fanfiction | SOMEWHERE ONLY WE KNOW (1 of 2)


Author : @ladymodrus.
Genre : Romance, Songfict.
Main Cast :
– Choi Siwon.
– Shin Hyoseul (OC).
Supporting Cast :
– Super Junior members.
– MY Inc members (OC).
– Choi Jiwon.
– Tuan Hong (OC).
– Produser Lee/Lee So Man.
– Lee Young Ra (OC).
Length : Twoshots.
Rate : T.

Annyeong, Readers.. ^^ Author bawa FF Twoshots (kepinginnya Oneshot tapi ga jadi) dalam rangka ulang tahunnya Siwon oppa yang ke-28 (aslinya sih 27). Kebetulan tanggal 31 Maret kemarin Author juga baru aja ultah yang ke-24 (ga ada yang nanya, Thor. Lu udah tua!). Yaah… Author ga bisa ngasih apa-apa sama Mas Siswono, cuma FF ga jelas dan do’a tentunya. Semoga Bang Won panjang umur, makin ganteng dan makin tajir(?). XD

Desclimer : FF ini terispirasi dari lagu Keane yang berjudul Somewher Only We Know. All cast (kecuali Tuan Hong dan Lee Young Ra) mutlak milik Allah The Almighty. Khusus di post ini, Siwon milik Author seorang! XD FF ini mutlak milik Author. Share boleh, tapi COPAS GA BOLEH!! Don’t you ever claim it as yours!
WARNING!! Typo(s), OOC, non-EYD, bahasa tidak baku dan mian kalo romance-nya kurang berasa karena Author bukan spesialis FF Romance.

No bashing!
Happy Reading ^^

Happy-28th-birthday-Choi-Siwonasian-fashion-girl-hair-kim-shin-yeong-Favim.com-351529

###

“Saengil chukkae hamnida… Saengil chukkae hamnida… Saranghaneun uri Siwon, saengil chukkae hamnida…” lagu Selamat Ulang Tahun riuh dinyanyikan. Suasana suka cita begitu terasa memenuhi ruangan itu. Jam menunjukkan pukul 12 malam tepat -pertanda hari telah berganti. Sekarang adalah tanggal 7 April yang merupakan tanggal kelahiran Choi Siwon. Pria tampan itu tengah merayakan ulang tahunnya bersama keluarga dan teman-teman satu agensinya di SM Entertaiment. Wajahnya tampak sedikit lelah mengingat ia dan Super Junior baru saja selesai menggelar sebuah konser akbar yang berjalan dengan sukses. Tapi rasa lelah itu seolah terbayarkan dengan kejutan yang diberikan oleh keluarga dan teman-temannya.

“Siwon-ah, selamat ulang tahun yaa…” ucap Shindong sambil memeluk Siwon.
“Terima kasih, hyung.” ujar Siwon sambil tersenyum. Dini hari itu ia banyak menerima ucapan selamat dan hadiah. Jiwon, adik semata wayangnya bahkan memberinya sebuah hadiah spesial.
“Ini untukmu, Oppa. Selamat ulang tahun…” kata Jiwon yang menyerahkan sebuah kado yang ukurannya tidak terlalu besar kepada kakaknya seraya tersenyum manis.
“Terima kasih, saengi. Apa ini?” tanya Siwon ketika menerima kado pemberian adiknya. Ia seperti menerka-nerka apa isi dari kado itu.
“Bukalah. Nanti Oppa akan tahu isinya.” kata Jiwon lagi. Siwon yang memang sudah penasaran dengan isi dari kado itu tidak ingin membuang-buang waktu lagi. Segera ia buka kado pemberian Jiwon itu. Dan betapa takjubnya Siwon ketika mengetahui bahwa isi dari kado tersebut adalah sebuah Alkitab.
“Itu agar semua do’amu untuk tahun ini lekas terkabul, Oppa.” kata Jiwon.
“Terima kasih, Jiwon-ah. Ini hadiah yang sangat berharga untukku.” Siwon tersenyum dengan sangat tulus kepada Jiwon. Entah apa lagi yang harus dikatakannya untuk mengungkapkan seberapa besar rasa terima kasihnya atas pemberian yang penuh arti itu.

“Siwonnie, ini hadiah dariku.” kata Donghae yang juga memberikan Siwon sebuah kado. Semua member Super Junior, Shinee, SNSD, f(x), EXO dan artis-artis SM lainnya menyerahkan hadiah mereka untuk Siwon pada malam itu juga. Termasuk para member MY Inc yang juga ikut merayakan pesta ulang tahun Siwon dengan penuh suka cita.
“Selamat ulang tahun, Oppa. Semoga panjang umur yaa..” ujar si magnae Rin Ni dengan sangat ceria.
“Terima kasih, Toge.” kata Siwon kemudian. Tentu saja ini membuat semua orang yang hadir tertawa mendengar Siwon memanggil Rin Ni dengan ‘Toge’.

“Oppa, aku do’akan semoga tahun ini kau cepat dapat pacar.” celetuk Myuri tanpa berpikir panjang.
PLETAKK!!!
Sebuah jitakan yang dilayangkan Myung Hee mulus mendarat diatas ubun-ubun gadis yang kini tengah meringis kesakitan itu.
“Kau ini..” omel Myung Hee pelan. Siwon hanya tersenyum melihat kejadian itu. Pandangannya kemudian teralihkan ke arah seorang gadis yang semenjak tadi hanya berdiri kaku dan terlihat agak canggung berada diantara kerumunan.

“Eonni..” Je Eun menyenggol pelan lengan gadis itu. Hyoseul yang saat itu juga sedang menatap Siwon sedikit tersentak oleh senggolan Je Eun tadi.
“Eonni tidak mau memberikan hadiahnya sekarang?” tanya Je Eun agak berbisik. Seperti dibangunkan dari mimpi, Hyoseul baru menyadari semenjak tadi tangannya memegang sebuah bungkusan kecil -sebuah kado untuk Siwon.
“Eoh?” Hyoseul sedikit linglung. Hyori yang menyaksikan kelinglungan sang leader hanya bisa menggelengkan kepala. Entah apa yang sedang dipikirkan Hyoseul sekarang sehingga membuatnya seperti itu.

“Hmm… Aku punya sedikit hadiah untukmu, Oppa.” kata Hyoseul memberikan kado yang semenjak tadi dipegang olehnya itu kepada Siwon. Pria itu segera membuka isi kado tersebut sesaat setelah menerimannya. Ternyata isi kado itu adalah sebuah scarf sederhana berwarna hitam. Siwon tersenyum ketika melihatnya.
“Kalau boleh menebak, ini pasti hasil karyamu sendiri kan?” tanya Siwon. Tangan-nya menunjukkan scarf pemberian Hyoseul seolah dirinya ingin semua orang melihat scarf itu.
“Ne, Oppa. Ma’af kalau buatanku kurang bagus.” jawab Hyoseul.
“Ah, siapa bilang? Scarf buatan tangan biasanya jauh lebih hangat dan nyaman dipakai. Aku rasa scarf ini akan sangat berguna untukku. Terima kasih, Hyoseul-ah.” kata Siwon setelah memuji Hyoseul. Membuat gadis itu tersipu malu akibat dari pujian itu. Hyoseul membalas ucapan terima kasih Siwon dengan sebuah senyuman. Senyuman dari lubuk hatinya yang paling dalam.

 

***

 

Hyoseul merebahkan tubuhnya yang terasa lelah diatas tempat tidur. Di tempat tidur yang lain, tampak Myung Hee sudah terlelap di alam mimpi. Hari sudah hampir pagi tapi Hyoseul belum juga bisa memejamkan mata. Ia masih teringat akan kejadian di pesta ulang tahun Siwon tadi. Ia merasa sangat senang bisa berbicara dengan Siwon meskipun hanya sejenak. Tapi di sisi lain Hyoseul juga merasa menyesal karena tidak bisa mendampingi Siwon selama pesta berlangsung. Bagaimana tidak? Sebagai sepasang kekasih mereka tidak bisa menunjunjukkan hubungan mereka di depan umum, sekalipun itu hanya di lingkungan teman-teman satu agensi. Yang tahu hubungan mereka hanya member MY Inc, beberapa member Super Junior dan manajer mereka. Agensi telah sepakat agar Siwon dan Hyoseul tidak mempublikasikan hubungan mereka. Itu dilakukan agar tidak terjadi lagi kasus bullying oleh fans yang pernah menimpa Hyori dan Myung Hee karena mereka berpacaran dengan Yesung dan Sungmin.

Dalam konser SMTOWN tahun lalu di Seoul, Hyori dan Myung Hee pernah dilempari sepatu oleh fans Yesung dan Sungmin. Di sepatu itu juga tertulis ancaman agar kedua gadis itu menjauhi idola mereka. Myung Hee tidak terkena lemparan itu. Sedangkan Hyori, ia mengalami memar karena sepatu itu tepat mengenai tangan sebelah kirinya. Selain itu, Hyoseul juga pernah diserang oleh Netizen karena adegan ciumannya dengan Siwon saat membintangi sebuah drama. Karena tidak ingin hal seperti itu terjadi lagi, Siwon dan Hyoseul harus rela menutupi hubungan mereka dan menjaga jarak.

“Jangan terlalu sering pergi dengan Siwon. Kalau ada stalker yang memergoki kalian sedang bersama, kau dan semua dongsaengmu akan celaka.” kata-kata Lee Young Ra sang manajer kembali terngiang di telinga Hyoseul. Jangankan untuk pergi bersama, hampir setiap kali bertatap muka mereka berdua selalu menjaga jarak dan hampir tak saling bicara sama sekali. Mereka hanya saling memberikan senyuman, itu saja. Terkadang pula Hyoseul merasa iri kepada Yoona. Sepertinya fans lebih suka kalau Siwon dekat dengan salah satu rapper SNSD itu dibandingkan dengannya karena Hyoseul dianggap kurang pantas untuk Siwon. Bahkan Siwon lebih sering bertemu dengan Yoona dibandingkan dengan dirinya karena Super Junior lebih banyak tampil bersama SNSD dibandingkan dengan MY Inc. Tapi apakah fans pernah memikirkan perasaan Yoona? Ia memiliki seorang pacar diluar agensi dan hubungan mereka menjadi tak baik karena fans selalu menghubung-hubungkan Yoona dengan Siwon.

Mengingat hal itu Hyoseul menjadi iba kepada Yoona. Bahkan pernah suatu ketika Yoona mendatangi Hyoseul untuk meminta ma’af kepadanya. Yoona adalah satu-satunya member SNSD yang tahu hubungannya dengan Siwon. Yoona merasa bersalah karena -secara tak langsung- telah menyakiti perasaan pacarnya dan ia tidak ingin hal yang sama terjadi kepada Hyoseul. Itulah alasan kenapa Yoona meminta ma’af.
“Kau tak seharusnya meminta ma’af. Ini sama sekali bukan kesalahanmu. Hubunganku dengan Siwon baik-baik saja.” ucap Hyoseul pada waktu itu. Kasihan sekali Yoona. Gadis itu jadi menyalahkan dirinya sendiri. Ah, tidak. Justru Hyoseul-lah yang harus dikasihani. Berapa banyak fans Siwon yang akan patah hati jika mengetahui kalau ia adalah kekasih dari idola mereka? Dan apa yang akan menimpa Hyoseul jika itu benar-benar terjadi?
“Ah, Shin Hyoseul… Lebih baik kau mati saja.” ujarnya kepada dirinya sendiri.

 

***

 

Drrrtt… Drrrtt… Drrrtt…
Siang itu Hyoseul sedang menunggu gilirannya untuk pemotretan saat ponsel miliknya tiba-tiba saja bergetar. Ternyata ada sebuah SMS dari Siwon.

From : Captain Choi.
“Aku ingin bertemu denganmu di tempat kita sore ini.”

Jantung Hyoseul berdegup dengan sangat kencang saat membaca isi SMS itu. Siwon ingin bertemu dengannya. Ini adalah kesempatan yang baik baginya untuk bisa bersama Siwon. Tapi jika manajer sampai tahu kalau mereka bertemu, maka tamatlah riwayat Hyoseul.
“Ah, masa bodoh dengan Lee Young Ra!”

 

***

 

Hyoseul mengendarai mobilnya memasuki gerbang sebuah mansion yang terlihat begitu mewah. Pintu gerbang itu memang selalu terbuka lebar untuknya. Tak peduli kapan Hyoseul ingin memasukinya, gerbang itu akan selalu dibukakan untuknya.
“Selamat sore, Nona.” sapa seorang pria paruh baya begitu Hyoseul keluar sesaat setelah memarkir mobilnya. Pria itu adalah Tuan Hong, salah satu orang yang bekerja di keluarga Siwon.
“Selamat sore, Ahjussi. Apakah Siwon sudah sampai?” tanya Hyoseul perihal keberadaan Siwon.
“Ah, Tuan Muda belum datang, Nona. Beliau meminta anda untuk menunggunya di tempat biasa.” jawab Tuan Hong dengan penuh sopan santun.
“Ah, baiklah.. Aku akan kesana sekarang.” kata Hyoseul pada Tuan Hong.
“Jika anda membutuhkan sesuatu, anda bisa memanggilku, Nona.” kata Tuan Hong lagi.
“Ne.. Terima kasih, Ahjussi.”

Hyoseul melangkahkan kakinya meninggalkan tempat parkir menuju ke tempat yang dimaksud oleh Tuan Hong. Tempat itu letaknya memang agak jauh, akan tetapi Hyoseul lebih memilih untuk berjalan kaki untuk sampai ke sana. Lagipula di sepanjang perjalanan Hyoseul disuguhi pemandangan yang begitu indah dan sangat manis. Pohon-pohon dan tanaman-tanaman yang baru bersemi terlihat begitu indah menghiasi taman luas yang berada disana. Hyoseul juga melewati sebuah bangunan mewah yang berdiri dengan kokoh di tengah-tengah taman. Sebuah pertanyaan muncul di benak gadis itu. Untuk apa Siwon membeli tempat seluas itu lengkap dengan mansion mewah dan taman yang begitu indah?

Beberapa bulan yang lalu Siwon memang pernah mengatakan kepada Hyoseul kalau dirinya ingin membeli sebuah tempat. Tak jelas apa alasan yang membuat Siwon memiliki keinginan seperti itu. Yang terjadi kemudian, Siwon memang benar-benar merealisasikan keinginannya tersebut dengan membeli sebuah mansion lengkap dengan taman yang begitu luas. Bahkan terdapat pula sebuah hutan kecil dengan anak sungai mengalir disana. Dan terdapat pula area berbukit yang berbatasan langsung dengan laut. Lucunya, tak ada satupun dari member Super Junior yang mengetahui tempat itu dan Siwon memberikan Hyoseul kebebasan penuh untuk keluar-masuk tempat itu dengan sesuka hati. Pernah Hyoseul bertanya kepada Siwon tentang hal itu. Tapi Siwon hanya menjawab..
“Itu rahasia.” dan sampai sekarang pun Hyoseul masih tak habis pikir dengan kekasihnya itu.

Setelah berjalan cukup jauh, Hyoseul akhirnya sampai juga di sebuah tempat yang Siwon sebut didalam SMS-nya sebagai ‘tempat kita’. Itu adalah sebuah taman indah yang berada diatas bukit dan berbatasan langsung dengan laut. Di sisi lain taman itu ada hutan kecil. Di tempat itulah Siwon mengajaknya bertemu. Hyoseul mendekati sebuah pohon tumbang di pinggir tebing dan duduk disana. Angin laut bertiup dengan lembut menerbangkan helaian rambut panjang Hyoseul. Sinar matahari sore mencurah dengan begitu hangatnya. Benar-benar suasana yang begitu indah.

Bukan sekali saja Hyoseul mendatangi tempat itu. Pernah beberapa kali gadis itu datang kesana apabila suasana hatinya sedang tak menentu. Ia akan duduk di atas batang pohon yang tumbang itu dan menatap langit biru yang membentang luas di atasnya untuk menenangkan pikiran. Terkadang pula Hyoseul berharap Siwon akan datang dan menemaninya bertukar pikiran. Tapi pada kenyataannya, Siwon tidak pernah datang. Hyoseul tak pernah sekalipun memberitahu Siwon kalau ia sering datang ke tempat itu karena ia tahu Siwon sangat sibuk. Justru Tuan Hong-lah yang memberitahu kedatangan Hyoseul kepada Siwon setelah gadis itu sudah pulang. Mengingat hal itu terkadang membuat Hyoseul merasa sedih.

“Tenanglah, Shin Hyoseul. Kali ini dia pasti datang.” ujarnya pada dirinya sendiri. Hyoseul sudah beberapa menit menunggu disana. Tapi Siwon belum juga datang.
“Apa lebih baik aku mengiriminya SMS saja?” Hyoseul bergumam sendirian. Entah mengapa gadis itu mulai merasa kalau penantiannya kali ini akan berakhir sama seperti penantiannya yang sudah-sudah.

 

***

 

Siwon sesekali melirik ke arah jam yang tergantung di dinding ruangan itu. Saat ini ia bersama pihak manajemen dan semua member Super Junior sedang mengadakan rapat membahas Super Show yang akan diselenggarakan di London dalam waktu dekat.
“Siwon-ssi, apakah kau mendengarkan penjelasan kami tadi?” tegur salah seorang staff pada Siwon yang sepertinya tak fokus.
“Ah, ne.. Aku mendengarkan. Menurutku itu ide yang cukup bagus.” kata Siwon dengan sikap seolah dirinya memperhatikan dengan seksama apa yang telah dijelaskan oleh staff itu tadi. Konsentrasi Siwon memang sedang terpecah. Di kepalanya saat ini hanya ada Shin Hyoseul. Ya, mana mungkin Siwon lupa akan janjinya yang ingin menemui gadis itu. Siwon ingin rapat itu segera berakhir agar ia bisa dengan segera bertemu Hyoseul.
‘Lama sekali!’ umpatnya dalam hati.

Drrrtt… Drrrtt… Drrrtt…
Ponsel Siwon bergetar. Ia segera meraih ponsel yang berada di saku celananya dan melihat ada satu SMS dari Hyoseul.

From : Commander Shin.
“Aku sudah sampai di tempat kita. Aku menunggumu sekarang.”

‘Dia sudah datang. Bagaimana ini?’ tanya Siwon dalam hati. Gadis itu pasti sedang menunggunya di sana. Siwon ingin menemui Hyoseul secepatnya, tapi ia juga tidak bisa meninggalkan rapat.

“Matikan ponselmu. Kalau manajer hyung tahu, kau pasti akan dimarahi.” bisik Leeteuk yang duduk di sebelah kanan Siwon. Ia tahu kalau pria itu sedang membaca SMS dari Hyoseul.
“Tapi, hyung..”
“Kubilang, matikan.” Siwon tidak bisa membantah lagi. Terpaksa ia menonaktifkan ponsel miliknya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu hingga rapat itu selesai. Selama rapat berlangsung, Siwon hanya mengiyakan semua usulan yang dilontarkan oleh para staff dan member Super Junior lainnya. Ia sama sekali tidak bersemangat mengikuti jalannya rapat.

‘Ayolah.. Kenapa lama sekali?’ Siwon mulai tidak sabaran. Ia merasa gusar.
“Hyung, kau kenapa?” tanya Kyuhyun ketika melihat Siwon agak gelisah.
“Ah, ani.. Kepalaku hanya sedikit pusing. Mungkin karena pesta semalam, aku jadi kurang tidur.” jawab Siwon mencoba menutupi apa yang tengah dirasakannya sekarang.
“Hyung yakin tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun lagi, sekedar ingin memastikan.
“Aku baik-baik saja, Kyu. Kau tak perlu khawatir.”

 

***

 

Sudah setengah jam Hyoseul menunggu, tapi Siwon belum datang juga. Pria itu bahkan tidak membalas SMS-nya.
“Apa mungkin dia tak membaca SMS-ku?” pikir Hyoseul. Akhirnya gadis itu memutuskan untuk menelepon Siwon. Akan tetapi..
“Ponselnya tidak aktif?” Hyoseul merasa kecewa karena ponsel Siwon tidak aktif sehingga ia tidak dapat menghubungi pria itu.
“Apa mungkin dia lupa?” lagi-lagi Hyoseul bertanya entah kepada siapa. Gadis itu mulai jenuh menunggu. Ia khawatir Siwon lupa akan janjinya dan tidak datang ke tempat itu.
“Ayolah, Shin Hyoseul. Bersabarlah… Mungkin sebentar lagi dia akan datang.” Hyoseul mencoba menyemangati dirinya sendiri. Gadis itu memutuskan untuk tetap tinggal disana dan menunggu kedatangan Siwon. Untuk menghilangkan rasa jenuh, Hyoseul memilih untuk mendengarkan musik dari iPod-nya…

“I walked across an empty land
I knew the pathway like the back of my hand
I felt the earth beneath my feet
Sat by the river and it made me complete”

“Oh simple thing, where have you gone?
I’m getting old and I need something to rely on
So tell me when you gonna let me in
I’m getting tired and I need somewhere to begin”

 

***

 

“Baiklah, kalau begitu kita sudahi rapat ini..” Siwon menghembuskan napas lega ketika Produser Lee menutup rapat yang memakan waktu cukup lama itu. Ia segera angkat kaki dari ruangan rapat dengan terburu-buru.
“Siwonnie, kami akan ke Hendel & Gretel. Kau mau ikut?” tanya Eunhyuk.
“Kalian saja. Aku ada urusan.” jawabnya lalu pergi begitu saja. Member Super Junior lainnya agak bingung melihat sikap Siwon yang sedikit aneh. Kecuali Leeteuk yang tahu kalau dongsaeng satu grupnya itu sedang ada janji dengan Shin Hyoseul.

Siwon melewati lobi gedung SM dengan tergesa-gesa. Pria itu berjalan cepat hendak menuju ke mobilnya. Tapi ditengah-tengah perjalanan, rupanya sudah ada banyak wartawan yang menunggu. Mereka langsung menyerbu Siwon dan menghujaninya dengan banyak pertanyaan..
“Siwon-ssi, apakah benar semalam Shin Hyoseul memberikan anda hadiah ulang tahun berupa scarf buatan tangannya sendiri?” tanya seorang wartawan pria.
“Benar.” jawab Siwon singkat.
“Lalu apakah kabar yang menyebutkan bahwa anda berpacaran dengan Hyoseul-ssi itu juga benar?” tanya wartawan yang lainnya.
“Kami hanya berteman baik.” Siwon menyangkal kenyataan kalau Hyoseul memang kekasihnya. Ia terpaksa melakukan itu demi kebaikan Hyoseul sendiri dan juga semua member MY Inc.
“Lalu bagaimana dengan Im Yoona? Bagaimana hubungan anda dengannya?” kali ini seorang wartawan wanita yang bertanya.
“Dia juga teman baikku. Kami semua yang berada di satu agensi yang sama sudah seperti keluarga sendiri. Ma’af, aku harus pergi.” kata Siwon yang dengan terburu-buru mencoba menerobos para wartawan yang mengerumuninya.
“Siwon-ssi, satu pertanyaan lagi.. Siwon-ssi!” para wartawan seperti tidak mau menyerah.
“Ma’af, aku benar-benar harus pergi.” kata Siwon lagi setelah berhasil menjangkau mobil mewah miliknya dan segera tancap gas dengan kecepatan tinggi.

 

***

 

“Ya, Tuhan. Aku telat. Aku benar-benar telat. Choi Siwon, kekasih macam apa kau? Dasar laki-laki bodoh!” Siwon tak henti-hentinya memaki dirinya sendiri. Betapa bodohnya Siwon yang sudah membiarkan gadis yang dicintainya menunggu begitu lama. Siwon memacu laju kendaraannya degan sangat kencang. Ia ingin segera sampai dan menemui Hyoseul.
“Hyoseul-ah, tunggu aku..”

***

Siwon memasuki halaman mansion mewah miliknya dan menemukan mobil Hyoseul terparkir disana. Tampak juga Tuan Hong yang sedang berdiri menunggu Siwon seraya memegang satu buah bucket Lily Cassablanca yang telah dipesan oleh Siwon sebelumnya.
“Tuan Muda, Nona Hyoseul sudah hampir satu jam menunggu anda.” kata Tuan Hong begitu Siwon keluar dari mobilnya.
“Apakah dia masih berada disana?” tanya Siwon tergesa-gesa.
“Mungkin saja, Tuan.” jawab Tuan Hong singkat.
“Aku harus segera kesana!” kata Siwon yang dengan segera berlari meninggalkan area parkir.
“Tuan, anda melupakan bunganya!” panggil Tuan Hong. Mendengar itu, Siwon segera kembali dengan terburu-buru untuk mengambil bunga itu.
“Ma’af, Ahjussi. Aku lupa. Terima kasih.” kata Siwon yang kemudian kembali berlari meninggalkan Tuan Hong yang kini hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala melihat kegigihan sang Tuan Muda dalam memperjuangkan cintanya.

 

***

 

Siwon berlari dengan sangat kencang menuju ke tempat Hyoseul berada seraya membawa bunga Lily berwarna putih kesukaan gadis itu. Ia berlari menelusuri jalan ditengah-tengah taman yang luas dan dihiasi pepohonan yang daunnya baru bersemi. Ditengah perjalanan itu, Siwon teringat akan alasan yang membuatnya ingin membeli tempat yang begitu luas itu..

 

=FLASHBACK=
Saat itu MY Inc menjadi bintang tamu di Sukira yang dipandu oleh Sungmin dan Ryeowook. Semua member MY Inc diberi berbagai macam pertanyaan diluar karier mereka sebagai artis. Termasuk hal apa yang mereka inginkan bila sudah berkeluarga nanti.
“Aku ingin tinggal di sebuah rumah kecil dengan pekarangan yang sangat luas bersama suami dan anak-anakku kelak.” jawab Hyoseul pada waktu itu.
“Rumah kecil dengan pekarangan yang luas? Kenapa, Hyoseul-ssi?” Sungmin menanyakan alasan kenapa Hyoseul menginginkan itu.
“Aku ingin anak-anakku nanti bisa lebih dekat dengan alam dan mengenalnya lebih baik. Dengan pekarangan rumah yang luas, aku bisa mengajari mereka menanam pohon dan bagaimana caranya menjaga lingkungan dengan baik.” jawab Hyoseul lagi.
“Hyoseul Eonni itu suka sekali bercocok tanam. Dia bahkan menanam beberapa pot tanaman obat di dorm kami.” imbuh Myuri.
“Benarkah? Waah… Apakah orang tuamu juga suka bercocok tanam sepertimu, Hyoseul-ssi?” kali ini Ryeowook yang bertanya. Hyoseul menjawab pertanyaan pria berperawakan kecil itu sambil tersenyum malu..
“Ne, begitulah.. Eommaku juga sangat gemar berkebun..”
=FLASHBACK ENDS=

 

Kedua kaki Siwon menghentak Bumi semakin keras. Langkah kakinya semakin lebar dan cepat. Pria itu berlari dengan seluruh tenaga yang ia miliki. Hatinya tak berhenti menyebut nama gadis yang kini sedang menunggu kedatangannya.
‘Hyoseul-ah…”

 

***

 

Angin yang berhembus dengan lembut dari arah laut memang masih terasa dingin mengingat ini musim semi. Namun hangat sinar matahari sore dapat mengurangi sedikit rasa dingin itu. Hyoseul masih duduk di atas batang pohon yang tumbang itu. Ia masih menunggu Siwon yang entah akan datang menemuinya atau tidak. Kedua mata Hyoseul memandang jauh ke arah lautan yang begitu biru. Pikirannya jauh melayang ke masa-masa saat ia dan Siwon pertama kali menghabiskan waktu berdua di tempat itu. Hyoseul ingat saat itu sedang musim panas -dimana daun pepohonan tumbuh dengan sangat lebat dan bunga-bunga bermekaran dengan indahnya. Siwon mengatakan kalau tempat itu hanya mereka berdua saja yang tahu. Hanya di tempat itu mereka bisa bersama tanpa harus ada orang yang mengganggu mereka dengan blitz, gossip dan lain sebagainya. Namun itu juga merupakan hari pertama sekaligus terakhir bagi Hyoseul untuk duduk bersama Siwon di tempat itu. Setelah itu Hyoseul hanya bisa menyendiri tanpa pria yang dicintainya hadir di sisinya dan mengiba kepada langit, pepohonan dan lautan tentang semua yang tengah dirasakannya.

“I came across a fallen tree
I felt the branches of it looking at me
Is this the place we used to love?
Is this the place that I’ve been dreaming of?”

“Oh simple thing, where have you gone?
I’m getting old and I need something to rely on
So tell me when you gonna let me in
I’m getting tired and I need somewhere to begin”

Lagu yang sama masih didengarkan Hyoseul semenjak tadi. Entah sudah yang ke berapa kali ia mengulang lagu itu. Lagu yang selalu menemaninya saat menyendiri dan mengharapkan kedatangan Siwon. Lagu yang sangat bisa menggambarkan apa yang dirasakannya kini. Hyoseul hanya bisa menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan ketika otaknya kembali memutar hari-hari sepi yang pernah ia lewati sendirian. Dan bagi Hyoseul hari ini pun nampaknya akan berakhir sama. Ah.., gadis itu sepertinya sudah sangat lelah dengan hanya menunggu dan mengingat semua itu. Membuatnya bangun dari posisi duduknya dan melangkahkan kaki meninggalkan batang pohon yang sudah menemaninya ‘berkeluh kesah’ semenjak tadi. Tapi ketika baru beberapa langkah saja kaki Hyoseul berjalan, ia berhenti.

Mata gadis itu menangkap sosok seorang pria sedang berlari ke arahnya. Hyoseul terpaku ketika melihat pria itu berhenti dalam jarak 5 meter di depannya.
“Oppa…” Hyoseul tak mampu untuk mempercayai apa yang kini tengah dilihatnya. Itu Siwon. Pria itu tampak kelelahan dengan napas terengah-engah karena telah berlari sangat kencang. Namun Hyoseul juga dapat melihat ada seulas senyum terlukis dengan jelas di wajah Siwon ketika melihat ia di sana.

“Oppa…” Hyoseul menorehkan senyum yang sama di wajahnya. Siwon menyudahi istirahatnya dan kemudian berjalan perlahan menghampiri Hyoseul. Gadis itu seperti membeku ketika Siwon menarik dan memeluk tubuhnya dengan sangat erat. Hyoseul masih ragu untuk mempercayai apakah itu nyata atau hanya khayalannya saja.
“Kumohon jangan pergi dulu. Tinggallah sebentar lagi di sini, aku mohon…” pinta Siwon dengan sangat. Suara pria itu seolah menyadarkan Hyoseul. Itu memang Choi Siwon, kekasihnya. Secara tak sadar, Hyoseul sudah menautkan kedua tangannya melingkar di tubuh Siwon. Air mata mulai menetes di pipi gadis itu.
“Aku merindukanmu…” ucapnya lirih. Siwon memeluknya semakin erat. Hyoseul menenggelamkan wajahnya di dada bidang Siwon. Tangisnya pun pecah, dan air mata mulai membasahi baju pria itu.

“Aku sangat merindukanmu… Hiks…” kata Hyoseul lagi sambil terisak. Siwon terenyuh saat mendengar suara lemah Hyoseul. Membuat pria itu juga tak sanggup menahan air yang semenjak tadi sudah membendung di pelupuk matanya.
“Aku juga sangat merindukanmu, Hyoseul-ah. Sangat merindukanmu.” tegas Siwon seraya mengecup puncak kepala Hyoseul. Dan segala beban berat yang selama ini begitu mengusik keduanya pun seperti hilang entah kemana. Kini hanya ada rasa bahagia menaungi mereka berdua.

 

 

 

 

 

~TBC~

[MY Inc] Profil Hwang Je Eun


Nama : Hwang Je Eun.
Posisi : Lead vocal, sub-rapper, sub dancer.
Zodiac : Libra.
Julukan : Jeruk, kamus berjalan, kumis.
Skill : Menyanyi, piano.
Nama Fandom : Sky.

eunji1

*Je Eun’s Facts*

1. Sama seperti Myu Ri, Je Eun juga lahir di Jepang. Kalau Myu Ri lahir di Kyoto, Je Eun lahir di Tokyo.

2. Hobinya membaca dan nonton film.

3. Je Eun itu orangnya supel dan murah senyum.

4. Suka semua makanan kecuali jeroan dan yang mengandung santan.

5. Suka baca manga dan nonton anime.

6. Tidak suka sama warna merah.

7. Warna favoritnya adalah hijau, biru, kuning, cokelat dan putih.

8. Je Eun langsung diterima jadi trainee sejak pertama kali ikut audisi.

9. Senang dengerin musik rock dan pop. Linkin Park dan Secondhand Serenade adalah musisi favoritnya.

eunji2

10. Je Eun adalah penggemar Harry Potter.

11. Member MY Inc dan Super Junior selalu menjodoh-jodohkan Je Eun dengan Kyuhyun. Dan kelihatanya mereka memang saling menyukai.

12. Je Eun itu tidak terlalu girly tapi juga tidak terlalu tomboy.

13. Orangnya teoritis dan kepo.

14. Golongan darah Je Eun adalah B.

15. Sama seperti Myung Hee, Je Eun juga suka sepakbola. Ia mengidolai Lionel Messi.

16. Kalau lagi jalan ga bisa pelan.

17. Selain lucu, Je Eun juga termasuk orang yang simple.

18. Punya binatang peliharaan berupa kura-kura dan hamster.

19. Gampang tertipu.

20. Berbeda dengan member lain yang kebanyakan hobi banget ngerjain orang, Je Eun justru menjadi orang yang paling sering dijahilin oleh member MY Inc lainnya.