karena itu, meskipun tanpa adanya izin dari Hyoseul, Hyori membuka pintu untuk untuk masuk ke dalam kamar. Dan ketika pintu terbuka..

DHUUEEERRR……….!!!!!!!!!! DREDEDEDEDEDEDED BOOOOOOMM!!!!!!!!!!
Suara senapan mesin dan ledakan granat, mortir dan lain sebagainya langsung meluluhlantakkan(?) seisi dorm MY Inc. Hyori yang membuka pintu kamar Hyoseul langsung dibuat jantungan oleh suara-suara itu. Bahkan karena saking kagetnya, hamster milik Je Eun langsung kabur entah kemana. Ini dikarenakan Hyoseul sedang menonton BLACK HAWK DOWN -film perang favoritnya- dengan volume gila-gilaan. Tak pelak, kebiasaan leader MY Inc ini langsung menuai protes dari dongsaeng-dongsaengnya.
“EONNIIIIIIII………!!!!!!!!!” teriak Myung Hee, Hyori, Myuri, Je Eun dan Rin Ni secara bersamaan. Mereka kesal karena suara dentuman-dentuman bom hasil dari pertempuran antara Rangers Army+Delta Force versus The Skinnies a.k.a Somali Militia itu sangat mengganggu mereka. Tidak hanya sekali, hal itu terjadi hampir setiap hari.

“Eonni, bisa ga sih volumenya dikecilin sedikit?!” protes Hyori ketika memasuki kamar. Biasanya kalau sudah diprotes begitu, Hyoseul akan mengurangi volume speaker yang lebih dahsyat dari bioskop itu sambil ngedumel. Tapi kali ini berbeda. Hyoseul tidak melakukan apa-apa. Yeoja itu tampak sedang terisak dengan kepala tertunduk di sisi tempat tidurnya.
“Eonni..? Eonni kenapa nangis?” tanya Hyori cemas. Ia lantas duduk di sebelah Hyoseul.
“A~aku sedih, Hyori-ah.. Hiks..” isak Hyoseul masih dengan kepala tertunduk.
“Eonni sedih kenapa?” tanya Hyori lagi. Lama Hyoseul terisak, sebelum akhirnya menjawab pertanyaannya..
“Aku sedih ka~karena..”
“Karena apa?” tanya Hyori penasaran.
“Karena…”
“Karena apa sih, eonn??” Hyori semakin penasaran.
“Aku sedih karena aku ga tega ngeliat Shughart dan Gordon mati ditembakin kayak gitu..” jiaaaahh….. #GUBRAKK:hyori-pingsan.

“Please dueh, eonn! Itu cuma cerita di film aja kaleeee…….” Hyori jadi tak habis pikir dengan kelakuan eonninya itu.
“Tapi BHD kan dibuat berdasarkan kisah nyata..” Hyoseul mencoba membela diri. Hyori semakin BT dan dengan gaya cuek langsung berkata..
“Terserah eonni aja deh! Yang jelas, tadi Leeteuk oppa menelepon. Dia mau ketemu sama eonni di dorm SuJu. Katanya ada urusan penting.” kata Hyori yang langsung angkat kaki dari kamar Hyoseul meninggalkan sang leader yang masih menangis sesenggukan.

***

@SuJu’s dorm.

“Annyeong, oppadeul..!!” sapa Hyoseul pada Leeteuk, Heechul, Eunhyuk, Donghae dan Siwon dengan ceria. Tapi sungguh diluar dugaan, para member Super Junior itu menyambut kedatangannya dengan wajah dingin. Hyoseul yang tadinya sumringah jadi berubah tegang. Mereka memandang Hyoseul dengan tatapan curiga. Membuat yeoja itu merasa tak nyaman dan merasa seperti maling sendal yang akan diinterogasi oleh hansip di kantor kelurahan.
“Duduk disana.” kata Leeteuk yang menyuruhnya untuk duduk di sebelah Siwon. Sedangkan yang lainnya berdiri menghadap mereka berdua sambil melipat tangan.
“Ada apa sih? Kok kayaknya serius begini?” tanya Hyoseul pada Siwon yang berada di sebelah kanannya. Yang ditanya cuma bisa mengangkat bahu karena dia juga tidak tahu kenapa keempat sohibnya itu terlihat tidak main-main.

“Oppa, sebenarnya ada apa aku dipanggil kemari?” tanya Hyoseul pada Leeteuk. Leader Super Junior itu tampak sedang berpikir keras. Leeteuk sedang mencari kata-kata yang tepat untuk menanyakan tentang kejadian tadi siang.
“Hmm.. Aku ingin menanyakan sesuatu pada kalian berdua. Aku harap kalian mau berkata jujur pada kami.” kata Leeteuk pada Hyoseul dan Siwon setelah merenung beberapa saat.
“Tentang apa?” tanya Hyoseul agak penasaran.
“Tentang hubungan kalian berdua.” jawab Leeteuk.
“Tentang hubungan kami? Maksudnya?” kini giliran Siwon yang bertanya heran. Leeteuk kebingungan mau berkata apa. Jika ia mengatakannya secara langsung, ia takut dianggap tidak menghormati Hyoseul sebagai seorang yeoja. Sudah jelas Leeteuk harus berhati-hati dalam berbicara. Karena lama menunggu kata-kata yang keluar dari mulut sang leader, Heechul pun akhirnya mengambil alih pembicaraan.

“Begini, sebelumnya aku mau minta ma’af kalau hal ini terlalu pribadi untuk kalian jawab. Tapi kami benar-benar butuh penjelasan dari kalian. Apakah benar kalian berdua berpacaran?” tanya Heechul. Mendengar pertanyaan Heechul, Siwon dan Hyoseul jadi saling berpandangan tak mengerti.
“Pacaran?” ucap mereka secara bersamaan. Melihat percakapan diantara mereka semakin bertele-tele, Eunhyuk yang sedari tadi sudah gerah ingin berkomentar tidak bisa lagi tinggal diam.
“Udah deh, ga usah banyak basa-basi lagi. Apa kalian berdua bertemu di dorm ini tadi siang?” tanya Eunhyuk tak sabaran. Siwon dan Hyoseul menatap Eunhyuk dengan aneh. Kendati begitu, Hyoseul tetap menjawab pertanyaan Eunhyuk..
“Ne..” kata Hyoseul tanpa rasa berdosa sedikitpun.
“Terus, apa yang kalian berdua lakukan didalam kamar Yesung hyung tadi siang, hah?? Apakah kalian berbuat mesum disana??” tanya Eunhyuk lagi. Kali ini Eunhyuk sudah bukan serius lagi, melainkan limabelasrius(?).
“MWO???” secara otomatis, Siwon dan Hyoseul langsung kaget mendengar apa yang dituduhkan oleh Eunhyuk.

“Lee Hyukjae, kau ini bicara apa??” Siwon tidak terima dengan kata-kata Eunhyuk tadi.
“Jadi oppa menuduh aku dan Siwon oppa melakukan hal seperti itu di kamar Yesung oppa??” Hyoseul tak kalah kaget.
“Tepat sekali!” jawab Eunhyuk dengan sangat PD. Siwon dan Hyoseul tampak kelabakan ketika mendengar tuduhan yang dilayangkan oleh Eunhyuk tadi. Membuat namja itu merasa yakin kalau dirinya benar dan ia akan membuktikan kebenaran itu.
“Hyukjae-ah, kalau bicara sopan sedikit donk.” tegur Donghae melihat kelakuan Eunhyuk yang agak keterlaluan.
“Ga perlu. Kalau ga pake cara kayak begini mereka ga bakalan mau mengaku, Donghae-ah.” kata si Dance Machine memberi alasan.
“Ya jelas aja ga bakalan ngaku. Aku sama Siwon oppa kan ga ngapa-ngapain di dorm ini. Aku kan masih disegel(?).” Hyoseul langsung menyambar omongan Eunhyuk. Tapi Eunhyuk tidak mau kalah, dia langsung membeberkan bukti yang ada. Namja itu segera memutar rekaman tadi siang. Siwon dan Hyoseul tidak bisa mengelak lagi.

“Itu memang suara kami, hyung. Tapi~”
“Tuh kan? Akhirnya si Kuda mengaku juga!” kata Eunhyuk memotong ucapan Siwon. Tentu saja hal ini membuat Leeteuk, Heechul dan Donghae begitu kecewa kepada Siwon.
“Siwonnie, aku tak menyangka kalian berani berbuat hal seperti itu.” ujar Leeteuk.
“Hyung, aku ga melakukan hal seperti itu pada Hyoseul. Ciyuzz, enelan deh, hyung.” Siwon mencoba untuk meyakinkan Leeteuk. Begitu pula dengan Hyoseul yang dengan penuh Semangat 45 membantah tuduhan Eunhyuk.
“Ne, oppa. Siwon oppa benar. Kita ga pernah melakukan hal-hal seperti itu. Ciuman sekali di drama aja udah bikin aku kapok sama Siwon oppa.”
“Bohong, hyung. Aku punya bukti lain. Kali ini si Kuda sama si yeoja sarap ini ga akan bisa membantah lagi. Aku punya bukti fisik.” Eunhyuk masih tak mau menyerah. Malah dengan penuh rasa percaya diri, ia menyebut-nyebut kalau dirinya memiliki bukti secara fisik.
“Bukti apa lagi sih?” Heechul dibuat begitu penasaran. Eunhyuk yakin, kali ini bukti yang dimilikinya sangat kuat. Namja itu lantas langsung menunjuk kearah Hyoseul sambil berkata..
“Tuh lihat!”

Awalnya Leeteuk, Heechul dan Donghae tidak mengerti maksud Eunhyuk. Tapi setelah diperhatikan lagi..
“OMO!!” Donghae tampak terkejut.
“Oh-My Oh-God!!” Leeteuk merasa shock. Begitu pula dengan Heechul, namja itu langsung berteriak..
“ASTAGHFIRULLAH ALADZIM!!!!” jiaaah… #GUBRAKK:petals-pingsan.
“Lihat leher Shin Hyoseul. Disana ada beberapa bercak merah. Itu pasti kissmark yang tadi siang dibuat oleh Siwon. Sekarang hyung percaya sama aku, kan?” Eunhyuk menjelaskan bukti fisik yang dimaksudkan olehnya. Sudah pasti Siwon dan Hyoseul kembali membantah.
“Itu ga benar! Hyung jangan percaya sama kata-kata si otak yadong ini. Kalau hyung sampai percaya, itu namanya musrik!” Siwon jadi sedikit naik pitam. Eunhyuk hanya mesem sambil berkata..
“Sudahlah, Siwonnie. Bohong itu dosa.”
“Tapi aku ga bohong!” Siwon tetap membantah bukti yang ada.
“Ne. Siwon oppa itu ga bohong! Lagipula ini bukan kissmark.” Hyoseul membela Siwon.
“Kalau bukan kissmark lalu apa lagi? Bukti sudah berbicara, Hyoseul-ah. Kau ga usah melindungi namjachingumu itu.” Eunhyuk semakin ngotot.
“Tapi aku ga pacaran sama Siwon oppa!”
“Ne, emang ga pacaran. Tapi tetap aja kalian udah ketahuan berbuat mesum. Pokoknya kalian berdua harus dibawa ke penghulu(?) secepatnya sebelum semuanya terlambat!”
“Ya! Lee Hyukjae, kau jangan bicara sembarangan. Perkaranya ga semudah itu.” Leeteuk jadi pusing menghadapi skandal yang kebenarannya masih simpang siur itu. Eunhyuk bersikeras kalau Siwon dan Hyoseul memang melakukan ‘sesuatu’ di kamar Yesung. Sedangkan yang dituduh juga dengan keras membantah semua itu. Leeteuk benar-benar bingung tindakan apa yang harus ia ambil. Bagi seorang leader, mungkin ini adalah saat-saat yang cukup sulit dan tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, apalagi tanpa adanya perhitungan.

“Hyung, gimana nih?” Donghae jadi ikut bingung.
“Kira-kira kita harus bagaimana, Jungsoo-ah? Apa yang harus kita lakukan?” tanya Heechul perihal keputusan apa yang akan diambil oleh Leeteuk. Semuanya sudah sangat penasaran, tapi Leeteuk masih sibuk berpikir. Hingga kemudian, Siwon yang tadinya sudah mulai pasrah kembali angkat bicara..
“Aku punya cara yang bisa membuat hyung percaya kalau aku dan Hyoseul tidak bersalah.”
“Apa itu? Cepat kau katakan.” tanya Leeteuk tak mau banyak basa-basi lagi.
“Aku punya saksi mata yang akan membuktikan kalau aku dan Hyoseul ga berbuat mesum, hyung.” jawab Siwon dengan teramat sangat yakin sekali.
“Saksi mata? Siapa?” tanya Leeteuk lagi sambil mengerutkan dahi.
“Itu dia orangnya, hyung!” seru Siwon sambil menunjuk Yesung yang baru saja memasuki dorm. Yesung yang memang tak mengetahui apa yang terjadi tentu saja dibuat bingung dan tidak mengerti.
“Eh, ada apaan sih? Kok pake nunjuk-nunjuk aku segala?”

___

=FLASHBACK=

“Kalian kenapa diam saja? Ayolah.. Buatlah hyung kalian ini terhibur..” Yesung tengah merajuk didepan kandang kura-kura peliharaannya. Ia merasa bosan karena dorm Super Junior sedang sepi. Bahkan karena saking bosannya, Eunhyuk sampai memilih untuk tidur siang di kamarnya dan tidak mau diganggu.
“Benar-benar membosankan!” keluh Yesung. Namja itu semakin merasa bosan setelah Ddangko-bersaudara tidak mau bergerak dan hanya diam saja. Dengan ogah-ogahan Yesung berjalan menuju ruang tengah dan menjatuhkan dirinya sendiri keatas sofa. Ia mencoba untuk menghibur dirinya sendiri dengan menonton acara tv. Tapi bukannya terhibur, ia malah mengantuk. Tak perlu menunggu lama, lead vocal Super Junior itupun tertidur.

“Hyung, kalau mau tidur di kamar aja.” tiba-tiba saja ada suara yang membangunkan Yesung dari tidurnya yang belum sampai ke alam mimpi sama sekali. Yesung mengucek-ngucek matanya, dan tampaklah Siwon sedang berdiri di sebelah sofa tempat namja itu berbaring.
“Ah, ne..” kata Yesung yang kemudian berjalan agak sempoyongan menuju kamarnya. Tak lama setelah memasuki kamar, Siwon mulai mendengar suara aneh dari kamar Yesung..
“Ngroook… Ngroook…” jiaaaahh… #GUBRAKK:yesung-ngorok. XD

Eunhyuk dan Yesung sampai memutuskan untuk tidur siang karena merasa bosan. Siwon juga mulai merasakan hal yang sama. Namja itu mulai terjangkit virus borring yang sebelumnya sudah menjangkiti Eunhyuk dan Yesung.
“Apa lebih baik aku pergi ke lokasi syuting aja ya? Ah, tapi take-nya kan baru akan dimulai 2 jam lagi..” gumam Siwon bingung. Ia tengah mencari-cari cara agar dirinya bisa terhindar dari rasa bosan.
“Hmm.. Twitteran aja deh!” akhirnya namja itu memutuskan untuk membuka akun Twitter-nya agar rasa bosannya teratasi.

Saat sedang khusyuknya(?) Siwon bermain twitter, tiba-tiba saja datang seorang yeoja..
“Annyeong Siwon oppa yang paling ganteng sejagad raya tapi kayak kuda Sumbawa~” #PLETAK!! Siwon langsung memberi yeoja itu sebuah jitakan sadis sebagai ucapan selamat datang.
“Ga usah gengges deh. Kau ada perlu apa kemari?” tanya Siwon pada yeoja yang tak lain dan tak bukan adalah Shin Hyoseul, leader sekaligus lead rapper MY Inc.
“Aku mau balikin PSP-nya Kyuhyun oppa. Kemarin dipinjam sama Rin Ni tapi dia ga izin lagi sama yang punya.” jawab Hyoseul sambil mengusap-ngusap kepala-nya yang sakit akibat dari jitakan Siwon tadi.
“Itu sih namanya nyolong!” timpal Siwon.
“Kyuhyun-nya lagi ga ada.” tambahnya.
“Emang tuh Bontot Iblis kemana?” tanya Hyoseul sambil culak-ciluk ke sekeliling dorm mencari keberadaan Kyuhyun.
“Lagi pergi tanding game sama Changmin dan Minho. Kemungkinan pulang malam. Kau kan tahu sendiri mereka itu seperti apa kalau sedang main game.” jawab Siwon panjang lebar.
“Ooh.. Begitu.. Ya udah deh oppa, PSP-nya aku titipin aja. Aku mau balik ke dorm dulu deh kalau begitu.” kata Hyoseul seraya meletakkan PSP milik Kyuhyun diatas meja lalu melangkahkan kaki-nya hendak menuju pintu depan. Tapi baru beberapa langkah berjalan, Siwon menahan Hyoseul untuk tidak pergi dulu. Siwon sepertinya teringat akan sesuatu.

“Hyoseul-ah, tunggu..” panggilnya.
“Ada apa, oppa?” tanya Hyoseul bingung.
“Begini.. Kemarin aku beli sepatu buat Jiwon tapi ga muat. Lagipula Jiwon juga baru aja beli sepatu baru. Aku jadi bingung mau diapakan sepatu itu. Dari pada mubazir(?), lebih baik sepatu itu untukmu saja ya..” Siwon menjelaskan. Wajah Hyoseul langsung sumringah ketika mendengar perkataan Siwon. Kapan lagi ia bisa mendapatkan sepatu gratis?
“Aku sih mau aja, oppa. Tapi aku kan ga tau sepatunya kayak gimana.”
“Sepatunya aku titipkan di kamar Yesung hyung. Tunggu sebentar, ya, aku mau ambil dulu.” ujar Siwon yang lalu berjalan menuju kamar Yesung. Karena begitu antusias dan tidak sabaran, Hyoseul malah mengikuti Siwon masuk ke kamar Yesung.
“Oppa, ikuut…”

Sampai di kamar, Siwon dan Hyoseul mendapati Yesung sedang tidur dalam posisi terlungkup. Tampak ada air terjun(?) mengalir dari rongga mulut namja itu yang sedikit terbuka.
“Aissh… Yesung oppa jorok.” Hyoseul memandang Yesung il-feel.
“Hampir semua member Super Junior ngiler kalau sedang tidur. Kecuali aku.” kata Siwon dengan sangat narsis. Hyoseul tampak ragu dengan omongan Siwon tadi.
“Beuh.. Ciyuss??” Hyoseul merasa tak yakin.
“Enelan.” Siwon mencoba meyakinkan.
“Mi’apahh..??” tanya Hyoseul lagi. Siwon langsung menjawab..
“Mi cinta kita beldua dund..”
“KYAAAAAAAAA………………!!!!!!!!!!!!!” Hyoseul langsung berteriak sambil jingkrak-jingkrak tak karuan sehingga membuat suasana gaduh di dalam kamar. Siwon cuma bisa melihat tingkah sarap Hyoseul sambil bergumam..
“Mit-amit jabang bayi.. Ting-bating salalana..” Siwon jadi kapok main gombalan. Dan karena suara teriakan Hyoseul yang seperti kaleng rombeng itu, tidur Yesung jadi terganggu. Tanpa banyak bicara, Yesung langsung melemparkan sebuah pajangan kura-kura yang berada diatas meja dekat tempat tidurnya kearah Hyoseul #PLETAK!! Yeoja itupun sukses mendapatkan benjol 7 susun(?) di kepalanya.

“Haduuuh…. Sakit oppa..” keluh Hyoseul.
“Makanya jangan berisik. Kalian berdua mau ngapain sih masuk kesini? Ganggu tidurku aja.” tanya Yesung sedikit marah.
“Mian, hyung. Kita cuma mau jajalin sepatu yang kemarin aku titip ke hyung.” jawab Siwon seraya membungkuk minta ma’af kepada Yesung.
“Ya udah, tapi kalian jangan berisik. Aku mau tidur siang. Arraseo?” kata Yesung lagi.
“Ne, hyung.” ujar Siwon mengerti kemauan Yesung.
“Kau sih.. Aku jadi dimarahi.” kini Siwon yang mengomel pada Hyoseul.
“Mian, oppa.” kata Hyoseul sambil cemberut.

Siwon lantas berjalan menuju sebuah meja kecil di pojokan kamar. Diatas meja itu tampak ada sebuah kardus kecil berwarna hitam. Siwon segera mengambil kardus kecil itu dan membuka isinya.
“Nih dia sepatunya..” kata Siwon sambil menunjukkan isi kardus itu yang ternyata adalah sebuah sepatu ber-hak tinggi berwarna merah terang.
“Waaah…” Hyoseul takjub melihat sepatu yang terlihat sangat mahal itu.
“Tapi, aku ga pernah pakai high heels sama sekali, oppa.” kata Hyoseul kemudian.
“Sekali-sekali kan ga apa-apa pakai high heels.” Ujar Siwon.
“Duh, gimana yaa..?” Hyoseul merasa sedikit ragu untuk menerima sepatu itu karena dirinya tidak pernah menggunakan high heels.
“Udah, kau jajal aja dulu..” kata Siwon lagi.

Merasa apa yang dikatakan Siwon ada benarnya, akhirnya Hyoseul pun memutuskan untuk menjajal sepatu itu terlebih dahulu. Yeoja itu duduk diatas sebuah kursi kecil di dekat meja.
“Muat ga ya? Kelihatannya sepatu ini agak kecil.” gumam Hyoseul.
“Dicoba dulu deh..” kata Siwon seraya mengeluarkan sebelah sepatu itu dari tempatnya.
“Nih, cobain..” kata Siwon lagi pada Hyoseul yang sibuk menggaruk-garuk leher-nya sendiri sampai merah.
“Kau kenapa?” tanya Siwon bingung.
“Alergi-ku lagi kumat, oppa. Kemarin aku makan seafood bareng member MY Inc yang lain. Badanku jadi gatal-gatal.” jawab Hyoseul yang masih menggaruk-garuk leher dan lengan-nya.
“Udah tau alergi, kenapa kau masih makan juga? Katanya kau ga suka seafood.” tanya Siwon lagi. Hyoseul menjawab..
“Aku dipaksa sama member lain.”
“Ya udah.. Sekarang cepat kau pakai sepatunya.” kata Siwon lagi. Tanpa banyak bicara lagi, Hyoseul segera mencoba sepatu itu. Tapi..

“Ga muat, oppa. Kaki-ku ga bisa masuk.” ujar Hyoseul yang terlihat agak kesulitan untuk memasukkan kaki-nya kedalam sepatu itu.
“Ah, masa sih? Sepertinya kakimu lebih kecil dari Jiwon. Kok ga muat?” Siwon merasa tak percaya.
“Beneran, oppa. Nih liat..” kata Hyoseul sambil kembali mencoba untuk mengenakan sepatu itu dan menunjukkannya kepada Siwon.
“Hmm.. Gimana ya? Pasti bisa masuk. Aku bantu yaa..” kata Siwon bersikeras. Ia mencoba untuk membantu Hyoseul mengenakan sepatu itu. Kemudian..
“Aduuh… Oppaa…” Hyoseul sedikit mengeluh kesakitan ketika Siwon membantu kaki yeoja itu agar bisa masuk kedalam sepatu.
“Aduuuhh…” keluh Hyoseul lagi. Yeoja itu sangat yakin kalau sepatu itu memang tidak muat di kaki-nya. Ia tidak mau memaksakan diri untuk mengenakan sepatu itu. Tapi Siwon tetap bersikeras kalau kaki Hyoseul bisa masuk. Siwon memintanya untuk mencoba sepatu itu lagi.

“Aku ga mau ah, oppa. Takut sakit..” tolak Hyoseul.
“Ga apa-apa. Pelan-pelan aja, ga akan sakit kok..” Siwon ngotot. Entah kenapa sepertinya Siwon benar-benar tidak ingin sepatu itu menjadi mubazir sehingga memaksa Hyoseul untuk mencobanya padahal sudah jelas sepatu itu tidak muat di kaki Hyoseul.
“Aduuhh… Jangan ditekan keras-keras.. Siwon oppa pelan-pelan donk..” protes Hyoseul karena Siwon memaksakan kaki Hyoseul agar masuk kedalam sepatu.
“Kalau ga ditekan, ga mungkin bisa masuk, Hyoseul-ah. Aku sudah pelan-pelan.” sanggah Siwon.

Sementara itu, Yesung yang sudah mulai nyenyak dalam tidurnya kembali terganggu oleh suara ribut Siwon dan Hyoseul. Tapi ia mencoba untuk tak mempedulikan mereka dan melanjutkan tidur-nya kembali.
“Op~paa… Sa~kiiitt…” Hyoseul kembali mengeluh kesakitan karena Siwon memaksakan sepatu itu agar muat di kakinya.
“Tenanglah, ini baru masuk setengah. Kalau sudah masuk semua pasti ga akan sakit lagi.” Siwon mencoba untuk menenangkan Hyoseul.
“Coba kau goyangkan sedikit. Ini agak sempit. Susah masuknya.” pinta Siwon yang sedikit kesulitan memasukkan kaki Hyoseul.
“Jelas aja sempit, oppa.. Ini kan yang pertama kali bagiku.” Hyoseul kembali protes. Yeoja itu memang tidak pernah menggunakan high heels karena sepatu jenis itu sering membuat kaki-nya pegal dan agak sakit. Dan ini adalah kali pertama bagi Hyoseul untuk mencoba sepatu ber-hak tinggi.

Siwon masih sibuk menekan kaki Hyoseul yang baru masuk setengah itu. Tak lama kemudian..
“Aaawh!!!” Hyoseul berteriak agak keras ketika kakinya berhasil masuk kedalam sepatu. Teriakan Hyoseul sampai membuat Yesung tersentak kaget. Sebenarnya Yesung sudah sangat geram dan merasa sangat terganggu karena Hyoseul dan Siwon begitu berisik. Tapi karena ogah banyak mulut, akhirnya Yesung cuma bisa menutupi kepalanya dengan bantal dan guling.
“Tuh kan.. Kalau udah masuk semua kan lebih enak.” ujar Siwon pada Hyoseul setelah berhasil membuat kaki yeoja itu masuk kedalam sepatu. Siwon mengambil pasangan dari sepatu itu dan berniat untuk memakaikannya ke kaki Hyoseul yang sebelah lagi. Tapi yeoja itu menolak..

“Aku mau udahan aja ah, oppa. Aku ga mau lagi..”
“Kan tanggung, Hyoseul-ah. Masa udah minta dicabut? Coba digerakin sebentar..” protes Siwon.
“Ga mau. Ini udah sakit banget, oppa..” Hyoseul tetap menolak. Karena kasihan juga melihat Hyoseul yang begitu kesakitan, akhirnya Siwon pun membatalkan niatnya.
“Ya udah, aku cabut yaa..” kata Siwon hendak melepaskan sepatu itu dari kaki Hyoseul. Yeoja itu hanya mengangguk. Kemudian..
“Aaaww!!! Siwon oppa pelan-pelan donk! Kan sakitnya masih berasa!” Hyoseul kembali berteriak kesakitan. Yeoja itu jadi merasa agak kesal terhadap Siwon.
“Kau ini rewel sekali seperti anak kecil!” timpal Siwon tak mau kalah mengomeli Hyoseul.
“Oppa-nya juga sih kasar banget! Udah ah.. Aku mo pulang ke dorm aja!” dan Hyoseul pun keluar dari kamar Yesung sambil mengeluh kesakitan.

~The End~

fanfiction | SUNGMIN’S SPECIAL TREATMENT


10314506_241132462750994_3093252573385816243_n
Author: Shin Hyoseul a.k.a Lady Modrus Grande Dame (@ladymodrus).
Genre: Comedy.
Cast:
– Cho Kyuhyun.
– Lee Sungmin.
– Lee Hyukjae/Eunhyuk.
– Lee Donghae.
– Kim Ryeowook.
– Choi Siwon.
– Cewek Yang Tidak Diketahui Identitasnya.
Rate: T.
Lenght: Oneshot.
Cover : DIS (ICFF)
Note: Buat semua yang suka su’udzon dan berpikiran ngeres, silakan baca FF ini.
Desclimer: Super Junior mutlak milik Allah The Almighty. FF ini mutlak milik author. Share/copas yang penting full credit. Berani klaim, tak santet sampeyan!
Warning: Typo(s), OOC, bahasa tidak baku, non-EYD, serta dapat mengakibatkan serangan jantung, stroke, hipertensi dan gangguan kejiwaan. Apabila sakit berlanjut, segera hubungi tempat pemakaman terdekat di kota anda #author-durhaka! XD
No Bashing!
Happy Reading ^^
 super junior shin hyo seul

Beberapa hari belakangan ini Sungmin terlihat agak aneh. Dia lebih banyak mengurung diri didalam kamar. Mr.Pinky yang unyu-unyu itu bahkan menolak berbagai macam ajakan dari beberapa member Super Junior..
“Hyuung… Kita tanding game yuuuk…..” ajak Kyuhyun.
“Hyuung… Kita masak ayam begana yuuuk…..” ajak Ryeowook.
“Hyuung… Kita nonton PSSI vs KPSI yuuuk…..” ajak Donghae.
“Sungmin-ah, kita sholat Jum’at di masjid depan yuuuk…..” ajak Siwon.
“Woy, Masbrooow…. Kita nonton ‘Tergoda Janda Muda.3gp’ yuuuk…..” ajak Eunhyuk #PLETAK:hyuk-digetok-won-pake-kotak-amal. Baca lebih lanjut

fanfiction | MIDNIGHT FANTASY


Author: Nj aka Shin Myung Hee
Cast:

-Min Seul Hee
-Kim Kibum
-Oh Yeon Soo
-Lee Donghae
-Kang Dae Beum
Genre: Romance, Fantasy(dikit)
Length: oneshoot

 

Seul Hee POV

 

Lagi. Aku terjebak di tempat ini lagi. Bersama dengan namja ini lagi. Tapi entah mengapa aku merasa begitu nyaman saat bersamanya. Seakan tak lagi ada hal yang harus aku cemaskan. Kini aku tengah menyandarkan kepalaku di bahunya. Hangat. Aku sangat menyukainya. Aku mendongakkan kepalaku. Mencoba mencari seraut wajah yang teduh itu. Matanya terpejam. Begitu polos. Aku tersenyum. Kali ini kualihkan pandanganku pada tangannya. Kuraih tangan yang lebih mirip dengan tangan yeoja itu. Aku tautkan jari jariku dengan jemarinya. Ia melenguh. Dan mulai membuka matanya. Aku rasa sentuhan tanganku membuatnya terjaga dari tidurnya.
“mmm maaf, aku membangunkanmu.”
Dia menggelengkan kepalanya. Aku menangkap seulas senyum dari bibirnya. Ya tuhan. Indah sekali. Entah mengapa aku masih saja terpana setiap kali melihat senyumnya. Dia mengacak rambutku pelan. Membuatku tersadar dari lamunanku. Aku suka saat dia melakukannya. Ah tidak. Aku rasa aku memang menyukai semua hal yang dilakukannya. ‘grepp’.Tiba tiba saja dia menarikku kedalam pelukannya. Nyaman sekali. Aku bisa mendengar detak jantungnya. Dan seakan detak jantungnya menghipnotisku untuk tertidur. Mataku semakin berat. Perlahan tapi pasti aku mulai memejamkan mataku.

* * * *

“YA! Seul Hee! Sampai kapan kau akan memandangi gaun itu?”
Ocehan temanku membuatku terjaga dari lamunanku.
“Aish! Tidak bisakah kau bicara lebih pelan? Kau hampir membuat jantungku copot.”
“salahmu sendiri. Siapa suruh kau melamun saat bekerja. Kalau ketahuan manajer Nam kau bisa mati! Sekarang kau harus fokus. Kau dengar aku. Fokus! Melamunlah sepuasmu nanti dirumah! Mengerti?!”
“Aish! Iya iya aku mengerti. Berhentilah mengoceh. Telingaku sakit mendengar ocehanmu.”
“Kau pikir kenapa aku melakukan semua ini, huh? Semua ini demi dirimu. Susah payah aku mendapatkan pekerjaan ini untukmu. Dan kau mau menyia nyiakannya hanya demi memenuhi hasratmu untuk melamun. Kau tau kan betapa galaknya manajer Nam? Melakukan satu kesalahan saja kau bisa dipecat. Dan aku tidak mau kau kehilangan pekerjaan ini dan harus bersusah payah lagi mencari pekerjaan baru yang mungkin hanya akan memberimu beberapa ribu won. Dan itu artinya kau harus hidup menderita lagi. Dan aku sebagai sahabatmu tidak mau melihatmu menderita. Jadi berhentilah membuat masalah.”
Aku hanya bisa memasang muka pabo saat dia menyampaikan ceramahnya itu.
“Apa kau sudah selesai nona Oh Yeon Soo?” mimik wajahnya terlihat lucu saat mendengar ucapanku tadi.
“issh! Kau ini!” kini dia mengerucutkan bibirnya. Haha. Aku gemas melihatnya.
“Aww! Kenapa kau mencubit pipiku? Aww. Apo”
“Habisnya, kau ini terlihat sangat menggemaskan saat marah. Hehehe. Iya aku akan serius bekerja. Jangan khawatir. Aku tidak akan membuat masalah lagi.” Aku menghambur kedalam pelukannya.
“Yeon Soo. Gomawo.” ujarku sedikit berbisik.
“mwo? Ah nde. Cheonma”

* * * *

‘kriekk’ Seul Hee menghempaskan tubuhnya ke lantai. Kakinya terasa pegal.
Bukan hanya kaki, tapi juga seluruh tubuhnya. Sepanjang hari ia harus berdiri dengan high heels melekat di kakinya. Berjalan kesana kemari melayani customer yang datang. Belum lagi omelan yang harus ia dapatkan ketika ada pelanggan yang tidak puas dengan pelayanannya. Seul Hee mengurut kakinya yang dirasanya pegal. Tak lama kemudian ia bangkit dan masuk kedalam kamar mandi. Tak butuh waktu untuknya membersihkan tubuhnya. Ia mengambil alas tidur, bantal dan selimut dari lemari di pojok kamarnya kemudian menggelarnya dilantai kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya di atas alas tidurnya. Menarik selimutnya yang hangat untuk menutupi tubuhnya yang mungil. Tak berapa lama kemudian ia sudah tenggelam dalam mimpinya.

Seul Hee P.O.V
Aku mengulurkan tanganku. Meraih tetesan air hujan dengan ujung jariku. Dingin. Aku menggosok kedua lenganku untuk memberikan sedikit rasa hangat pada tubuhku. ‘eoh, apa ini?’ batinku ketika aku merasakan ada seseorang yang menyelimuti bahuku dari belakang. Kurasakan lengannya melingkar di pinggangku. Kemudian ia mencium puncuk kepalaku.
“Sedang apa kau di
luar? Disini dingin. Kajja, kita masuk. Aku sudah membuatkan coklat panas kesukaanmu.”
“shireo. Kan sudah ada Oppa. Begini juga sudah hangat.” kataku manja.
“jinjja?”
“hu um” aku menganggukkan kepalaku. Sejujurnya aku hanya tidak ingin momen ini berlalu. Aku terlalu menyukai pelukannya. Nyaman. Kenyamanan yang tidak bisa aku dapati kecuali saat bersamanya.
“Oppa…”
“Ne…” aku menengadahkan kepalaku berusaha menangkap bayangan wajahnya di pelupuk mataku.
“Kapan kau akan melamarku?” aish. Pertanyaan macam apa ini? Pabo! Seul Hee pabo! Tapi lagi lagi dia tersenyum. Apa dia tidak tahu setiap kali dia tersenyum, kakiku akan jadi lemas. Dan benar saja tubuhku saat ini sudah dengan sempurna terhempas di lantai. Aku meregangkan tubuhku. Aku melirik jam didinding kamarku. Aigoo!! Sudah jam 7! Bagaimana ini. Aku pasti akan terlambat. Aku segera bangkit dan menyambar handukku. Dan bergegas mandi.

* * * *
‘jiess’ pintu bus terbuka dan segera ku jejakkan kakiku di atas trotoar. Aku bergegas menuju butik tempatku bekerja. Mudah mudahan saja manajer Nam belum datang. Tapi aku rasa tidak mungkin. Dia orang yang tepat waktu. Selama aku bekerja disana. Sekalipun aku tidak pernah melihatnya terlambat. Min Seul Hee tamatlah riwayatmu!
Aku memutuskan untuk berlari. Aku tidak sanggup membayangkan wajah murka manajer Nam. Min Seul Hee bodoh! Kenapa kau bisa bangun kesiangan? Eoh, itu dia. Akhirnya aku sampai. Aku berhenti sejenak untuk mengatur nafasku. Kakiku gemetar. Aku menghirup udara sebanyak banyaknya hingga mencapai kapasitas maksimum paru paru ku. Kemudian menghembuskannya perlahan. Dengan perasaan takut aku mulai memasuki butik didepanku ini. Tapi tiba tiba
‘plakk’ seseorang memukul kepalaku entah dengan apa aku tidak tahu. Spontan aku langsung berlutut, menundukan kepalaku dan mengatupkan kedua telapak tanganku diatas kepalaku.
“Maafkan aku manajer Nam. Aku mohon jangan pecat aku. Aku janji aku tidak akan mengulanginya lagi”
‘pletak’ sebuah jitakan dengan mulus mendarat di kepalaku. Aku meringis merasakan sakit di kepalaku.
“YA! Yeoja bodoh! Cepat berdiri dan mulailah bekerja” suara itu.,Itu bukan suara manajer Nam. Itu suara seorang yeoja. Oh Yeon Soo! Aku segera membuka mataku dan kembali bertumpu pada kedua telapak kakiku.
“Yeon Soo! Dimana manajer Nam? Harusnya dia yang ada disini dan memarahiku. Bukannya kau.”
“Aissh! Aku benar benar tidak mengerti dengan jalan fikiranmu. Seharusnya kau bersyukur bukan dia yang memergokimu. Kau beruntung hari ini manajer Nam libur. Kalau tidak kau pasti sudah mati!” aku hanya bisa memperlihatkan eye smile dan deretan gigi putihku.
“sudahlah. cepat kau rapikan seragammu dan mulailah bekerja!”
“hehe…siap bos!” akupun beranjak dari hadapan Yeon Soo untuk merapikan seragamku. Saat aku kembali ke meja kami, ia menyodorkan sebuah termos kecil.
“Apa ini?”
“Kau tidak tahu? Itu kan termos”
“issh. Sama sekali tidak lucu.” Aku mempoutkan bibirku. “Maksudku isi termos itu.”
“itu coklat panas kesukaanmu”
‘DEG’ coklat panas? Seketika aku teringat pada mimpiku semalam. Namja itu juga membuatkan coklat panas untukku. Entah kenapa namja itu selalu muncul dalam mimpiku. Sejak kapan dan sudah berapa kali ia muncul di dalam mimpiki pun aku tidak ingat. Yang aku ingat hanyalah kenyamanan yang selalu ia berikan, Wajahnya yang teduh dan tentu saja senyumnya. Senyum yang selalu membuatku tidak berdaya. Dia selalu membuat mimpiku jadi indah. Tapi dia juga membuat kenyataan terasa lebih menyakitkan untukku. Tak jarang aku menangis saat aku terjaga dari mimpiku. Mengingat betapa bahagianya aku ketika bersamanya yang sayangnya semua itu hanyalah bunga tidur. Bukanlah sebuah kenyataan. Setiap malam menjelang tidur aku berdoa agar namja itu tak lagi muncul dalam mimpiku. Tapi seakan tuhan tak mendengar pintaku. Tetap saja namja itu muncul dan menemaniku hidup dalam mimpiku.

“Oppa aku lelah…”keluhku setelah hampir 2 jam berjalan menyusuri jalan setapak yang membelah taman ini.
“sebentar lagi kita sampai. Bersabarlah. Atau kau mau kugendong?” aku menggeleng. Aku tahu dia pasti juga lelah.
“Ah tidak. Aku masih bisa jalan sendiri.”
“Ayolah tidak apa-apa. Naiklah kepunggungku” kini dia sudah berjongkok membelakangiku. Terpaksa aku menerima tawar
annya karena memang kakiku ini sudah tidak sanggup menopang tubuhku.
Aku mulai naik kepunggungnya. Melingkarkan kedua lenganku dilehernya. Dia mulai berdiri dan kembali melanjutkan perjalanan kami yang entah kemana tujuan kami.
“Oppa…”
“Ne..”
“Aku berat ya?”
“Iya”
“Kalau begitu turunkan saja aku. Aku masih bisa jalan sendiri”
“Tidak mau.”
“Kau pasti lelah. Sudah turunkan saja aku”
“Tidak. Bukankah kau menyukai punggungku?”
“Mwo? Menyukai punggungmu?” Bagaimana dia bisa tahu?
“Ti tidak. Kenapa kau bisa seperti itu?” elakku
“bukankah kau sendiri yang bilang”
“kapan aku bilang aku menyukai punggungmu?”
“kau ingat saat kau sakit 3 bulan yang lalu?”

Flashback On

Author’s P.O.V
Namja itu sedang berada didapur. Tangannya sibuk mengaduk bubur di dalam sebuah panci kecil. Dia terlalu fokus pada bubur dihadapannya hingga hampir melompat saat merasakan sepasang lengan memeluk pinggangnya.
“Seul Hee! Kau ini mengagetkanku saja!”
Seul Hee tertawa karena telah berhasil mengagetkan namja itu.
“Mianhae Oppa.”
“Lagipula kenapa kau ada disini. Istirahatlah dikamar. Sebentar lagi buburnya matang. Aku akan segera menyusulmu.”
“Tidak mau.”
“Kalau kau tidak istirahat bagaimana kau bisa sembuh? Sudah. Lepaskan aku dan pergilah kekamarmu.”
“Tidak mau. Aku suka punggungmu”

Flashback Off

“Kau tidak bisa mengelak lagi kan? Hahaha” namja ini menang telak atas Seul Hee. Sementara Seul Hee hanya bisa mengerucutkan bibirnya.
“iya iya Oppa. Aku memang menyukai punggungmu.”
“Kalau begitu berhentilah merengek meminta untuk turun. Nikmati saja saat saat ini. Bisa jadi ini kali terakhir kau bisa memeluk punggungku”

Seul Hee P.0.V

“Bisa jadi ini kali terakhir kau bisa memeluk punggungku” apa maksudnya itu? Kali terakhir? Aku merasa ada yang aneh dengan kalimatnya itu. Dadaku tiba tiba terasa sesak.
“Apa maksudmu Oppa? Kenapa kau bicara seolah olah kita tidak akan pernah bertemu lagi?”
“Kau terlalu mendramatisir perkataanku tadi. Jangan berpikir yang aneh aneh!”
“Tapi Oppa…”
“Kita sudah sampai!” belum selesai aku bicara. Kata kataku sudah dipotong olehnya.
“Kau boleh turun sekarang” aku pun segera turun dari punggungnya. Aku terpana melihat apa yang kini ada di depan mataku. Mataku di suguhi pemandangan berupa danau yang sangat indah. Dengan berbagai jenis bunga di sekelilingnya. Airnya jernih dan terlihat begitu segar. Rasanya aku ingin meloncat kedalamnya.

Author P.O.V

“Seul Hee ayo” Seru namja itu.
“Hm? Apa?” Tanya Seul Hee bingung.
“Ayo kita naik itu.” kata namja itu sambil menunjuk sebuah sampan yang diikat di sebuah dermaga. Namja ini meraih tangan Seul Hee dan membimbingnya menuju dermaga tempat sampan itu berada. Mereka menjejakkan kaki mereka diatas kayu-kayu yang tersusun dengan rapi.
Saat sampai diujung dermaga sang namja lebih dulu naik keatas sampan kecil itu. Kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu Seul Hee naik ke atas sampan itu juga. Ia melepas ikatan yang menahan sampan itu hanyut ketengah danau. Perlahan lahan ia mulai mendayung menuju ketengah danau. Sementara Seul Hee hanya diam menikmati pemandangan yang jarang ia temui di tengah hingar bingar kota Seoul. Namja itu berhenti mendayung saat mereka tepat berada ditengah tengah danau itu.
Ia memandang Seul Hee yang tengah termenung. Ia tersenyum kemudian jari jarinya meraih air danau dan mencipratkannya kewajah Seul Hee.

“KYAAA!! Oppa apa yang kau lakukan? Hentikan!” Tanganku refleks menutupi wajahku untuk menangkis air. Aku memohon agar dia berhenti mencipratkan air kewajahku. Tapi sepertinya dia tidak mengindahkan permintaanku.
“Aish Oppa hentikan!!” lagi lagi dia tidak mendengarkanku. Baiklah jika ini yang kau inginkan. Aku memasukkan tanganku kedalam air dan mencipratka
n air kewajahnya.
“Rasakan ini!”
“Ya! Seul Hee hentikan!”
“Apa kau bilang hentikan? Haha tidak akan. Bersiaplah untuk basah kuyup.” Aku semakin gencar mencipratkan air kewajahnya. Begitu juga dengan dia.
Suara tawa kami memecah keheningan taman itu. Kami terlalu semangat bermain air hingga membuat sampan kami oleng.
‘Byur’
Sontak aku bangun dan mengusap wajahku.
“Bagaimana Seul Hee. Segar bukan airnya?”
Aku menoleh dan mendapati Yeon Seo tengah berkacak pinggang disampingku.
“Kenapa kau menyiramku? Lihat kasur dan selimutku basah semua.”
“Salahmu sendiri kupanggil ratusan kali tapi kau tidak bangun bangun ya sudah aku siram dengan air”
“Tapi kan tidak harus dengan air sebanyak ini.”
“Kan sekalian memandikanmu. Hehe” Aku tidak percaya ini.
“Lagi pula kenapa kau datang kemari sepagi ini?”
“Oh ya aku hampir lupa. Cepat mandi dan dandanlah yang cantik.”
“Mwo? Memangnya kita mau kemana?”
“Sudah jangan banyak tanya. Cepat sana mandi!”
“Iya iya. Tapi kau jemur dulu kasur dan selimutku ini.”
“Tidak mau.”
“Ya sudah kalau begitu aku tidak jadi mandi.”
“Aish baiklah. Aku jemur selimutmu.” Yeon Soo mendengus kesal. Aku hanya tertawa melihatnya seperti itu. Yeoja bermata sayu itu mulai memungut Selimut dan kasurku. Aku menggeser tubuhku merapat pada dinding.
Saat Yeon Soo berdiri ia menatapku.
“YA! Kenapa kau malah duduk disitu? Cepatlah mandi.”
“Aish iya iya.” Aku bangkit dan masuk kedalam kamar mandi.

“Yeon Soo, sebenarnya kita mau kemana?” Tanyaku pada Yeon Soo yang sedari tadi menarik tanganku dan menyuruhku bergegas.
“Nanti kau juga tahu. Palli. Nanti kita terlambat.” Kami terus berlari. Dan tak lama kemudian kami sampai di depan sebuah Coffeshop.
“Akhirnya kita sampai. Kajja kita masuk.”
Dia masih menarik tanganku. Kami berhenti disamping sebuah meja. Disana ada seorang namja.
“Ah maaf. Kami terlambat. Apa kau sudah lama?” ujar Yeon Soo pada namja itu.
“Ah Gwaenchana Yeon Soo sshi. Aku juga baru datang.” jawabnya diikuti dengan sebuah senyuman.
“Oh ya, ini dia temanku yang tempo hari ku bicarakan.”
“Ah annyeong haseyo. Kang Dae Beum imnida. Senang bertemu denganmu.”
“Annyeonghaseyo. Min Seul Hee imnida. Senang bertemu dengan anda juga.”
“Oh ya ayo silahkan duduk.”
“Ah nde” Aku dan Yeon Soo menjawab secara bersamaan.
“Kalian mau pesan apa?”
Yeon Soo memesan kopi americano sementara aku memesan Kopi mocha. Sementara Dae Beum kedepan untuk mengambil minuman, langsung saja aku interogasi Yeon Soo.
“Apa maksudmu dengan mengajakku kemari dan mengenalkanku pada namja itu?” aku menatap tajam mata Yeon Soo.
“Dia tampan bukan? Aku rasa kalian akan menjadi pasangan yang sangat serasi.”
“Mwo? Pasangan?”
“iya. Memangnya kenapa? Dia tampan dan sudah mapan. Dia juga bukan pria jahat. Dia juga berasal dari keluarga baik baik. Pasangan yang sempurna bukan?”
“Kau pasti sudah gila.”
“Siapa yang gila. Bukankah seharusnya kau senang bisa berkenalan dengan pria sempurna seperti…”
Kami terpaksa menghentikan pembicaraan kami ketika Dae Beum datang membawa minuman kami.
“Ini silahkan.”

Author’s P.O.V
Hampir satu jam Seul Hee dan Dae Beum mengobrol. Sementara Yeon Soo dia pergi setelah menghabiskan kopinya. Seul Hee sesekali tertawa karena candaan Dae Beum. Seul Hee tidak bisa mengingkari, Dae Beum memang sosok yang menyenangkan. Sampai tiba tiba matanya menangkap sosok yang tidak asing lagi baginya. Dia menempati meja dibelakang Dae Beum. Kini sosok itu tersenyum pada Seul Hee. Sementara Seul Hee hanya terdiam sambil terus menatap sosok namja itu. Dae Beum menyadari lawan bicaranya tak lagi memperhatikannya.
“Seul Hee” panggil Dae Beum seraya mengibaskan tangannya didepan wajah Seul Hee. Tetapi dia tidak menghiraukan panggilan Dae Beum. Iris coklat itu tetap menatap namja di belakang Dae Beum. Lama tak mendapat jawaban Dae Beum pun menoleh kebelakang untuk mencari objek yang menyita perhatian Seul Hee. Tapi nihil. Dia hanya mendapati sebuah meja yang diapit oleh dua buah kursi. Ia memutuskan untuk kembali memanggil Seul Hee.
“Seul Hee Gwaenchana?” tanya Dae Beum seraya menggoncangkan tubuh Seul Hee. Seul Hee masih tidak bergeming. Hanya saat namja itu berdiri, dia ikut berdiri. Dae Beum semakin bingung melihat sikap Seul Hee yang mendadak jadi aneh. Apalagi ia melihat air mata terbendung dimata Seul Hee
“Maaf aku harus pergi.” ujarnya serasa menundukkan kepalanya sekilas kemudian pergi mengikuti namja itu.
“Seul Hee! Tunggu! Kau mau kemana?!” Seul Hee tidak menghiraukan pertanyaan Dae Beum. Sementara Dae Beum hanya bisa terdiam melihat Seul Hee keluar dari Coffe shop itu.

Seul Hee P.O.V

Seperti seekor anak anjing yang dengan setia mengikuti tuannya, aku terus mengikuti kemanapun namja ini pergi. Meskipun aku sangat ingin berlari menghampirinya dan memeluknya tapi aku tidak bisa melakukannya. Kakiku terasa sangat berat. Aku tak mampu mengejarnya. Aku hanya bisa memandang punggungnya. Ya punggungnya. Punggung yang sangat aku sukai. Aku hanya
bisa memandangnya dan terus berjalan mengikutinya. Hingga ia berhenti didepan sebuah rumah kecil, rumahku. Ia menoleh kemudian tersenyum kepadaku. Hanya sekilas karena dia kembali berjalan memasuki rumahku. Tapi, saat aku menyusulnya masuk dia sudah tidak ada. Hilang. Sama seperti pagiku. Aku hanya mendapati diriku sendiri. Oppa kenapa kau tiba tiba muncul dihadapanku? Apakah kali ini juga hanya mimpi?

Author’s P.O.V

“Kau kejam” katanya lirih. Hampir tak terdengar. Tak terasa air matanya mengalir membentuk dua aliran sungai kecil diwajahnya. Tanpa suara. Ia menjatuhkan tubuhnya kelantai. Semakin lama suara isak tangisnya semakin terdengar. Kedua tangannya mengepal dilantai. Seakan menahan rasa sakit yang dideranya. Bulir bulir air mata membuat lantai kayu itu basah. Tubuhnya terguncang seiring dengan tangisannya yang semakin keras. Seul Hee telah sampai dititik terlelahnya.

* * * *

‘Brak! Brak! Brak!’
“Seul Hee aku tahu kau didalam. Cepat buka pintunya!”
‘Brak! Brak! Brak!’ Lagi. Yeon Soo kembali menggedor pintu Seul Hee. Tapi masih tidak ada jawaban dari Seul Hee.
“SEUL HEE! CEPAT BUKA PINTUNYA! KITA HARUS BICARA!” Kali ini ia berteriak lebih keras. Tetap saja hasilnya nihil. Pintu yang ada didepannya tetap tertutup. Karena kesal akhirnya ia pergi. Tapi tak berapa lama kemudian ia datang lagi bersama pemilik rumah dengan membawa kunci duplikat rumah yang ditempati Seul Hee. Sang pemilik rumah kemudian membuka pintu rumah Seul Hee.
“Terimakasih Bibi” Ucap Yeon Soo sambil membungkukkan badannya.
“ah jangan sungkan. Kalau perlu sesuatu, panggil saja aku. Ya sudah aku pergi dulu ya.”
“Ah iya bibi”
Setelah bibi itu pergi, Yeon Soo masuk kerumah kecil itu. Betapa terkejutnya dia ketika melihat Seul Hee dalam keadaan berantakan terduduk di sudut kamar sambil memeluk lututnya.
Ia segera menghampiri sahabatnya itu.
“Seul Hee kau kenapa? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau bisa seperti ini?” Yeon Soo hampir menitikan air mata melihat keadaan sahabatnya itu. Yeon Soo mengangkat kepala Seul Hee. Keadaannya begitu menyedihkan. Rambutnya berantakan. Matanya sembab. Tubuhnya begitu lemah. Pandangannya kosong. Kali ini Yeon Soo tak bisa menahan air matanya untuk jatuh.
“Seul Hee, Kau kenapa? Kalau ada masalah ceritakan padaku. Jangan seperti ini. Bukankah aku ini sahabatmu?”
“Yeon Soo…”
“Iya iya Seul Hee, aku disini”
Yeon Soo memegang kedua bahu Seul Hee
“Yeon…Soo…hiks…Yeon Soo…” Seul Hee menangis. Melihat sahabatnya menangis seperti tentu saja membuat Yeon Soo semakin khawatir.
“Kau kenapa? Sudah berhentilah menangis. Ada aku disini.” ujar Yeon Soo berusaha menenangkan Seul Hee. Dia memeluk tubuh lemah Seul Hee dan menepuk nepuk punggungnya. Tapi Seul Hee malah semakin terisak. Mereka tetap pada posisi itu selama beberapa menit.

Seul Hee P.O.V

Aku semakin terisak dalam pelukan Yeon Soo. Rasanya sangat menyakitkan. Saat ini aku hanya ingin menangis. Hingga kepalaku terasa pening. Pandanganku kabur. Dan tiba tiba semua menjadi gelap.

Skip

Perlahan aku mulai membuka mataku. Kepalaku masih terasa pusing. Aku menggerakkan kedua bola mataku kekiri dan kekanan mencoba mengenali tempat dimana aku berada sekarang. Aku mencoba menyentuh kepalaku. Tapi aku mengurungkan niatku karena merasakan sakit ditanganku. Jarum infus menembus kulitku. Dengan susah pasah, akhirnya aku bisa menegakkan punggungku.
‘DEG’ Aku membelalakkan mataku melihat namja yang ada didepanku saat ini. Dan rasa sakit itu kembali menjalar di hatiku. Bulir bulir air mata kembali jatuh.
“Kenapa kau muncul lagi? Apa kau juga akan menghilang seperti sebelumnya?” Dia tidak menjawab. Hanya tersenyum. Kenapa? Kenapa dia selalu saja diam seperti itu dan hanya memberi senyum sebagai jawaban atas pertanyaanku. Dia mulai beranjak dari tempatnya. Berjalan menuju pintu. Aku segera mencabut jarum infusku. Aku berjalan mengikutinya dengan langkah gontai. Aku merasa sangat lemah.
“Seul Hee kau mau kemana?!” Yeon Soo. aku menoleh sekilas kemudian melanjutkan langkahku. Aku takut kehilangan dia lagi. Maafkan aku Yeon Soo. Aku mempercepat langkahku agar tidak kehilangan jejaknya.

Author’s P.O.V

Seul Hee terus mengikuti namja itu. Tak satu langkahpun ia lewatkan. Sementara itu ditempat lain seorang namja tengah memacu sepeda motornya dengan cepat. Terlalu cepat. Hingga bannya slip dan kehilangan keseimbangannya. Ia jatuh tersungkur diatas aspal. Sementara dari belakang sebuah mobil juga melaju kencang. Sang pengemudi yang menyadari ada seseorang te
ngah tak sadarkan diri terbaring dijalurnya melaju membanting stir kearah kanan.’Brak’.

* * * *

Seorang yeoja dengan tergesa gesa berjalan kearah ruang ICU. Raut kekhawatiran jelas terlihat diwajahnya.
Ia sampai didepan ruang ICU tepat saat dokter keluar dari ruangan itu.
“Dokter, bagaimana keadaan Seul Hee”
“Maaf anda keluarga Nona Min?”
“Ah..bukan. Saya temannya. Dia sudah tidak punya keluarga. Jadi bagaimana keadaannya dokter?”
“Luka luka ditubuhnya tidak terlalu serius. Hanya saja tadi jantungnya sempat berhenti berdetak selama beberapa detik. Jadi kita harus menunggu hingga dia sadar, baru kita bisa mengetahui apa ada kerusakan pada syaraf otaknya akibat jantungnya yang tadi berhenti selama beberapa detik.”
“Oh. Kalau begitu apa sekarang saya boleh melihatnya dok?”
“Nanti kalau dia sudah dipindahkan keruang perawatan anda boleh melihatnya. Maaf saya permisi dulu. Saya masih harus menangani pasien lain.”
“Oh iya silahkan dokter. Gomapsumnida.”

* * * *

Yeon Soo menatap iba Seul Hee. Dia meraih tangannya yang terlihat begitu lemah dan menggenggamnya.
“Seul Hee kenapa bisa jadi begini? Sebenarnya kau ada masalah apa?” Yeon Soo tidak kuasa menahan tangisnya.

Yeon Soo P.O.V

“M m maaf permisi.” aku menoleh kearah pintu. Seorang namja tengah berdiri disana. Dari pakaian yang dia kenakan sepertinya dia pasien di rumah sakit ini. Kepalanya juga diperban. Tapi apa yang dia lakukan di ruangan Seul Hee.
“Kau siapa?” tanyaku tanpa basa basi terlebih dahulu.
“Maaf, sebelum menjawab pertanyaanmu, boleh aku masuk dulu?” benar juga yang dia katakan. Harusnya aku mempersilahkan dia masuk terlebih dahulu. Aku merasa sangat malu. Seakan aku ini gadis yang tidak tahu sopan santun.
“Ah maaf. Silahkan masuk.” Dia mulai melangkah dari pintu. Dia berjalan agak pincang. Sepertinya kakinya terluka.
“Jadi kau ini siapa? Dari baju yang kau pakai sepertinya kau pasien dirumah sakit ini.”
“Namaku Lee Donghae. Aku memang pasien di rumah sakit ini.”
“Lalu kenapa kau bisa kemari? Apa kau mengenal Seul Hee”
“Jadi namanya Seul Hee?”
“iya” ada yang aneh dengan namja ini. Sejak ia melangkah masuk, pandangannya tak pernah lepas dari Seul Hee. Apa mungkin namja ini menyukai Seul Hee. Ah tidak mungkin. Bukankah tadi dia baru saja mengetahui nama Seul Hee. Dan tatapannya itu. Itu seperti tatapan bersalah. Apa sebenarnya hubungannya dengan Seul Hee.
“Maaf tuan. Kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Apa kau mengenal Seul Hee? Ada hubungan apa antara kau dan Seul Hee.”
“A…aku…” dia terlihat gugup. Aku semakin bingung dibuatnya.
“iya…” aku menunggu jawabannya.
“Aku adalah orang yang menabrak nona ini.” apa? Apa aku tidak salah dengar?
“Kau?! Kau yang menabrak Seul Hee?!”
“I iiya. Maafkan aku nona.”
“Kau! Kau ini! Bagaimana caramu menyetir! Kenapa kau tidak hati hati! Lihat! Sekarang temanku jadi seperti ini! Dia sudah tidak punya siapa siapa lagi didunia ini! Kenapa sekarang kau malah membuatnya jadi seperti ini?!” aku benar benar sudah tidak bisa menahan emosiku lagi.
“Seul Hee, malang sekali nasibmu. Kenapa semua ini harus terjadi padamu? Seul Hee…” aku menangis sejadi jadinya.
“Maafkan aku nona. Semua benar benar diluar kendaliku. Maafkan aku nona. Maafkan aku nona.” namja ini berkali-kali membungkuk dihadapanku. Aku tidak bisa berkata apa apa lagi. Aku hanya bisa menangis.
“Maafkan aku nona. Aku pasti akan bertanggung jawab.”
“Sudah. Aku tidak mau mendengar kata katamu lagi. Keluarlah. Menyingkirlah dari hadapanku.”
“Baiklah. Tapi besok aku akan kemari lagi. Aku permisi dulu.” aku tidak menanggapi kata katanya. Setelah dia pergi dari hadapanku, aku menggenggam tangan Seul Hee dan mengusap lembut wajahnya. Seul Hee cepatlah sadar.

Donghae P.O.V

Hari ini aku akan menemui yeoja itu lagi. Kali ini aku datang tidak dengan tangan kosong. Aku sudah meminta asistenku untuk membawakan seikat lilac. Kini aku telah sampai didepan pintu kamarnya. ‘Huh’ semoga saja emosi temannya itu sudah reda. Aku buka pintu ruangan itu dengan hati hati. Hanya sebagian. Tidak ada siapa siapa didalam sana. Hanya seorang yeoja
yang tengah terbaring lemah disebuah ranjang. Aku beranikan diri untuk masuk dan mendekatinya.
“Annyeonghaseyo. Namaku Lee Donghae. Senang bisa bertemu denganmu lagi. Ini. Aku membawakan bunga untukmu. Aku harap kau menyukainya. Oh ya bagaimana kabarmu hari ini? Aku harap kau sudah merasa lebih baik.” aku sudah seperti orang gila. Berbicara dengan orang yang sedang tak sadarkan diri. Tapi aku benar benar tidak tahu harus melakukan apa selain ini.
“Maaf, karena kelalaianku, kau jadi seperti ini. Aku benar benar tidak sengaja. Maafkan aku. Aku harap kau cepat sembuh. Lusa aku sudah boleh pulang. Aku harus menyelesaikan pekerjaanku yang terbengkalai karena kecelakaan kemarin. Jadi maaf kalau nanti aku jarang menjengukmu. Nona Min, sepertinya sekarang aku harus kembali ke kamarku. Jadi sampai jumpa.”

Seul Hee P.O.V

“Hoam…” aku merasa sangat mengantuk. Huhh orang itu. Tega sekali dia membuatku menunggu selama 3 jam. Awas saja nanti kalau dia muncul. Akan kuhabisi dia.
‘wussh’ tiba tiba ada angin yang bertiup kearahku.
“ah topiku!” topiku terbang tertiup angin itu. Ahh! Hari ini sungguh sial!. Aku berlari mengejar topiku. Aku berusaha meraihnya. Tapi selalu gagal. Dan topi itu tetap melayang di udara sampai akhirnya ia tersangkut di salah satu dahan pohon di taman ini. Untunglah tidak terlalu tinggi jadi aku bisa meraihnya. Setelah berhasil mengambil topiku, aku mengenakannya kembali. Karena merasa lelah, aku bermaksud untuk duduk sebentar dibawah pohon besar itu. Tapi saat aku hendak duduk, mataku menangkap sesuatu.
“Seul Hee, kau sedang apa?” aku menoleh.
“uhm? Ah ini. Aku sedang melihat ukiran ini.” kataku sambil menunjuk ukiran hati tersebut.
“Ah ukiran itu.”
“Hum? Apa oppa tahu siapa orang yang mengukirnya?”
“Bukankah kau sendiri yang mengukirnya.”
“Benarkah? Kenapa aku tidak ingat?”
“Mungkin kau sudah mulai pikun. Kau mengukirnya saat merayakan ulang tahunku yang ke 23.”
“Uhm…” aku hanya mengangguk anggukkan kepalaku.
“Lalu inisial ‘K&S’ itu?”
“Itu inisial nama kita. ‘K’ untuk Kibum dan ‘S’ untuk Seul Hee.”
“Oh jadi nama Oppa itu Kibum.”
“Jadi selama ini kau tidak ingat namaku?”
“hehe iya.” dia menggelengkan kepalanya mendengar jawabanku.
“Seul Hee…”
“Ne…” Aku menatap matanya menunggu kalimat yang akan dia ucapkan. 5 detik. 10 detik. 15 detik. 20 detik. Masih tidak terdengar satu katapun dari bibirnya. Hanya tatapan aneh yang aku dapatkan dari matanya. Tatapan bersalah dan terluka. Tapi kenapa? Kenapa dia menatapku dengan tatapan seperti itu.
“Oppa… Kenapa kau hanya diam? Kau tadi mau bicara apa?” Tanyaku berusaha memecah keheningan diantara kami. Dia masih diam dan malah memalingkan wajahnya. Kemudian kembali menatapku.
“Oppa…” aku menggenggam tangannya. Entahlah. Ada perasaan aneh yang melanda hatiku.
“Seul Hee… Kau tahu siapa aku?” aneh. Kenapa dia bertanya seperti itu?
“Mwo? Tentu saja. Kau itu kan namjachingu-ku.” aku tertawa. Tapi dia justru menunjukkan wajah yang semakin serius.
“Bukan. Aku bukan namjachingu-mu.”
“Kalau bukan namjachingu-ku, lalu kau itu siapa? Kakakku, adikku, atau mungkin kakekku?” aku kembali tertawa.
“Seul Hee! Aku sedang tidak bercanda!” Seketika aku terdiam. Ya sekarang dia memang terlihat sedang tidak bercanda.
“Seul Hee… Semua yang ada disini hanyalah sebuah fantasi. Termasuk aku. Aku ini tidak nyata. Aku hanyalah sosok imajinasimu.”
“Apa maksudmu? Kemarin aku melihatmu dicoffeeshop, didepan rumahku. Juga dirumah sakit. Jadi tidak mungkin jika kau ini hanya sosok fiktif belaka. Kau itu nyata.”
Dia berpaling membelakangiku.
“Seul Hee aku ini bukanlah sosok yang nyata. Aku ini hanyalah khayalanmu. Aku bukan orang yang ditakdirkan untukmu. Jadi lupakan semua kenangan tentangku! Kau harus melanjutkan hidupmu!”
Tubuhku gemetar mendengar apa yang dia katakan. Air mata pun sudah tak sanggup untuk kubendung.
“Tidak. Kau itu nyata. Kau memang ditakdirkan untukku. Lagipula bagaimana bisa kau menyuruhku melupakanmu? Kita sudah bersama selama 3 tahun. 3 tahun.”
“Sudah berapa kali aku katakan aku ini hanya imajinasimu! Sadarlah Seul Hee!”
“Tidak! Hentikan! Aku tidak mau mendengarnya lagi” aku merunduk sambil menutup kedua telingaku. Aku benar benar tidak tahan mendengar kata katanya.
“Dengarkan aku Seul Hee! Kau harus terima kenyataan ini! Kau harus melupakanku! Aku bukanlah orang yang tepat untukmu!”
“Tidak! Ini terlalu kejam! Setelah semua yang kita lalui kenapa kau malah menyuruhku untuk melupakanmu?! Aku sudah terlanjur mencintaimu. Jika kau tidak ditakdirkan untukku, kenapa kau harus hadir dalam hidupku?! Kenapa?! Ini tidak adil!!” Aku menangis histeris.
“Maafkan aku. Aku memang egois. Membuatmu jatuh hati padaku namun pada akhirnya aku malah menyuruhmu untuk melupakanku. Maafkan aku Seul Hee. Tapi kau harus melanjutkan hidupmu. Kau tidak bisa selamanya hidup dalam mimpimu.”
“Tidak! Aku tidak mau!”
“Kau harus melakukannya. Maafkan aku. Aku harus pergi. Selamat tinggal Seul Hee.”
“Tidak! Kau tidak boleh pergi!” aku menahan tangannya. Aku menggenggamnya. Aku tidak mau dia pergi dari hidupku. Aku tidak mau. Ini terlalu menyakitkan.
“Maafkan aku Seul Hee.” Dia melepaskan genggaman tanganku. Dan mulai berjalan menjauh dariku.
“Ah tidak! Oppa! Jangan pergi!” Aku mengejarnya. Tapi secepat apapun aku berlari aku tetap tidak bisa mengejarnya. Sangat sulit rasanya. Ia berjalan semakin jauh. Dan aku masih tetap mengejarnya. Tapi perlahan bayang tubuhnya mulai memudar.
“Tidak! Ah tidak! Oppa! Oppa! Tidak! Tidaaak!” dan kini bayangannya benar benar hilang. Meninggalkanku sendiri dengan linangan air mata. Hatiku benar benar terasa sakit.
“Oppaaaa!!”

Author’s P.O.V

Because i naughty naughty hey! Mr. Simple! Because i naughty naughty

“Yoboseyo. Jinjja? Syukurlah. Ne ne. Aku segera kesana.”
‘tit’ Donghae mengakhiri panggilan tersebut. Ia berdiri seraya mengambil jasnya yang ada disandaran tempat duduknya. Ia berlari keluar dari ruangannya.
“Tuan Lee kau mau kemana?” teriak asistennya ketika berpapasan dengannya.
“Ke ru
mah sakit.” jawabnya tanpa menoleh. Ia tak menghiraukan setiap orang yang memberi salam kepadanya. Ia terus berlari. Sesampainya ia di tempat parkir. Ia berlari menghampiri mobilnya. Dan segera memacunya menuju rumah sakit.

‘ceklek’ Donghae membuka pintu kamar Seul Hee. Tapi dia hanya mendapati seorang suster yang tengah merapikan tempat tidur Seul Hee.
“Suster, dimana pasien kamar ini?”
“Oh tadi temannya membawanya keluar. Mungkin mereka ada ditaman.”
“Oh terimakasih suster.”
Donghae kembali berlari menuju taman. Ia hampir menabrak beberapa orang. Ia seperti orang kesetanan. Ia mencari cari sosok Yeon Soo dan Seul Hee. Matanya tertuju pada 2 sosok wanita yang tengah berada ditepi kolam. Salah satunya duduk dikursi roda. Donghae berlari menghampiri keduanya.
“Hah hah hah” Donghae terengah-engah. Ia sengaja berhenti beberapa meter dari posisi Yeon Soo dan Seul Hee untuk mengatur nafasnya. Setelah dirasa nafasnya sudah cukup stabil, ia melanjutkan langkahnya menghampiri kedua yeoja itu.
“Oh Tuan Lee kau sudah datang.”
“Ne…”
“Seul Hee ini dia tuan Lee yang aku ceritakan tadi. Cepat beri salam.”
Seul Hee hanya diam. Tatapannya kosong. Wajahnya terlihat begitu pucat. Donghae yang melihat Seul Hee terdiam, membungkuk dengan bertumpu pada salah satu lututnya.
“Annyeonghaseyo nona Min. Namaku Lee Donghae. Begitu mendengar kabar kau sudah sadar aku langsung menuju kemari. Bagaimana keadaanmu? Kau sudah merasa baikan? Jujur, aku sangat khawatir karena kau tidak sadarkan diri selama seminggu. Tapi sekarang aku lega karena sekarang kau sudah sadar.” Donghae begitu antusias bertemu dengan Seul Hee. Tapi itu berbanding terbalik dengan Seul Hee. Ia terlihat tidak peduli pada Donghae.
“Seul Hee kenapa kau diam saja?” tanya Yeon Soo.
“Yeon Soo aku ingin kembali kekamarku.” ujarnya begitu lirih.
“Boleh aku mengantarmu nona?” Seul Hee perlahan mulai mengalihkan pandangannya pada Donghae.
“Tidak per…” Seul tidak melanjutkan kata katanya. Ia hanya diam. Tertegun melihat Donghae tersenyum. Hening. Tak ada kata yang terucap.
Mereka hanya saling memandang.

8 tahun kemudian…

“Donghae disini!” seru seorang yeoja. Namja itupun lantas menghampirinya.
“Yeon Soo Dae Beum maaf aku terlambat. Bagaimana kabar kalian? Aku kira kalian selamanya akan tinggal di California”
“Ah kau ini. Tentu saja tidak. Bagaimanapun juga kami tidak akan pernah melupakan Korea. Eh? Ngomong ngomong Dimana istri dan anakmu?” Dae Beum mencari cari sosok
yang dimaksud.
“Mereka sedang dalam perjalanan. Sebentar lagi juga sampai. Ah itu mereka.”
“Maaf kami terlambat.”
“Min Seul Hee! Kau ini! beginikah caramu menyambut sahabatmu yang sudah lama tidak kau temui?”
“Yeon Soo Jeongmal Mianhae. Tadi di jalan ada kecelekaan dan jalanan jadi macet. Maafkan aku Yeon Soo.” Seul Hee memperlihatkan puppy eyesnya.
“Aish baiklah. Iya iya aku memaafkanmu. Tadi aku hanya bercanda. Aku sangat merindukanmu Seul Hee.”
“Nado bogoshipo.”
“Oh ya siapa jagoan kecil ini?”
“Ayo sayang beri salam pada paman dan bibi.”
“Annyeonghasimnikka.”
Anak itu membungkukkan badannya.
“Ah pintarnya. Kau ini manis sekali. Siapa namamu sayang?” Kata Yeon Soo seraya mengelus rambut anak itu.
“Jeoneun Kibum imnida.”
“Seul Hee anakmu begitu menggemaskan. Aku iri padamu.”
“Kalau begitu segeralah punya anak. Supaya kau tidak iri lagi. Aku heran. Kalian sudah menikah selama 2 tahun tapi kenapa belum juga punya anak?”
“Ah itu karena Yeon Soo takut gemuk.” Yeon Soo melirik tajam pada suaminya.
“Ah tidak. Bukan karena itu. Kami masih ingin menikmati masa masa sebagai suami istri.” terang Yeon Soo.
“Mwo? Apakah waktu 2 tahun itu tidak terlalu lama?” tanya Donghae.
“Sudah jangan ditunda lagi. Lebih cepat lebih baik. Kau tidak mau kan orang orang mengira kau nenek dari anakmu sendiri.” nasehat Seul Hee.
“YA! Apa maksudmu? Kau mengataiku tua?”
“hehehe aku hanya bercanda. Jangan diambil hati.”
“Ibu kapan kita makan? Aku lapar.” ujar Kibum dengan wajah memelas dan semua orang tertawa mendengarnya.
“Hahaha. Kasian Kibum. Kau sangat lapar ya sayang?” tanya Yeon Soo.
“Iya.” Kibum menganggukkan kepalanya.
“Baiklah semuanya kita pesan makanan sekarang saja. Kasihan tuan muda Lee. Dia sudah kelaparan.” canda Dae Beum. Dan sekali lagi semua orang tertawa dengan kerasnya.

* * * *

Seul Hee’s P.0.V

“Uhuk uhuk.” banyak sekali debunya. Sudah lama aku tidak membersihkan loteng ini. Disetiap sudutnya dilapisi debu. Lebih tebal dari terakhir kali kubersihkan. Satu persatu barang diloteng tersebut kubersihkan. Aku mengangkat sebuah kardus. Tapi tiba tiba kardus itu jebol dan benda benda yang ada didalamnya jatuh berhamburan.
“Aduh! Benar benar merepotkan! Eh? Apa ini?” aku mengambil sebuah album foto. Aku buka album itu.
“Hahaha… Lucu sekali.” aku tertawa melihat foto masa kecil suamiku, Lee Dong Hae. Aku menutup album itu. Dan kembali melanjutkan pekerjaanku yang tertunda tadi.

“Chagi kau sedang apa?” tanya suamiku dari belakang sofa tempatku duduk. Tanpa menjawab aku menunjukkan album foto yang berisi foto fotonya ketika masih kecil.
“Dimana kau menemukannya? Aku sudah mencarinya kemana mana. Tapi tidak ketemu.” ujarnya sambil merubah posisinya menjadi duduk disampingku.
“Diloteng. Oppa kau dulu sangat menggemaskan.”
“Mwo? Jadi sekarang aku tid
ak menggemaskan?”
Aku menganggukkan kepalaku.
“Ya!” aku tertawa.
“Iya iya kau masih menggemaskan.” kini dia sudah mengambil album itu dan merengkuhku dalam dekapannya. Sesekali kami tertawa melihat foto foto Donghae Oppa yang lucu. ‘Deg’. Aku melihat foto dua orang namja yang tidak asing lagi bagiku.
“Oppa siapa orang yang merangkulmu difoto ini?”
“Oh dia itu sahabatku.”
“Hmm? Sahabatmu?”
“iya namanya Kim Kibum.” Kim Kibum? apa aku tidak salah dengar? Apa dia benar benar menyebut nama Kibum?
“Ki ki kibum? Lalu dimana dia sekarang? Kenapa aku tidak pernah melihatnya?”
“Dia sudah meninggal 12 tahun yang lalu.”
Meninggal? Aku bagai disambar petir. Aku tidak percaya ini. Jadi Kibum Oppa bukan sekedar sosok khayalanku saja. Dia benar benar ada didunia ini. Bukan hanya ada dalam khayalanku.
“Chagi kau mau kemana?” tanya suamiku.
“Aku mau jalan jalan sebentar.” Aku berusaha sekuat tenaga untuk menahan tangisku.
“Aku temani ya?”
“Tidak usah. Oppa dirumah saja. Temani Kibum belajar.”
“Tapi chagi…”
“Tidak apa apa. Aku bisa sendiri. Lagipula hanya sebentar. Ya sudah aku pergi dulu.” Aku bergegas keluar rumah. Sesampainya diluar aku tak lagi bisa menahan air mataku. Dadaku terasa begitu sesak. Rasa sakit yang aku rasakan saat dia meninggalkanku seakan terkuak kembali. Bahkan terasa lebih menyakitkan. Aku berlari dan terus berlari. Tak tahu apa yang sebenarnya mengejarku atau apa yang aku kejar. Aku hanya ingin lari dan lari. Lari dari kenyataan ini. Kenyataan yang terlalu menyakitkan.

* * * *

“Oppa apa boleh aku bertanya sesuatu padamu?”
“Tentu saja. Kau ini aku ini kan suamimu, kenapa kau harus meminta ijin untuk bertanya padaku? Memangnya kau ingin bertanya soal apa?”
“Mm soal sahabatmu itu, dimana dia dimakamkan?”
“Mwo? Kenapa kau menanyakan hal itu?
“Aku ingin sekali mengunjungi makamnya. Dia itu kan sahabatmu. Setidaknya sekali saja aku ingin bertemu dengannya. Walaupun aku tidak bisa bertatap muka dengannya” kilahku.
“Jinjja?” aku mengangguk.
“Lagipula namanya juga sama dengan putra kita. Aku benar benar ingin bertemu em maksudku mengunjungi makamnya. Bagaimana? Kau mau kan chagi?” rayuku. Aku bicara semanis mungkin agar dia setuju.
“Baiklah. Minggu depan kita kunjungi makamnya. Aku juga sudah lama tidak kesana.”
“Jinjja?”
“Ne. Sudahlah. Ayo kita tidur. Ini sudah malam.”
“Ne Oppa.”

* * * *

Author’s P.O.V

Keluarga kecil itu tengah menapaki sebuah jalan setapak di sebuah taman. Seul Hee sudah tidak asing lagi dengan tempat ini. Ini adalah tempatnya dulu bertemu dengan Kibum setiap malam. Seul Hee menatap nanar pada batu nisan yang ada didepannya. Ia membungkuk bersama dengan Donghae.
“Ayo sayang. Beri salam pada paman.” Kibum kecil menurut dan membungkuk memberi salam pada batu nisan itu.
“Eomma paman ini siapa? Kenapa namanya sama denganku?”
“Paman ini adalah sahabat dari appamu. Sayang, kau mau kan jalan jalan dengan Appa sebentar? Ibu ingin bicara dengan paman Kibum.” Kibum kecil mengangguk. Seul Hee mengelus kepalanya. Sementara Donghae menatap Seul Hee dengan heran.
“Sebentar saja chagi.”
Mau tidak mau Donghae mengiyakannya dan membawa Kibum kecil pergi.

“Oppa… Apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu. Aku tidak percaya bisa bertemu lagi denganmu. Oppa, tempat ini bukankah tempat kita bertemu setiap malam? Tempat ini sangat indah. Oppa aku sudah menikah dan punya anak. Entah ini kebetulan atau bukan. Suamiku adalah sahabatmu. Lee Donghae. Dan anak itu. Kibum. Dia mirip denganmu kan? Hehe… Oppa… Aku merindukanmu.” dan sungai kecil itu mulai terbentuk dikedua pipi Seul Hee.
“Kenapa kau berbohong? Kau bilang kau itu hanya sosok khayalanku saja. Tapi sekarang apa? Aku tengah berdiri didepan batu nisanmu. Oppa apa disana kau baik baik saja? Disana kau kesepian atau tidak. Maafkan aku Oppa. Aku tidak bisa menemanimu disana.”
“Maafkan aku Oppa. Maafkan aku. Maafkan aku.” Seul Hee semakin terisak.
“Maafkan aku, aku masih belum bisa melupakanmu. Aku masih belum bisa menghapus rasa cintaku untukmu. Maafkan aku. Oppa. Andai saja aku bisa memelukmu sekali lagi. Aku benar benar merindukanmu.”

* * * *

“Chagi tadi kau bicara apa saja dengan Kibum?” selidik Donghae.
“Aku hanya minta maaf padanya karena baru bisa mengunjunginya sekarang.”
“Hanya itu?”
Seul Hee menatap Donghae.
“Aku menceritakan tentangmu dan Kibum.”
“Oh…Aku merindukan Kibum. Sudah lama sekali. 12 tahun. Waktu itu dia masih begitu muda. Kenapa dia pergi secepat itu?”
Seul Hee hanya diam. Tenggelam dalam fikirannya tentang Kibum.
‘Ciiittt’
Mobil Donghae berhenti saat lampu merah menyala. Sayup sayup dari mobil sebelah terdengar alunan sebuah lagu.

Maeumi meonjeo seontaekhan neo
Cheoeum sarangeulo chungbunhae
Yeongwonhi jikilkke nae cheoeum sarang
Saranghae haengbokhaessdeon cheoeum sarang

[Ini perasaan pertamaku yang memilihmu
Karena itu adalah cinta pertama, itu sudah cukup untukku
Menjaga cinta pertamaku untuk selamanya
Cinta pertama disaat kita merasa bahagia]

Seul Hee tersenyum mendengar lagu itu.
Begitu juga dengan namja yang duduk disebelah Kibum kecil dikursi belakang.
‘Sarangheyo Kibum Oppa’ batin Seul Hee.
“Nado Saranghae Seul Hee.”

The End

fanfiction | PADA SUATU HARI DI KELAS


Author: Shin Hyoseul (@ladymodrus).
Genre: Comedy.
Rate: T.
Lenght: Oneshoot.
Cast:
– Leeteuk.
– Kyuhyun.
– Sungmin.
– Yesung.
– Ryeowook.
– Donghae.
– Siwon.
– Shin Hyoseul *author numpang nampang*
– Park Chan Ra (OC).
– Kim Myuri (OC).
– Choi Hyori (OC).
– Hwang Rin Ah (OC).
– Shin Seung Jung (OC).
Note: Sebenarnya ini adalah pengalaman pribadi author sewaktu duduk di bangku kelas 1 SMP. Untuk melindungi para pelaku sejarah(?), itulah mengapa nama beliau-beliau ini author ganti dengan member SJ dan OC.
Desclimer: OC disini sebenarnya namkor dari teman-teman author. Jadi pada dasarnya, semua cast adalah mutlak milik Allah The Almighty. Cuma FF ini aja yang milik author.
Warning: OOC, typo(s), Gaje, ga lucu, ga tau lagi deh..
NO BASHING!!
Happy Reading ^^
######

Siang hari itu, seperti biasa Leeteuk masuk ke ruangan kelas untuk mengajar mata pelajaran Matematika. Langsung saja, dengan tanpa basa-basi lagi, Leeteuk segera memberikan penjelasan materi kepada murid-muridnya. Awalnya semua berjalan dengan lancar. Hingga pada suatu ketika, keadaan kelas yang tenang agak sedikit terganggu oleh suara cekikikan seorang murid laki-laki. Selidik punya selidik, ternyata itu adalah suara Kyuhyun. Murid yang merasa terganggupun segera menegurnya.. Baca lebih lanjut