profil/foto | LITTLE INDONESIAN ULZZANG : Guh Papay


muhammad teguh imansyah aka guh papay

 

Hahahaha…… Judulnya kelewat narsis! Yang suka kepo sama hal-hal yang berbau ulzzang pasti langsung mikir kalo post ini bakalan membahas soal ulzzang beneran. Padahal ga! Wkwkwk… XD

Wokeh.. Sebenarnya gue cuma kepingin post beberapa foto ponakan gue yang unyu-unyu. Namanya Teguh. Dia emang ulzzang, tapi cuma di hati gue! Hahaha… Ulzzang itu kan artinya ‘best face’ Baca lebih lanjut

fanfiction | THE LAST MAN STANDING Chapter-1


Author : Shin Hyoseul (@ladymodrus).
Genre : Friendship, Brotherhood, Drama, Action (ga yakin sih) dan sedikit Violence.
Main Cast : Super Junior.
Supporting Cast : Shim Taegu (OC).
Length : Chaptered.
Rate : T, PG-15.

Annyeong.. ^^ Akhirnya setelah beberapa bulan prolog dipublish chapter-1-nya keluar juga! 🙂 Maklumin aja, otak militannya Author agak terganggu gara-gara kebanyakan ngelawak #lagu-lama 😀 Yang jelas Author butuh banget nih saran dan kritik yang membangun dari Readers sekalian supaya FF Author bisa berkembang lebih baik lagi. Soalnya belakangan ini Author ngerasa ga yakin sama diri sendiri #curcol. 😦

Desclimer : All cast mutlak milik Allah The Almighty. Shim Taegu itu namkornya ponakan Author xD FF ini terinspirasi dari beberapa film seperti Saving Private Ryan, Band Of Brothers dan Taegukgi. Tapi cerita FF ini murni dari otak Author. Share boleh, tapi COPAS GA BOLEH APALAGI TANPA IZIN DAN TANPA DISERTAI CREDIT. Don’t you ever claim it as yours!

WARNING!! Typo(s), OOC, non-EYD, bahasa tidak baku, cerita ga nyambung, kata-kata monoton, feel ga dapet dan entah apa lagi (=.=)?

No bashing!
Happy Reading! Y^0^Y

kangin army

###

*Author’s POV*
Truk itu melaju dengan kecepatan tinggi menelusuri jalanan kota Seoul yang mencekam. Asap hitam tampak membumbung tinggi dari beberapa gedung pencakar langit yang berdiri dengan rapuh di kanan dan kiri jalan. Bau mesiu begitu menusuk hidung. Tidak ada lagi kendaraan yang berlalu lalang dan juga kesibukan-kesibukan manusia yang menghuni kota terpadat di Korea itu. Seoul telah ditinggalkan. Korea Selatan sedang di ambang kehancuran.

Perang Dunia Ketiga benar-benar terjadi. Kekacauan politik terjadi hampir di seluruh dunia. Sebagian besar negara-negara di benua Afrika sedang dilanda perang saudara. Begitu pula dengan negara-negara di benua Eropa yang mulai saling terlibat konflik akibat dari krisis yang berkepanjangan. Konfrontasi bersenjata juga terjadi di wilayah Timur Tengah dan sebagian besar wilayah Asia. Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah tak lagi mampu mengatur negara-negara yang berada di bawah naungan mereka. Perang antar negara-negara yang bertetangga pun telah pecah. Palestina dengan Israel, Pakistan dengan India dan Korea Selatan dengan Korea Utara.

Serangan misil yang dilancarkan Korea Utara ke Seoul hampir setahun lalu telah membuat banyak perubahan di Korea Selatan. Sebagian besar wilayah Seoul hancur berantakan. Perekonomian lumpuh. Terlebih lagi ketika Korea Utara melakukan serangan ke kota lain di luar Seoul. Hampir bisa dipastikan 70% wilayah Korea Selatan rusak parah akibat perang. Amerika Serikat tidak mampu memberikan bantuan berarti karena mereka sibuk mengurus negara-negara di Timur Tengah.

Korea Selatan kini tengah dilanda darurat perang. Semua laki-laki yang telah cukup umur dipanggil untuk membela negara dengan menjadi tentara sukarela. Pelajar, dokter, pekerja kantor dan juga mereka yang bekerja di industri hiburan. Banyak aktor, model dan penyanyi yang kini beralih profesi menjadi serdadu perang. Tak terkecuali para member Super Junior. Leeteuk, Heechul, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum dan si bungsu, Cho Kyuhyun.
*Author’s POV ends*

~~~

*Sungmin’s POV*
Aku tidak tahu apakah ini adalah hal paling hebat atau mungkin paling bodoh yang pernah aku lakukan seumur hidupku. Aku memilih untuk meninggalkan pasukan dan bergabung dengan orang-orang ini ketika mendengar kabar bahwa Kyuhyun tertangkap oleh musuh. Ya, Cho Kyuhyun si bungsu yang tak pernah berhenti membuatku khawatir itu. Dasar bocah bodoh! Sebelum perang benar-benar meletus, aku sudah memintanya agar pergi mengungsi ke Amerika bersama orang tua dan noona-nya. Tapi dia malah menolak.

“Aku akan tetap di sini bersama Hyungdeul. Aku tidak akan pernah meninggalkan Hyungdeul!” seperti itulah alasannya ketika dengan keras kepala memutuskan untuk tetap tinggal di Korea dan bergabung dengan militer. Loyalitas yang sangat mengagumkan, bukan? Hanya saja aku selalu memikirkan pneumatoraks yang diderita olehnya itu. Aku tidak mau kalau sampai terjadi apa-apa padanya saat sedang bertugas. Tapi terlambat. Kyuhyun sudah jatuh ke tangan musuh. Sesuatu pasti telah terjadi padanya. Aku harus menyelamatkan Kyuhyun. Ah, bukan… Bukan aku, tapi kami. Kami harus menyelamatkan dia!

“Apapun yang terjadi nanti, aku minta agar semuanya menghemat peluru. Usahakan setiap tembakan mengenai target dengan tepat.” namja berperawakan agak gemuk yang duduk di depanku itu memberi pengarahan. Dia adalah pemimpin dari skuad ini. Mungkin dia bukanlah orang yang memiliki banyak pengalaman bertempur, tapi setidaknya untuk saat ini hanya dialah yang bisa kami andalkan. Dan harus kusebut apa orang-orang yang berada dalam pasukan ini? Apa lagi kalau bukan Super Junior? Ya, orang-orang yang sedang bersamaku ini adalah member Super Junior. Sebuah grup vokal idola yang kini hanya sebuah skuad tentara amatir yang mencoba melakukan misi penyelamatan tanpa izin, tanpa perencanaan yang matang dan tanpa persenjataan yang memadai. Kami semua sepakat untuk menjadikan Kangin Hyung sebagai pemimpin skuad karena di antara kami dia adalah satu-satunya prajurit dengan pangkat tertinggi. Dan tujuan kami hanya satu, menyelamatkan Kyuhyun.

Pada awalnya aku tak percaya ketika mendengar kabar dari teman-teman satu peletonku kalau ada salah seorang member Super Junior bernama Cho Kyuhyun tertangkap oleh musuh. Namun aku baru benar-benar percaya setelah tiba-tiba saja datang sebuah pesan rahasia dari Jungsoo Hyung yang memberitahukan kalau dia dan member lainnya akan melakukan misi penyelamatan secara diam-diam. Ya, kami semua desersi demi melangsungkan misi berbahaya ini. Kami sendiri sudah tahu dan menyadari resiko apa yang akan kami hadapi apabila kami sampai ketahuan. Tapi itu semua bukanlah alasan yang dapat menghentikan kami -Super Junior.

***

Heechul Hyung mengendarai truk yang kami tumpangi dengan terburu-buru mengingat saat ini kami sedang mencoba untuk masuk ke dalam garis pertahanan musuh. Matanya dengan tajam mengawasi sepanjang jalan raya yang ada di depannya. Tampak pula ada sedikit rasa bersalah terpancar dari raut wajahnya. Aku bisa memahami apa yang tengah dirasakan oleh Heechul Hyung. Kyuhyun berada di peleton yang sama dengannya. Saat itu mereka berpatroli memasuki garis pertahanan musuh mencari tentara untuk dijadikan tawanan yang bisa diinterogasi. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Kyuhyun tertangkap. Apabila sampai terjadi suatu hal yang buruk pada diri Kyuhyun, aku rasa Heechul Hyung tidak akan pernah bisa mema’afkan dirinya sendiri.

“Hyung, apa kau masih ingat dengan persis dimana tempatnya?” tanya Eunhyuk yang duduk di sebelah kursi kemudi. Sepertinya dia agak khawatir kami tersesat karena semenjak tadi Heechul Hyung hanya membawa kami berputar-putar menelusuri jalan tetapi belum juga sampai ke tempat tujuan.
“Kau meragukanku?” Heechul Hyung balik bertanya tanpa menoleh sedikit pun. Namun dari nada suara dan ekspresi wajahnya, Eunhyuk tahu kalau Heechul Hyung memintanya untuk diam karena dia sedang tidak main-main.

“Apakah tempatnya masih jauh?” tanya Kangin Hyung yang duduk tepat di belakang Heechul Hyung.
“Sebentar lagi sampai, Pak. Aku hanya sedang mencari rute yang paling aman.” jawab Heechul Hyung sambil terus fokus ke jalan raya.
“Hyung, bisakah kau tidak memanggilku dengan ‘Pak’? Menurutku itu terdengar agak sedikit aneh.” pinta Kangin Hyung. Entah apa yang mendasarinya berbicara seperti itu. Mungkin karena Heechul Hyung lebih tua darinya. Heechul Hyung sendiri seperti tak peduli.
“Kau adalah prajurit dengan pangkat tertinggi di skuad ini. Lantas aku harus memanggilmu dengan apa lagi, hah? Hyung?”
“Bukan begitu maksudku, aku hanya~”
“Kalian berdua sudahlah. Kita tidak punya waktu untuk memperdebatkan hal tidak penting seperti itu.” tegur Jungsoo Hyung menengahi perdebatan singkat di antara mereka berdua. Keduanya pun akhirnya diam. Heechul Hyung kembali berkonsentrasi pada jalan yang ada di depannya. Begitu pula dengan Kangin Hyung, dia memilih untuk mengecek persenjataan yang dia miliki. Entah memang kami ini bodoh atau apa, semuanya sepakat untuk melaksanakan misi penyelamatan di siang hari seperti ini. Kami tidak bisa menunda lebih lama lagi karena takut terjadi sesuatu pada Kyuhyun. Ah, anak itu… Entah bagaimana keadaannya sekarang?

“Hyung, apa kau baik-baik saja?” suara seseorang di sampingku membuyarkan pikiranku tentang Kyuhyun. Orang itu adalah Kibum, dia ikut bersama kami untuk menyelamatkan Kyuhyun. Ya, hampir semua member Super Junior berpartisipasi dalam misi ini. Kecuali Hankyung Hyung, Zhou Mi dan Henry. Hankyung Hyung dan Zhou Mi kini sedang berada di Cina memenuhi panggilan negara mereka. Konflik antara Cina dengan Taiwan juga sudah mulai terjadi dan Amerika Serikat juga sudah memberi peringatan. Mungkin sebentar lagi mereka juga akan berperang. Sedangkan Henry, dia memilih untuk kembali ke Kanada. Kemungkinan besar tidak akan kembali lagi.
“Aku baik-baik saja.” jawabku pada Kibum. Tampak dirinya sedang mempersiapkan senapan laras panjang miliknya. Sebuah senapan yang begitu bagus. SVD Dragunov, kalau tidak salah itulah namanya. Peluru dari senapan itu bisa melesat dan mengenai target dengan jarak 1 kilometer jauhnya bahkan lebih. Setahuku itu adalah senapan khusus sniper yang dibuat oleh Rusia. Kenapa Kibum bisa memilikinya?

“Dari mana kau mendapatkan Dragunov itu?” tanyaku pada Kibum. Aku melirik senapan yang tengah disandang olehnya. Kibum hanya tersenyum dengan senyuman khasnya seraya menjawab pertanyaanku…
“Ini pengganti dari senapanku yang rusak akibat terkena mortir. Sebenarnya ini bukan milikku. Aku mendapatkannya dari seorang sniper Korea Utara yang tewas kutembak dari jarak dekat. Aku secara tak sengaja memergokinya sedang membidik Jonghyun. Jadi kubunuh saja.”
“Jonghyun? Kalian berada di pasukan yang sama?” tanya Donghae secara spontan begitu mendengar nama Jonghyun.
“Kami satu kompi.” jawab Kibum lagi. Nada bicaranya terdengar sangat ringan. Terutama saat dia menceritakan bagaimana caranya senapan canggih itu bisa menjadi miliknya. Kibum seperti tak merasa menyesal telah membunuh sniper Korea Utara itu. Dia terlihat seperti sudah terbiasa membunuh.

Berbeda dengan Kibum, Siwon justru sebaliknya. Dia menatap tajam ke arah Kibum yang duduk berhadapan dengannya. Siwon tampak tidak senang mendengar perkataan Kibum. Sadar sedang diperhatikan, Kibum tersenyum pada Siwon dengan senyuman yang manis dan tulus seperti biasanya. Aku rasa Kibum tahu apa yang ada di dalam benak Siwon saat ini.
“Jangan salah paham, Hyung. Ini medan perang. Terkadang kita harus melakukan hal yang paling berdosa sekalipun untuk tetap bertahan hidup.” ujar Kibum. Siwon tak menanggapi. Dia mengalihkan pandangannya dari Kibum ke arah jalan raya yang telah kami lewati.

Siapa yang tidak mengenal sifat religius Siwon? Bahkan yang kudengar dari Ryeowook, Siwon belum pernah sekali pun membunuh orang. Dia seorang penembak yang handal, namun Siwon menembak musuh yang ada di hadapannya hanya untuk melumpuhkan mereka dan bukan untuk membunuh. Aku tahu Siwon bukanlah seorang pengecut, dia hanya tidak ingin menambah lebih banyak lagi dosa yang mungkin telah dibuat olehnya. Ah.. Tapi biar bagaimana pun juga terkadang aku suka merasa kalau Siwon masih kalah tangguh apabila dibandingkan dengan Taemin yang berada di kompi yang sama denganku. Aku pernah menyaksikan anak itu membantai habis tiga orang tentara Korea Utara hanya dengan sebuah bayonet. Tubuh mereka tercabik-cabik seperti hewan yang disembelih. Taemin sendiri sangat terkejut ketika menyadari apa yang telah dilakukannya. Dia terpaksa menghabisi ketiga serdadu itu karena mereka mau menangkapnya untuk dijadikan tawanan. Benar apa kata Kibum, terkadang kita memang harus melakukan hal yang paling berdosa sekalipun untuk tetap bertahan hidup.

“Hyung, kenapa kita berhenti?” tanya Eunhyuk ketika truk yang kami tumpangi tiba-tiba saja berhenti di sebuah tempat terpencil.
“Karena kita sudah sampai, Bodoh.” jawab Heechul Hyung. Kami semua diam mendengar ucapan Heechul Hyung. Suasana tegang sudah mulai menyelimuti kami.
“Markas mereka ada di dalam hutan sana. Hanya sebuah bangunan kecil. Aku rasa tak akan ada terlalu banyak prajurit yang berjaga-jaga.” imbuhnya lagi. Tapi kami semua masih tetap tinggal di atas truk.
“Apa Hyung yakin prajurit yang berjaga di sana tidak banyak?” tanya Yesung Hyung yang merasa agak ragu. Heechul Hyung menoleh ke belakang dan menatap Yesung Hyung..
“Kenapa? Kau takut? Apa pun resikonya kita hadapi bersama.” kata Heechul Hyung yang dengan segera turun dari truk seraya membawa senapan M-16 miliknya. Kulihat member lainnya masih tampak ragu. Bahkan Eunhyuk tidak bergerak dari tempat duduknya dan hanya memperhatikan Heechul Hyung yang sibuk memeriksa senapan, persediaan peluru dan granat yang dimilikinya. Dan Kangin Hyung terlihat seperti sedang menunggu reaksi member lainnya. Semuanya tidak ada yang bergerak hingga kemudian Jungsoo Hyung buka suara..
“Heechul benar. Ayo kita turun.” ajaknya. Jungsoo Hyung yang kebetulan duduk di bagian paling belakang truk segera melompat turun. Aku dan Kangin Hyung menyusul sementara sisanya masih berada di atas truk. Mereka semua hanya saling berpandangan satu sama lain.
“Apa lagi yang kalian tunggu? Kyuhyun sedang menunggu kita. Cepat bergerak!” perintah Kangin Hyung dengan suara lantangnya. Perannya sebagai seorang komandan skuad kini telah dimulai.

Satu per satu dari mereka akhirnya turun dari atas truk. Kami semua berkumpul dan melakukan briefing terakhir dengan mengecek semua persenjataan dan alat telekomunikasi.
“Kita lakukan sesuai dengan rencana yang telah kita susun. Kita temukan Kyuhyun, mengevakuasinya, setelah itu pulang. Jangan lakukan hal yang tidak perlu. Itu untuk mengindari kemungkin jatuhnya korban.” pesan Kangin Hyung kepada kami. Semua member tampak memperhatikan setiap kata yang diucapkan oleh Kangin Hyung dengan sungguh-sungguh. Tapi ada satu hal yang semenjak tadi mengganggu pikiranku.
“Hyung, bagaimana jika Kyuhyun ternyata tidak ada di sana?” tanyaku. Kangin Hyung terdiam. Sepertinya dia melupakan tentang kemungkinan terjadinya hal itu. Bagaimana jika seandainya Kyuhyun tidak berada di sana? Apa yang harus kami lakukan? Pulang dengan tangan hampa sebagai sekelompok pecundang murahan tanpa tahu dimana keberadaan Kyuhyun dan nasibnya sekarang? Lalu menghadapi konsekuensi terberat karena telah desersi demi sebuah misi penyelamatan ilegal? Dan bagaimana juga kalau sampai ada korban?

“Aku yakin dia ada di sana.” kata Heechul Hyung seolah ingin menepis keraguanku.
“Instingku mengatakan demikian. Aku rasa kau juga pasti merasakan hal yang sama, kan? Ketajaman perasaan itu tidak dapat dibohongi, Sungmin-ah.” katanya lagi. Heechul Hyung menatapku seperti ingin menyuntikkan semangat kepadaku. Aku hanya mengangguk mengiyakan ucapannya.
“Kita pasti bisa menemukannya. Kita pasti bisa menyelamatkannya.” kata Shindong Hyung seraya menepuk pundak kiriku. Aku bisa merasakan semua member memberiku kekuatan untuk menjalani misi ini. Aku tahu kami bisa saja gagal, tapi yang harus kuyakini saat ini bukanlah sebuah kegagalan, melainkan sebuah keberhasilan.
“Ne.” kataku pada mereka semua. Jungsoo Hyung memberikan sedikit senyuman kepadaku. Aku tahu dia juga ingin memberikanku semangat yang sama. Tak perlu berkata apa pun, aku sudah tahu artinya.

“Baiklah. Kalau begitu, sekarang juga kita pergi ke sana. Mari kita jemput Kyuhyun. Semua siap?” tanya Kangin Hyung kepada kami semua.
“Siap, Pak!” sahut kami bersamaan. Dan satu per satu dari kami pun melangkahkan kaki memasuki hutan kecil itu. Aku memakai helmku dan menggenggam senapanku erat. Kuikuti langkah mereka dengan yakin dan penuh pengharapan. Kyuhyun-ah, bertahanlah di sana. Hyungdeul akan membawamu pulang…

~TBC~