puisi | DEBU


Hahaha… Kali ini gue bakal ngepost sebuah puisi yang udah lama gue bikin. Nih puisi juga udah beberapa kali gue post di FB gue. Dan seperti biasa, selalu ada cerita dibalik setiap puisi yang gue post (saelaaah….).

Wokeh, nih puisi gue tulis sekitar jam 1 dini hari pada tanggal 31 Maret 2011 alias pas pada hari ulang tahun gue yang ke 22. #GUBRAK!! Ketahuan deh kalo gue udah tuir.. T.T Anyway, waktu itu gue baru aja abis nonton film favorit gue sepanjang jalan kenangan(?). Judulnya BLACK HAWK DOWN.bhd 1 Seperti biasa, gue kalo nonton BHD pasti lebay berat, cyyn.. Mata gue bengkak gara-gara nangis ngeliat Shughart sama Gordon dibantai The Skinnies (tuh kan lebay!).

Master Sergeant Gary Gordon and Sergeant First Class Randall Shughart

Master Sergeant Gary Gordon and Sergeant First Class Randall Shughart

bhd hoot

ini waktu Sergeant First Class Norm ‘Hoot’ Gibson lagi ngobrol sama Ev

Tapi puisi ini sendiri bukan bercerita tentang tuh almarhum berdua (BHD itu dibuat berdasarkan kisah nyata, begitu pula dengan para tokoh di film itu). Nih puisi inspirasinya dateng pas adegan Eversmann (Josh Hartnett) lagi nongkrong sambil ngobrol sama Hoot (Eric Bana) sebelum pergi melaksanakan misi penangkapan kaki-tangannya Mohammed Farrah Aidid. Dan juga adegan waktu Eversmann mo nolongin Blackburn (Orlando Bloom) yang jatuh dari helikopter.

waktu nolongin Private First Class Todd Blackburn

waktu nolongin Private First Class Todd Blackburn

Well, mendingan lo tonton aja sendiri filmnya, gue males ngejelasinnya. Kepanjangan! #PLAK! Yang jelas 2 scene itu akhirnya menginspirasi gue untuk membuat puisi dibawah ini…

=DEBU=
{by: Silvia Indriani a.k.a Shin Hyoseul a.k.a Lady Modrus Grande Dame}

Kuserap hangat surya-Mu
menghujani Bumi dari langit biru
Kukecup aroma laut dan
dengarkan kidung ombak
Berharap dapat terlena dalam anugerah-Mu

Dalam sadar ku terjaga,
siuman dari hasratku, untuk
sekedar menyentuh indah-Mu;
satu atau dua detik, namun
tak semudah itu

Haruskah semua sirna
ditelan kebisuan dalam kebisingan?
Menyaksikan dalam diam;
mulut berteriak, hati bergejolak.
Terlalu pahit untuk
dirasakan dan terlalu berharga untuk dilupakan.

Dan dalam indah-Mu,
aku hilang.
Aku menghilangkan dan
aku kehilangan.
Aku hilang ditelan yang aku rasakan.

Getir dan berdebu diantara
debu-debu. Timbul dan tenggelam,
galau dan tak terma’afkan.
Dihempaskan keraguan, terombang-ambing
dalam pusaran kemurkaan
diantara megahnya Keagungan-Mu.

Aku begitu rapuh.
Rapuh bagaikan debu, dan
tersapu kisah pilu.
Semua atas kuasa-Mu.

Josh Hartnett as Master Sergeant Eversmann

Josh Hartnett as Master Sergeant Eversmann

That’s it. Itu dia puisinya. Dan seperti biasa, copas/share yang penting full credit. Jangan jadi plagiator yee… Hehehe… Dan bagi yang udah mo like dan komen (kalo ada), gue ucapkan banyak terima kasih. Kekeke… 😀

Iklan